Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pengusaha Konten Pernikahan Gen Z: Tren Terbaru

    3 April 2026

    Polisi dan warga evakuasi papan reklame roboh di Lamongan

    3 April 2026

    8 Fenomena Langit April 2026 yang Bisa Dilihat dari Indonesia

    3 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 3 April 2026
    Trending
    • Pengusaha Konten Pernikahan Gen Z: Tren Terbaru
    • Polisi dan warga evakuasi papan reklame roboh di Lamongan
    • 8 Fenomena Langit April 2026 yang Bisa Dilihat dari Indonesia
    • 5 Berita Terpopuler: Unggahan Pertama Sheila Dara dan Foto Viral Richard Lee
    • Harga batubara melonjak, rekomendasi saham analis untuk pekan ini
    • Siapa Saja yang Rentan Terkena Campak? Cek Apakah Kamu Termasuk!
    • 7 Dampak Negatif Minum Jus Seledri Berlebihan
    • 20 Titik Nobar Final FIFA 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria di Bandung Malam Ini
    • Kata-kata penting di kapal Disney Cruise Line yang harus diketahui
    • Jadwal SIM Keliling Tangerang Banten Hari Ini, Senin 30 Maret 2026: Lokasi Terbaru
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Perbedaan Liger dan Tigon, Kucing Raksasa yang Sangat Kuat

    Perbedaan Liger dan Tigon, Kucing Raksasa yang Sangat Kuat

    adm_imradm_imr4 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perbedaan Liger dan Tigon

    Kamu pasti sering mendengar hewan hibrida berukuran besar dengan nama liger dan tigon, kan? Ya, mereka merupakan jenis hewan hasil kawin silang antara dua jenis kucing besar berbeda. Induk dari kedua kucing besar hibrida ini sebenarnya sama, yaitu seekor singa dengan seekor harimau. Namun, sekalipun induk mereka berasal dari kucing besar yang sama, penampilan dan nama dari keduanya tampak sangat kontras. Kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut? Lalu, apa saja perbedaan antara liger dan tigon? Yuk, cari tahu faktanya sama-sama!

    Beda Jenis Kelamin Induk

    Meskipun liger dan tigon sama-sama hasil hibrida antara singa dan harimau, tetapi jenis kelamin induk keduanya berbeda. Liger itu berasal dari hasil kawin silang antara singa jantan dengan harimau betina. Sementara itu, tigon berasal dari kawin silang harimau jantan dengan singa betina. Maka dari itu, kosakata untuk menyebut nama kedua kucing besar hibrida ini sebenarnya diambil dari potongan nama induk jantan dan betina. Liger berarti “lion/tiger”, sementara tigon berarti “tiger/lion”. Oleh karena perbedaan indukan jantan dan betina yang digunakan dalam proses hibrida keduanya, ciri fisik antara liger dan tigon pun jadi cukup berbeda.

    Beda Penampilan

    Indukan jantan ternyata mengambil porsi paling besar dalam penampilan liger dan tigon. Liger memiliki warna tubuh cokelat kejinggaan yang mirip seperti singa. Lalu, ada pula pola garis samar di punggung dan bintik di perut. Di sisi lain, tigon lebih mirip seperti harimau. Rambut di tubuh tigon lebih berwarna jingga gelap dengan garis gelap yang jelas pada bagian punggung. Sementara itu, ada bintik putih juga pada bagian perut, tetapi warnanya lebih putih. Dibandingkan liger yang tidak memiliki surai, tigon ternyata memiliki surai pendek yang lebih mirip seperti surai harimau saat sedang merasa terancam.

    Beda Ukuran Tubuh

    Perbandingan ukuran antara liger dengan tigon ternyata cukup jauh. Malahan, kalau kita melepaskan fakta kalau mereka adalah hewan hibrida, maka liger dan tigon masuk dalam kelompok kucing besar dengan ukuran paling masif di dunia. Hanya saja, liger masih jauh lebih unggul dalam kategori tersebut. Liger jantan yang sudah dewasa mampu tumbuh sepanjang 3,4 meter dengan bobot 408 kg. Hal ini disebabkan karena liger tak mewarisi gen yang menghambat pertumbuhan pasca-remaja sehingga ukuran mereka terus tumbuh. Di sisi lain, tigon memiliki ukuran yang relatif serupa dengan kedua induk. Panjang tubuh mereka antara 1,2—2,7 meter dengan bobot rata-rata sekitar 181 kg. Berbeda dengan kasus liger, induk harimau jantan dari tigon itu memiliki gen pembatas pertumbuhan yang diwariskan pada tigon. Maka dari itu, ukuran tubuh kucing hibrida ini jadi terhenti pada fase tertentu dan cenderung sama seperti ukuran kedua induk.

    Beda Perilaku

    Tak hanya ciri fisik dan ukuran, ternyata perilaku berbeda juga ditunjukkan oleh liger dan tigon. Hal ini lagi-lagi disebabkan oleh perbedaan induk jantan yang jadi basis dua kucing hibrida ini. Liger bisa hidup secara sosial, sementara tigon lebih condong sebagai penyendiri. Perilaku liger ini merujuk pada perilaku singa jantan di alam liar yang sangat sosial dan membentuk kelompok. Di sisi lain, harimau jantan yang terbiasa soliter dan independen turut memengaruhi perilaku dari tigon. Hanya saja, mungkin kedua kucing hibrida ini memiliki perilaku unik lain yang tak dapat diprediksi.

    Kontroversi Dibalik Kehadiran Dua Kucing Besar Hibrida Ini

    Yang namanya melahirkan hewan hibrida pastinya tak lepas dari kontroversi, baik dari sisi hewan hibrida yang lahir ataupun sisi etika penelitian bagi manusia. Ingat dengan ukuran liger yang masif? Nah, tubuh mereka sangat rentan mengalami obesitas dan organ tubuh tidak dapat menopang fungsinya secara maksimal karena perbandingan ukuran yang sangat jauh. Sementara itu, tigon yang punya ukuran lebih terjaga memang tidak sama rentannya mengalami gagal organ kalau dibandingkan dengan liger. Namun, tigon lebih sering terlahir cacat bawaan dan komplikasi karena ukuran janin tigon jauh lebih besar dari janin singa yang biasa dikandung singa betina.

    Dari sisi etika penelitian, hewan hibrida seperti liger dan tigon menghasilkan pandangan yang berbeda. Ada pihak yang melihat hibrida hewan tak sepenuhnya negatif karena membantu peneliti dalam mempelajari proses evolusi dan genetik hewan. Di sisi lain, masalah etika karena menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak pernah ada membuat peneliti khawatir dengan masa depan penelitian hewan hasil rekayasa yang berpotensi menghasilkan masalah serius.

    Apa pun itu, hewan hibrida tetap tidak boleh dilepas ke alam liar ataupun dikembangbiakkan secara masif. Sebab, sedari awal mereka tidak ada dan sekalipun dikembangkan dalam jumlah tertentu, risiko cacat, masalah kesehatan yang tak diketahui sebelumnya, sampai rentang usia yang pendek jadi konsekuensi yang tak boleh diambil peneliti. Jadi, jangan berharap kalau kita bisa melihat liger dan tigon di alam liar. Saat ini, mereka hanya bisa dilihat di beberapa kebun binatang ataupun suaka milik pribadi saja.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Nafi,ah Inovasi Budidaya Tambak Crustea: Bisnis Berbasis Iklim Pesisir Jepara

    By adm_imr3 April 20260 Views

    TV Pintar Polytron 43 Inci 4K, Dilengkapi Google TV dan Soundbar Sinematik

    By adm_imr3 April 20262 Views

    Opini: Perang Jadi Hiburan di Era TikTok

    By adm_imr3 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pengusaha Konten Pernikahan Gen Z: Tren Terbaru

    3 April 2026

    Polisi dan warga evakuasi papan reklame roboh di Lamongan

    3 April 2026

    8 Fenomena Langit April 2026 yang Bisa Dilihat dari Indonesia

    3 April 2026

    5 Berita Terpopuler: Unggahan Pertama Sheila Dara dan Foto Viral Richard Lee

    3 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?