Kartel Narkoba: Sejarah, Kekerasan, dan Dampak Global
Kartel narkoba telah menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat di seluruh dunia, terutama di Meksiko. Sejak era 1980-an, aktivitas perdagangan narkoba ini telah merenggut ribuan nyawa dan menciptakan gelombang kekerasan yang mengguncang negara-negara di Amerika Latin. Di Meksiko saja, pada tahun 2024, lebih dari 33.000 korban jiwa dilaporkan, dengan rata-rata 85 kematian per hari. Lebih dari 103.000 orang juga dilaporkan hilang sejak tahun 2010, menunjukkan betapa parahnya dampak dari kejahatan terorganisir ini.
Kekejaman kartel tidak hanya terlihat dari jumlah korban, tetapi juga dari tindakan mereka yang melibatkan pembunuhan, penyiksaan, dan penganiayaan terhadap warga sipil. Contohnya, baku tembak di Tulum yang menewaskan dua turis dan melukai tiga lainnya menunjukkan bagaimana kekerasan ini bisa menjangkau siapa pun. Menurut laporan Insight Crime, tren terbaru dari kartel adalah fragmentasi perdagangan narkoba, terutama di Meksiko. Hal ini menyebabkan persaingan sengit antara sekitar 400 geng sempalan, yang saling memperebutkan wilayah dan mengorbankan banyak nyawa.
Pada Sabtu (15/11/2025), gerakan anti-kartel Gen Z turun ke jalan untuk melakukan aksi demo. Aksi ini sudah memanas di Meksiko sejak krisis peso Meksiko. Para pengunjuk rasa, yang didominasi generasi Z, bergerak menuju Palacio Nacional (Istana Nasional), dengan aksi yang berujung ricuh. Mereka protes terhadap pemerintah yang dianggap terlalu dekat dengan kartel, terlalu lambat menegakkan keadilan, dan terlalu angkuh untuk mengakui bahwa rakyat Meksiko sedang berdarah-darah menghadapi ketamakan kartel. Kemarahan mereka juga dipicu atas tewasnya Wali Kota Uruapan, Carlos Manzo, yang dibunuh oleh geng kartel akibat mengkritisi pemerintah dan kartel narkoba di Meksiko.
Berikut ini adalah beberapa kartel narkoba terkejam dalam sejarah:
1. Kartel Los Zetas
Los Zetas adalah kartel narkoba Meksiko yang kuat dan kejam. Mereka memanfaatkan rasa takut untuk mencapai tujuan bisnisnya. Alih-alih memprioritaskan korupsi seperti para pesaingnya, Los Zetas lebih suka menggunakan kekerasan paramiliter untuk merebut wilayah dan mengintimidasi para pesaing.
Los Zetas sendiri dibentuk pada tahun 1997 untuk menjadi penegak hukum bagi Kartel Gulf. Awalnya, kelompok ini dipimpin oleh Osiel Cárdenas Guillén, yang merekrut sekitar 30 alumni dari pasukan khusus Meksiko. Selama masa penegakan hukum kartel ini, US Drug Enforcement Agency (DEA) menyebut Los Zetas sebagai kelompok penegak hukum paramiliter yang paling maju secara teknologi dan juga kejam.
Pada tahun 2010, Los Zetas punya kewenangannya sendiri. Mereka meneror negara dengan penyiksaan, pemenggalan kepala, dan pembantaian, seperti yang diungkap Irish Times. Pada tahun yang penting bagi geng kartel tersebut, Los Zetas menduduki wilayah di 405 kotamadya Meksiko, yang menurut Insight Crime jumlahnya lebih dari dua kali lipat wilayah pesaing terbesar mereka.
Namun, terlepas dari kesuksesan mereka yang cepat dan brutal, Los Zetas mengalami perpecahan sejak tahun 2012, terutama ketika Trevino bersaudara berselisih. Kelompok tersebut pecah menjadi geng-geng yang saling bersaing, yaitu dengan terbentuknya Northeast Cartel dan Zetas Old School.
2. Kartel Sinaloa

Berbasis di negara bagian Sinaloa di barat laut Meksiko, Kartel Sinaloa terkenal sebagai organisasi perdagangan narkoba paling kuat di Belahan Barat Meksiko. Kartel ini memulai bisnisnya pada era 1960-an sampai 70-an, ketika sebuah keluarga petani memasuki bisnis ganja. Di antara para pedagang dan penyelundup narkoba dari provinsi ini, ada nama Joaquín Guzmán Loera, yang lebih dikenal sebagai “El Chapo.”
Selama akhir era 70-an sampai 1980-an, Kartel Sinaloa bekerja sama dengan Kartel Medellin. Mereka membangun rute perdagangan kokain ke Amerika Serikat yang mencakup jalur darat, laut, dan udara. Namun, setelah pembunuhan agen Drug Enforcement Administration (DEA) Enrique Camarena oleh kelompok tersebut pada tahun 1985, AS dan Meksiko memburu geng Kartel Sinaloa. Akibatnya, beberapa pemimpin geng kartel ini bubar di seluruh Meksiko, dan hanya menyisakan El Chapo serta rekannya, Héctor Luis Palma Salazar, sebagai pemimpin Sinaloa.
Pada awal era 1990-an, El Chapo memimpin Kartel Sinaloa hingga berhasil mendominasi lewat penyelundupan terowongan dan suap yang tak terbendung. Ia juga merebut wilayah dari Kartel Tijuana dan Juarez selama perang melawan narkoba yang digagas pemerintah Meksiko, tulis Britannica. Meskipun begitu, El Chapo telah ditangkap, diadili, dan akhirnya ditahan di Amerika Serikat.
3. Kartel Jalisco New Generation (CJNG)

Jalisco New Generation, sering disebut sebagai CJNG, adalah kartel Meksiko yang muncul pada tahun 2010. CJNG sendiri memisahkan diri dari Kartel Sinaloa setelah pembunuhan Ignacio Coronel, seorang raja narkoba yang kematiannya menyebabkan kekosongan kekuasaan. Berbasis di negara bagian Jalisco di bagian barat, CJNG didirikan oleh Nemesio Oseguera Ramos, yang menempatkannya dalam daftar orang paling dicari di Meksiko dan Amerika. Meksiko dan Amerika bahkan menawarkan jutaan dolar jika ada yang bisa mengungkap keberadaan Nemesio Oseguera Ramos.
Seperti Kartel Los Zetas, rival berat mereka, CJNG dikenal karena kekerasannya yang brutal. Pada April 2015, kelompok ini membunuh 15 polisi hanya beberapa minggu setelah membunuh lima petugas federal, dengan menggunakan senapan mesin dan granat. Kemudian, pada Mei 2015, SinEmbargo melaporkan bahwa kartel tersebut juga menghancurkan sebuah helikopter militer dengan RPG atau granat berpeluncur roket, yang menewaskan 5 tentara.
Pertempuran CJNG dengan Kartel Los Zetas dan CRSL sama brutalnya. Pada April 2019, CJNG membunuh 14 orang di Minatitlan, wilayah Los Zetas. CJNG juga melakukan beberapa pembunuhan lain, seperti pembunuhan hakim Jalisco Uriel Villegas Ortiz dan istrinya, Veronica, pada Juni 2020. Pasangan ini ditembak sebanyak 20 kali, menurut laporan El Pais.
Pada bulan yang sama, sekelompok laki-laki bersenjata menembaki Omar Garcia Harfuch, sekretaris keamanan publik Mexico City. Akibatnya, Omar terluka parah dan menewaskan dua pengawalnya serta seorang pejalan kaki.
Tidak seperti beberapa pesaingnya yang terpecah belah, Kartel CJNG diperkirakan akan semakin kuat. Meskipun ada tekanan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan dan rekening bank yang dimiliki mereka.







