Motif Pembunuhan yang Menggemparkan
Sebuah kejadian tragis terjadi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu (24/2/2026) petang. Seorang pelajar SMP berusia 15 tahun, MAH, tega membunuh kakaknya, MAR (22), seorang mahasiswa, menggunakan palu. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekecewaan dari masyarakat.
Penjelasan Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Utara
Kompol Ni Luh Sri Arsini, Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Utara, mengungkapkan motif pembunuhan tersebut. Menurutnya, pelaku merasa kesal kepada korban karena sering meminta uang kepada ibu untuk biaya kuliah. Korban diketahui sedang menempuh pendidikan di tiga tempat sekaligus, sehingga memerlukan biaya yang cukup besar.
“Pelaku merasa kesal karena korban sering meminta uang dalam jumlah besar dengan cara yang kasar,” jelas Kompol Ni Luh Sri Arsini. Hasil pemeriksaan kejiwaan menunjukkan bahwa pelaku dalam kondisi stabil saat melakukan aksinya.
Kondisi Keluarga yang Tidak Harmonis
Dari keterangan NA, orang tua korban, pelaku dan korban sering berkelahi setelah orang tua mereka bercerai. Mantan suami tidak pernah memberi nafkah, sehingga keluarga tidak harmonis. NA mengatakan, anak-anak memiliki kekesalan terhadap ayahnya, terutama karena HP anak kandungnya diblokir selama tujuh bulan.
NA bercerai tiga tahun lalu karena perselingkuhan mantan suaminya. “Keluarga kami sering cekcok karena perselingkuhan ayahnya. Anak-anak sakit hati dan kesal, emosinya sering meluap,” tambahnya.
Perhatian Ibu Terhadap Anak
NA mengaku tidak pilih kasih dalam membesarkan anak. Namun, ia lebih fokus pada pelaku karena memiliki penyakit lambung. “Saya justru lebih fokus ke adiknya karena sakit-sakitan,” ujarnya. Menurutnya, pertengkaran terjadi di dalam rumah karena miskomunikasi. Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar konflik rumah tangga tidak berdampak psikologis pada anak.
Kehadiran Orang Tua yang Penting
Ibu korban, Nurul Arifah, menjelaskan bahwa anaknya aktif dalam berbagai organisasi. Saat ini, MAR menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI PT Universitas Al Azhar Periode 2025-2026. Nurul mengatakan, anaknya aktif di Partai Golkar dan sedang menyelesaikan skripsi. “Dia akan lulus kuliah tahun ini,” katanya.
Pengakuan Warga Sekitar
Rizky Tri Mulyanto, warga sekitar, menceritakan bahwa warga sempat mendengar teriakan meminta tolong dari rumah korban. “Saya lagi di rumah, ibunya keluar teriak minta tolong. Pas saya lihat, anaknya sudah tergeletak dan darahnya sudah banyak,” ujarnya.
Warga langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Korban menerima pukulan dari adik kandungnya menggunakan palu sebanyak lima kali. Rizky menambahkan bahwa korban sempat ditangani oleh dokter Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara. “Korban meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB,” katanya.






