Gempa Bumi di Pangandaran, Jawa Barat
BMKG mencatat terjadinya gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,6 di laut tenggara Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa ini terjadi pada pukul 15.50 WIB, dengan titik pusat berada di laut sejauh 173 km Tenggara Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa mencapai 5 km, sehingga termasuk dalam kategori gempa dangkal.
BMKG juga memberikan peringatan bahwa data yang diberikan bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data. Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi informasi yang diberikan kepada masyarakat.
Pada malam harinya, gempa kembali terjadi dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Gempa ini tercatat pada pukul 20.22 WIB, dengan lokasi pusat gempa berada di laut sejauh 140 km Tenggara Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa kali ini mencapai 24 km, masih dalam kategori gempa dangkal. BMKG kembali menegaskan bahwa informasi yang diberikan bersifat sementara dan bisa berubah.
Sebelumnya, gempa juga terjadi di Jawa Barat, yaitu di Bogor pada Jumat (27/2/2026) sore. Gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,1 terjadi pada pukul 08.18 WIB. Titik pusat gempa berada di darat, sejauh 23 km Barat Daya Kota Bogor. Kedalaman gempa mencapai 19 km. BMKG juga menyampaikan disclaimer bahwa data yang diberikan bersifat sementara dan bisa berubah.
Skala MMI dan Informasi Penting
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), berikut adalah penjelasan mengenai tingkat getaran gempa:
- I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
- II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.
- III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa seperti ada truk yang berjalan.
- IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang di dalam dan luar rumah, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik.
- V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting.
- VI MMI: Dirasakan oleh semua orang, kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh.
- VII MMI: Semua orang di rumah keluar, kerusakan ringan pada bangunan baik.
- VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan kurang baik.
- IX MMI: Kerusakan pada bangunan kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus.
- X MMI: Bangunan kayu rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya.
- XI MMI: Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri, jembatan rusak.
- XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, usahakan tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam penginapan, carilah tempat aman seperti meja untuk berlindung dari benda-benda yang jatuh. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau tangan.Di luar ruangan
Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang, lalu menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan jangan melakukan apapun karena bisa terjadi gempa susulan.Di kerumunan
Jika sedang berada di kerumunan, perhatikan arahan petugas penyelamat dan segera menuju ke tangga darurat untuk mencari tempat aman.Di gunung atau dataran tinggi
Jika sedang berada di gunung, segera berpindah ke daerah lapang dan hindari lereng karena risiko longsor tinggi.Di laut
Gempa di bawah laut bisa menyebabkan tsunami. Jika gempa terjadi, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.Di dalam kendaraan
Jika sedang berkendara saat gempa, pegang erat agar tidak terjatuh. Berhenti di tempat yang lapang dan tetap di sana.






