Insiden Kecelakaan Kerja di Waterplace Residence Surabaya
Insiden kematian seorang petugas pembersih kaca di Tower B Apartemen Waterplace Residence Surabaya, Jawa Timur, sedang dalam penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya. Kejadian tersebut terjadi pada Senin sore (2/3), dan hingga kini pihak kepolisian masih melakukan investigasi lebih lanjut.
Menurut informasi yang diperoleh, pelaksana tugas (Plt) Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, membenarkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyidikan dan akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Manajemen Waterplace Residence Surabaya juga telah memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini. Mereka menegaskan bahwa pihaknya akan kooperatif dan siap mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung. Building Manager Water Place Residence, Melly Muryana, menyampaikan rasa duka atas meninggalnya salah satu pekerja mereka.
“Kami sangat berduka atas kehilangan saudara Edy Suratno akibat kecelakaan kerja yang terjadi di area apartemen,” ujar Melly. Ia juga menekankan bahwa manajemen akan tetap mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
Melly tidak menjawab pertanyaan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digunakan oleh para pekerja pembersih kaca saat menggunakan gondola. Ia mengatakan bahwa untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi pihak kepolisian.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika korban, ES, 51 tahun, sedang membersihkan kaca apartemen. Saat itu, cuaca ekstrem melanda Surabaya, yaitu hujan deras disertai angin kencang. Keadaan ini menyebabkan gondolanya macet dan terjebak di lantai 26.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana ES dan rekannya terjebak di ketinggian. Dalam video tersebut, tampak tubuh korban bergelantungan sementara angin kencang membawanya terombang-ambing. Beberapa kali, tubuh korban terlihat berputar dan membentur dinding kaca gedung.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Ekky Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa ada dua unit gondola yang tergantung pada hari kejadian. Setiap gondola terdiri dari dua orang pekerja. Gondola pertama berhasil turun ke lantai dasar, sehingga kedua pekerja dalam gondola tersebut selamat. Namun, gondola kedua terjebak di lantai 26 karena cuaca ekstrem.
Gondola kedua tidak bisa turun ke bawah karena terpontang-panting akibat angin kencang dan hujan lebat. Akibatnya, korban ES dan rekannya, RB, 56 tahun, terjebak di ketinggian selama sekitar tiga jam.
Menurut informasi yang diperoleh, satu pekerja tidak selamat dan satu lainnya berhasil selamat. RB dirujuk ke RS William Booth. Korban ES diduga terpental keluar dari gondola akibat terjangan angin kencang.
Peristiwa Viral di Media Sosial
Kejadian ini viral di media sosial setelah video yang menunjukkan kondisi korban terjebak di ketinggian beredar. Warga yang menyaksikan dari bawah langsung panik dan berusaha mencari cara untuk membantu korban. Namun, situasi yang sulit membuat upaya penyelamatan menjadi rumit.
Sejumlah warga mengunggah video kejadian tersebut dan meminta bantuan agar korban segera diselamatkan. Meski demikian, proses penyelamatan memakan waktu cukup lama karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.





