Gubernur NTT Dorong SMK/SMA di Kabupaten Ende Jadi Penyedia Bahan Mentah Program MBG
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan arahan kepada sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Ende untuk dapat berperan sebagai penyangga atau penyedia bahan mentah bagi program Makanan Beragam Bergizi (MBG). Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat keterlibatan institusi pendidikan dalam mendukung pangan lokal dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Pada acara peresmian NTT Mart by OSOP dan Dapur Flobamorata di SMKN 2 Ende pada Minggu (19/4/2026), Gubernur NTT mengajak SMK/SMA yang telah terlibat dalam program MBG untuk melibatkan siswa-siswinya dalam produksi bahan baku yang akan disuplai ke dapur MBG. Dengan demikian, para siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga aktif dalam pengembangan ekonomi lokal.
SMK Negeri 6 Detukeli Siap Menjadi Supplier
Menanggapi arahan tersebut, Kepala SMK Negeri 6 Detukeli, Herman Bheo, menyatakan bahwa pihaknya siap menjadi supplier bahan mentah untuk dapur MBG di wilayah Kecamatan Detukeli. Ia juga menyambut baik program NTT Mart by OSOP dan Dapur Flobamorata, yang sejalan dengan tujuan nasional dalam meningkatkan pangan lokal.
Herman Bheo, yang baru satu bulan menjabat sebagai kepala sekolah, menjelaskan bahwa SMK Negeri 6 Detukeli memiliki dua jurusan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat, yaitu pertanian dan peternakan. Hal ini memberikan peluang bagi siswa untuk menghasilkan produk yang bisa dipasarkan dan digunakan dalam program MBG.
Saat ini, SMK Negeri 6 Detukeli mengelola tiga jurusan unggulan, yakni Agribisnis Tanaman Pertanian Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Jurusan-jurusan ini menjadi dasar dalam pengembangan produk pertanian dan peternakan yang dapat didistribusikan ke masyarakat.
Permintaan untuk Melanjutkan Pembangunan Gedung Sekolah
Selain itu, Herman Bheo juga meminta agar pembangunan lima gedung sekolah yang dimulai pada tahun 2013 lalu dilanjutkan. Permintaan ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan sekolah yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas tanaman hortikultura. Gubernur NTT langsung menyetujui permohonan ini dan meminta Kadis PKO untuk mencatatnya.
Pada kesempatan yang sama, siswa-siswi SMK Negeri 6 Detukeli memamerkan hasil pertanian hortikultura yang diminati oleh Gubernur NTT. Produk-produk ini diharapkan dapat mendukung program Nasional, khususnya program MBG di Kabupaten Ende dan wilayah Kecamatan Detukeli.
Produksi Tanaman Hortikultura dan Peternakan Unggas
Saat ini, SMK Negeri 6 Detukeli telah berhasil memproduksi tanaman hortikultura dan hasil peternakan unggas dari dua jurusan yang ada. Sebanyak enam bedeng tomat dapat menghasilkan 15-20 kantong tomat setiap kali panen. Meskipun saat ini belum bisa menyuplai ke dapur MBG, pihak sekolah sedang fokus untuk meningkatkan hasil produksi dari tiga lahan yang ada.
Selain tomat, sekolah ini juga menghasilkan berbagai jenis sayuran dan kacang panjang. Sementara itu, jurusan Agribisnis Ternak Unggas telah berhasil melakukan panen dan sedang melakukan pengadaan bibit baru berupa 200 ekor ayam.
Produksi dari jurusan ini cukup membantu pasokan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Detukeli dan wilayah lain di Kabupaten Ende. Dengan adanya kerja sama antara SMK Negeri 6 Detukeli dan program MBG, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pangan lokal serta memperkuat ekonomi masyarakat setempat.






