Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan atas Malut United dengan skor 2-0 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Kamis (23/4). Hasil ini menjadi titik balik bagi Green Force setelah sebelumnya mengalami tren negatif. Namun, di balik kemenangan tersebut, suara-suara evaluasi dari para suporter, khususnya Bonek, mulai menggema.
Evaluasi Performa Tim
Meski hasil akhir menunjukkan kemenangan, banyak hal yang dinilai perlu diperbaiki. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah performa Pedro Matos, gelandang asal Brasil yang belum mampu memberikan kontribusi maksimal. Sejak didatangkan pada paruh musim lalu, ekspektasi tinggi belum terpenuhi sepenuhnya. Banyak suporter menyampaikan kritik tajam melalui media sosial.
- “Alhamdulillah, Pedro karo Malik tolong dinotice, Min. Lek sampek akhir musim gak berubah mungkin musim ngarep iso ga diperpanjang,” tulis salah satu suporter.
- “PR masih sama Matos Perovic Malik masih sering salah passing, chemistry gada dan tidak bisa memanfaatkan peluang,” tulis Bonek lainnya.
- “Hasil setelah Matos ditarik keluar,” tulis komentar singkat yang cukup menohok.
- “Matos sesuk di kancingi sek ae,” tulis salah satu akun, menandakan harapan agar sang pemain dicadangkan di laga berikutnya.
Pujian untuk Milos Raickovic
Di sisi lain, ada pujian yang mengalir ke Milos Raickovic yang tampil konsisten. Beberapa suporter menyampaikan apresiasi terhadap penampilannya.
- “Pemain lak main di kiro g ketok Lk g main keroso yh iku @milos_rai tp lak Matos fix anak emas,” tulis seorang Bonek.
Selain itu, ada juga komentar bernada satir yang ramai diperbincangkan.
- “Semua sayang Matos,” tulis salah satu akun, kalimat sederhana yang justru penuh makna ironi.
Data Statistik Pedro Matos
Jika melihat statistik Pedro Matos di laga tersebut, kritik tersebut memiliki dasar. Dia mencatatkan nol gol dan assist, tanpa satu pun key passes yang berujung peluang matang. Meskipun akurasi operan cukup baik dengan 16 dari 21 operan sukses atau 76 persen, efektivitas di area lawan masih menjadi masalah.
Dari sisi dribel, Pedro cukup aktif dengan tiga keberhasilan dari empat percobaan. Tapi delapan kali kehilangan bola menjadi catatan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Kontribusi bertahan pun terbilang minim untuk ukuran gelandang modern. Dia hanya mencatat tiga kontribusi defensif dengan dua intersep tanpa tekel sukses.
Gaya Bermain dan Efektivitas
Secara gaya bermain, Pedro sebenarnya punya kelebihan dalam olah bola. Dia lincah, agresif mengejar lawan, dan cukup percaya diri dalam duel satu lawan satu. Namun masalah utamanya terletak pada efektivitas. Terlalu lama menggocek sering membuat momentum serangan terbuang sia-sia.
Di laga berikutnya, peran Pedro sebenarnya cukup jelas. Kurangi gocekan yang tidak perlu dan lebih fokus pada kontribusi langsung seperti assist atau tembakan ke gawang.
Persiapan Menghadapi Derby Jawa Timur
Laga berikutnya bukan pertandingan biasa. Green Force akan menghadapi rival bebuyutan, Arema FC, dalam Derby Jawa Timur yang sarat gengsi. Pertandingan pekan ke-30 Super League 2025/2026 itu dijadwalkan berlangsung Selasa (28/4) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Laga ini dipastikan berjalan panas meski digelar di tempat netral. Tekanan dari suporter dan rivalitas panjang membuat setiap detail kecil bisa menentukan hasil akhir. Dalam konteks ini, keputusan memainkan atau mencadangkan Pedro Matos menjadi krusial. Salah langkah bisa berdampak besar pada performa tim secara keseluruhan.
Kemenangan atas Malut United memang penting untuk mengangkat moral tim. Tapi kritik Bonek menjadi pengingat bahwa standar mereka jauh lebih tinggi. Green Force tidak hanya dituntut menang, tapi juga tampil meyakinkan. Kombinasi hasil dan performa menjadi harga mati di mata suporter.
Kini semua mata tertuju pada laga derby nanti. Apakah Pedro Matos mampu menjawab kritik atau justru semakin terpinggirkan, waktu yang akan menjawab.







