Aksi Tang Sin Termuda dan Tertua dalam Perayaan Cap Go Meh 2026 di Manado
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi sorotan utama karena kehadiran dua tokoh yang menarik perhatian masyarakat, yaitu Vincent, Tang Sin termuda, dan Ho Marinka, Tang Sin tertua. Kehadiran keduanya tidak hanya menunjukkan bahwa tradisi Goan Siau telah berlangsung lama, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi ini terus bertahan lintas generasi.
Vincent, yang berusia 21 tahun, merupakan seorang mahasiswa dan anggota generasi Z. Ia berasal dari Kelenteng TITD Ban Hing Kiong dan merupakan turunan keenam dari keluarga Tang Sin. Ia menggantikan ayahnya dalam menjalankan tugas sebagai medium spiritual dalam kepercayaan Tridharma. Sementara itu, Ho Marinka, yang berusia 70-an, merupakan Tang Sin yang sudah sangat dikenal oleh warga Manado. Ia berasal dari Kelenteng TITD Hok Tek Cin Sin di Paal IV Manado.
Tang Sin dalam kepercayaan Tridharma adalah perantara antara roh Suci dan manusia. Melalui aksi mereka, roh Suci membawa berkat dan menebus kelemahan serta dosa umat. Aksi Vincent dan Ho Marinka dalam perayaan Cap Go Meh 2026 menarik banyak perhatian, terutama melalui media sosial. Warga mengagumi semangat dan dedikasi Vincent yang masih muda namun memiliki tanggung jawab besar sebagai duta Allah.
Vincent mengaku melakukan beberapa persiapan untuk tugasnya sebagai Tang Sin. Ia melakukan puasa Cia Cai dan sembahyang. Meski ada rasa khawatir, ia percaya bahwa para roh Suci akan melindungi dirinya. “Saya yakin para roh Suci atau Sin Beng akan selalu melindungi,” ujarnya.
Perayaan Cap Go Meh dan Kehadiran Tokoh Pemerintah
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Manado mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh pemerintah. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, dan Wali Kota Manado Andrei Angouw hadir dalam perayaan tersebut. Mereka merayakan Cap Go Meh bersama umat Khonghucu di Klenteng Kong Zi Miao.
Kehadiran gubernur, wali kota, dan Forkompimda memberikan rasa syukur bagi umat Khonghucu. Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Manado, Js Heintje Lintong, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. “Kami bersyukur dan bangga karena pemerintah turut merayakan Goan Siau di Klenteng Kong Zi Miao,” katanya.
Menurut Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Sulawesi Utara, Ws Pon Riano Bagy, Cap Go Meh merupakan penutup rangkaian sembahyang Imlek. “Perayaan tahun baru sudah selesai, dan umat kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Riano.
Atraksi Budaya dan Ritual Keagamaan
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Manado sangat meriah dengan berbagai atraksi budaya dan ritual keagamaan. Ribuan orang memadati Kawasan Pertokoan 45 (Pecinan) Manado. Jalan-jalan yang menjadi rute arak-arakan seperti Jalan DI Panjaitan, Jalan Soetomo, dan Jalan Walanda Maramis dipadati warga.
Barisan Penari Kabasaran membuka arak-arakan barisan non ritual. Para penari perang tampil paling depan. Selain Kabasaran, musim Bambu Klarinet juga ikut ambil bagian dalam perayaan ini. Tampil juga barisan Paskibraka Kota Manado, drumband pelajar, BKSAUA, siswa SMP Sekolah Rakyat Manado, atlet dansa IODI, dan atlet wushu.
Atraksi barongsai yang berkolaborasi dengan Tarian Naga menjadikan perayaan ini semakin meriah. Setiap perkumpulan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) hadir dengan barongsai dan Tari Naga. Ada juga yang membawa kelompok musim bambu bersama dalam rombongan.
Memperkuat Kerukunan dan Harmoni Nusantara
Komisariat Perhimpunan TITD Sulawesi Utara, Ferry Sondakh, mengungkapkan bahwa perayaan Cap Go Meh kali ini istimewa karena bertepatan dengan Bulan Ramadan dan Minggu Sengsara. “Ini momen memperkuat kerukunan Sulawesi Utara yang cinta damai,” katanya.
Tema perayaan Cap Go Meh tahun ini adalah Harmoni Nusantara. Sondakh menekankan bahwa Cap Go Meh memiliki makna bahwa Tuhan sebagai penguasa alam semesta. “Perayaan ini mengandung makna semua mahluk hidup hidup selaras dengan alam,” katanya.
Perayaan Cap Go Meh berlangsung hingga malam hari. Ribuan warga rela menyaksikan perayaan itu hingga selesai. Pesta kembang api menutup rangkaian Cap Go Meh. Langit Pecinan Manado terang benderang. Ribuan warga pun bersorak di kampung Cina.






