Identitas Pelaku Ancaman Terhadap Petugas Damkar Depok Terungkap
Sebuah pesan ancaman yang sempat memicu kegaduhan di kalangan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok akhirnya terungkap identitas pelakunya. Diketahui, pelaku bukanlah anggota aparat penegak hukum seperti yang sempat dicurigai, melainkan seorang buruh harian lepas asal Subang, Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh pihak berwajib setelah melakukan penyelidikan intensif.
Penyelidikan Mengarah pada Seorang Buruh Harian
Pengungkapan identitas pelaku dilakukan melalui metode profiling yang mengandalkan data terbuka di internet. Menurut Kombes Manang Soebeti dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, data seperti ini banyak tersedia di berbagai website. “Data seperti itu banyak, data kayak gitu ada di website mana-mana, ini data profiling biasa,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelusuran, pelaku diketahui bernama Wawan Gunawan. Ia adalah seorang buruh harian lepas dengan latar belakang kehidupan sederhana. Selain itu, pelaku tidak memiliki keterkaitan dengan institusi mana pun, sehingga aksinya dilakukan secara mandiri.
Ancaman Tidak Dianggap Serius
Meskipun pesan ancaman tersebut menimbulkan keresahan, pihak berwajib memastikan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai teror serius. Alasannya, ancaman hanya terjadi satu hingga dua kali dan tidak disertai tindakan lanjutan. “Kalau teror itu pasti intens dong, misalnya di-spam atau didatangi. Kalau hanya WhatsApp, siapa pun bisa melakukannya, hanya iseng itu bisa, terpancing emosi bisa,” kata Manang.
Tujuan utama dari pengungkapan identitas pelaku adalah untuk meluruskan asumsi masyarakat yang mengaitkan pesan ancaman tersebut dengan institusi kepolisian. “Dan yang paling penting, tuduhan yang dikomentarkan itu kan arahnya yang meneror dicurigai adalah polisi. Nah itu aja yang saya ingin buktikan bahwa (peneror) bukan polisi,” tambahnya.
Awal Mula Teror
Awal teror terjadi setelah petugas Damkar Khairul Umam membuat konten edukasi tentang fungsi helm. Konten tersebut menyampaikan bahwa helm digunakan untuk melindungi kepala petugas, bukan untuk membunuh. Konten ini viral setelah kasus seorang anggota Brimob yang membunuh siswa menggunakan helm saat di jalan raya.
Khairul Umam kemudian mendapatkan teror melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan pertama, pengirim mengaku sebagai penggemar dan meminta Khairul berhati-hati serta menjaga keselamatannya. Namun, pesan selanjutnya berisi ancaman yang membuatnya merasa terancam.
Pengirim pesan juga menyebut alamat lengkap rumah Khairul dan keluarganya, serta mengetahui nama orangtuanya. Meskipun demikian, Khairul menyatakan bahwa konten yang dibuatnya murni bertujuan edukasi dan hiburan. Ia menegaskan bahwa tidak ada narasi dalam kontennya yang menyebut atau menyinggung institusi tertentu.
Kecurigaan dan Spekulasi
Konten Khairul Umam menimbulkan spekulasi dan kecurigaan di kalangan masyarakat. Banyak yang mengira bahwa pesan ancaman tersebut berasal dari aparat penegak hukum. Namun, setelah penyelidikan dilakukan, identitas pelaku terungkap dan dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan institusi tersebut.
Kasus Pembunuhan Bocah SMP
Selain kasus ancaman terhadap petugas Damkar, masyarakat kembali dikejutkan oleh kasus pembunuhan seorang bocah berusia 14 tahun. AT (14), warga Tual, Maluku, tewas setelah kepalanya dipukul menggunakan helm baja oleh anggota Brimob. Kejadian ini terjadi saat AT sedang mengemudikan kendaraan bermotor bersama kakaknya. Pemukulan diduga karena AT dituduh terlibat dalam balap liar.
AT meninggal setelah kehilangan kendali dan terjatuh. Meskipun sempat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Kasus ini menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat dan memperkuat kekhawatiran akan keselamatan masyarakat di tengah situasi yang semakin memprihatinkan.







