Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Priyo Sudibyo Pimpin DPD Perpamsi Jatim 2026-2030

    18 Mei 2026

    Ayah Josepha Alexandra, Peserta LCC 4 Pilar MPR RI, Punya Jabatan Penting

    18 Mei 2026

    Kiper Persebaya Yakin Menang, Andhika Hapus Kutukan Semen Padang

    18 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 18 Mei 2026
    Trending
    • Priyo Sudibyo Pimpin DPD Perpamsi Jatim 2026-2030
    • Ayah Josepha Alexandra, Peserta LCC 4 Pilar MPR RI, Punya Jabatan Penting
    • Kiper Persebaya Yakin Menang, Andhika Hapus Kutukan Semen Padang
    • Cara Mudah Menonaktifkan Shopee PayLater, Cek Syaratnya!
    • Dua Warga Maros Ditipu, Bayar Rp60 Juta untuk Jadi Anggota Satpol PP Sulsel
    • Jadwal Shalat Jumat 15 Mei 2026 di Kota-Kota Besar Indonesia
    • Atrial Fibrilasi: Tanda dan Penanganan Risiko Stroke
    • Titi DJ bagikan rahasia kulit glowing dengan retinol alami!
    • Ferdy Sambo Kuliah S2 Teologi dari Penjara dengan Beasiswa, Ini Penjelasan Ditjen Pas
    • Panduan lengkap ke Saloka Theme Park dengan tips liburan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Anies: Trump Perintahkan Serangan ke Iran, Soroti Keanggotaan Indonesia di BoP

    Anies: Trump Perintahkan Serangan ke Iran, Soroti Keanggotaan Indonesia di BoP

    adm_imradm_imr16 Maret 202610 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Anies Baswedan Kritik Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

    Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengkritik keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP), lembaga yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Ia menyoroti bahwa AS dan Israel, yang juga menjadi anggota BoP, telah melakukan serangan ke Iran, meskipun tidak ada perintah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Anies menyatakan bahwa Iran bukan ancaman nyata terhadap negara lain, dan serangan tersebut dilakukan tanpa mandat internasional. Ia mempertanyakan apakah langkah Indonesia tetap menjadi anggota BoP sesuai dengan prinsip perdamaian dan kemerdekaan yang dianut oleh Indonesia.

    Sejarah dan Prinsip Indonesia dalam Perdamaian

    Dalam pernyataannya, Anies menekankan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menolak penjajahan dan berkomitmen pada perdamaian global. Hal ini tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

    Anies juga menyoroti bahwa Indonesia merupakan pelopor Konferensi Asia-Afrika dan gerakan non-blok, yang menjadikannya sebagai suara kuat bagi negara-negara dunia ketiga. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional.

    Kritik terhadap Board of Peace

    Board of Peace, yang dibentuk oleh Trump dalam rangka rekonstruksi Gaza pasca-serangan Israel, disebut oleh Anies tidak lagi dapat diandalkan sebagai organisasi perdamaian. Menurutnya, ketua BoP, yaitu Trump, justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel tanpa mandat PBB.

    Anies menegaskan bahwa keluar dari BoP bukan berarti Indonesia anti-perdamaian, melainkan merupakan bentuk kebijakan luar negeri bebas aktif yang sesuai dengan prinsip negara. Ia menilai bahwa Indonesia tidak boleh memberi “karpet merah” kepada pelaku pelanggaran hukum internasional.

    Desakan dari Berbagai Pihak

    Selain Anies, desakan agar Indonesia keluar dari BoP juga datang dari berbagai pihak, termasuk ormas keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). MUI menilai BoP tidak efektif dalam mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina dan mendesak pemerintah mencabut keanggotaan.

    PGI mengecam tindakan militer AS dan Israel terhadap Iran serta konflik di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menilai tindakan brutal tersebut merusak tatanan internasional dan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam deeskalasi konflik.

    Evaluasi Kepemimpinan Indonesia di BoP

    Menurut Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Presiden Prabowo Subianto siap mengevaluasi keanggotaan Indonesia di BoP. Pertemuan antara Prabowo dengan mantan presiden, wakil presiden, dan menlu membahas potensi melemahnya mandat BoP akibat serangan AS dan Israel ke Iran.

    Hassan menyebut bahwa Indonesia juga akan mempertimbangkan kembali rencana pengiriman 8.000 personel TNI dalam misi ISF ke Palestina. Ia menegaskan bahwa opsi keluar dari BoP turut dibahas dalam pertemuan tersebut, dengan Prabowo menyatakan bahwa jika BoP tidak mampu menjalankan misinya, maka Indonesia akan keluar.

    Reaksi Masyarakat dan Dunia Internasional

    Reaksi terhadap keanggotaan Indonesia di BoP tidak hanya datang dari tokoh-tokoh nasional, tetapi juga dari masyarakat luas dan dunia internasional. Banyak pihak menilai bahwa tindakan AS dan Israel tidak sesuai dengan prinsip perdamaian dan hukum internasional. Dengan demikian, keanggotaan Indonesia di BoP dinilai tidak lagi relevan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh negara.

    Langkah yang Diperlukan

    Untuk menjaga reputasi Indonesia sebagai negara yang menjunjung hukum internasional dan perdamaian global, diperlukan langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah evaluasi keanggotaan di BoP, yang tidak lagi mampu menjalankan misinya secara efektif. Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat posisi Indonesia dalam forum-forum internasional lainnya, yang lebih sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Indonesia Dorong BRICS Kuatkan Suara Negara Berkembang

    By adm_imr18 Mei 20261 Views

    Perubahan Kekuatan Global: Perdana Menteri India Kunjungi 5 Negara

    By adm_imr18 Mei 20261 Views

    Xi peringatkan Trump soal Taiwan, titik sensitif hubungan bilateral AS-China

    By adm_imr18 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Priyo Sudibyo Pimpin DPD Perpamsi Jatim 2026-2030

    18 Mei 2026

    Ayah Josepha Alexandra, Peserta LCC 4 Pilar MPR RI, Punya Jabatan Penting

    18 Mei 2026

    Kiper Persebaya Yakin Menang, Andhika Hapus Kutukan Semen Padang

    18 Mei 2026

    Cara Mudah Menonaktifkan Shopee PayLater, Cek Syaratnya!

    18 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?