Kecelakaan Mobil Honda HR-V di Surabaya
Sebuah kecelakaan mobil terjadi di kawasan Surabaya, Jawa Timur, pada hari Sabtu (7/3/2026) sore. Mobil Honda HR-V yang terlibat dalam kejadian tersebut mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak pembatas jalan di dekat Masjid Al Akbar Surabaya.
Lokasi dan Kondisi Mobil
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Wisma Pagesangan, Jambangan, Surabaya, tepat di sisi selatan pagar Masjid Al Akbar. Menurut laporan dari Tribun Jatim Network, sekitar pukul 17.25 WIB, mobil berwarna hitam bernopol L-1622-CN ditemukan dalam kondisi terbalik. Bodi belakang sisi kanan mobil rusak parah, dengan kaca belakang pecah dan pintu belakang dalam kondisi terbuka.
Sopir mobil, yaitu Harijono, berhasil dievakuasi keluar dari kendaraannya oleh pengendara dan warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Setelah dievakuasi ke bahu jalan, sopir ditenangkan hingga petugas medis Pemkot Surabaya tiba untuk memeriksa kondisi kesehatannya.
Proses evakuasi mobil dilakukan dengan menunggu kedatangan truk pemadam jenis crane dari Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, sekitar pukul 17.35 WIB.
Kronologi Kecelakaan
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal. Tidak ada kendaraan lain atau orang lain yang terlibat dalam kejadian tersebut. Berdasarkan informasi dari saksi mata, Zainul, kecelakaan bermula saat mobil melintasi jalan raya di sisi barat masjid. Saat berbelok ke kiri di tikungan menuju sisi selatan masjid, mobil menabrak trotoar.
Akibatnya, bodi mobil terpental ke udara sekitar dua meter melebihi tiang besi pagar pembatas jalan. Hingga akhirnya mobil terpelanting dalam keadaan terbalik dan melintang di tengah jalan.
Zainul menjelaskan bahwa mobil tersebut langsung banting ke kanan setelah keluar dari tol, kemudian terbalik. Ia menduga bahwa mobil itu naik ke trotoar dan terbang sebelum akhirnya terbalik.
Kondisi Sopir dan Penyebab Kecelakaan
Setelah melihat kejadian tersebut, Zainul langsung berlari ke lokasi untuk memeriksa kondisi pengemudinya. Ia menemukan bahwa mobil tidak membawa penumpang dan hanya memiliki sopir sendirian. Sopir mengalami luka ringan tetapi masih sadar dan mampu berkomunikasi.
Menurut Zainul, kecelakaan ini diduga disebabkan karena pengemudi dalam keadaan mengantuk. Ia menyatakan bahwa sopir sedang sendirian dan kemungkinan besar terkena kantuk saat berkendara.
Kesimpulan
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi para pengemudi untuk tetap waspada dan tidak mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk. Selain itu, pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara serta perawatan jalan yang baik agar dapat mengurangi risiko kecelakaan di masa depan.






