Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal Final Liga Champions dan Wasit yang Mengawasi Laga PSG vs Arsenal

    17 Mei 2026

    Wisata hemat di Kuningan untuk liburan akhir pekan

    17 Mei 2026

    Dhifla Wiyani: Mekanisme DPA dan Keadilan Restoratif dalam KUHP Baru

    17 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 18 Mei 2026
    Trending
    • Jadwal Final Liga Champions dan Wasit yang Mengawasi Laga PSG vs Arsenal
    • Wisata hemat di Kuningan untuk liburan akhir pekan
    • Dhifla Wiyani: Mekanisme DPA dan Keadilan Restoratif dalam KUHP Baru
    • Debi Sagita Umumkan Kehamilan Pertama dengan Marco Ivanos
    • Sisi Tersembunyi Gelar “Haji”
    • Eropa Siap Berunding, Putin Sebut Nama Ini
    • 5 Shio Paling Beruntung Hari Ini, Keberuntungan Menanti Babu dan Kelinci
    • Tips Mengatur Keuangan Suami Meski Punya Banyak Hobi
    • Dinamika Ekonomi Global, Reksa Dana Jadi Pilihan Investor
    • Strategi licik wanita Surabaya bobol tabungan Rp2 miliar dan emas 1 kg
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Ombudsman Perhatikan MBG Ramadan, Siswa Bawa Kue dan Kurma Kering

    Ombudsman Perhatikan MBG Ramadan, Siswa Bawa Kue dan Kurma Kering

    adm_imradm_imr22 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Keluhan Orang Tua Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa selama Ramadan di Kota Pangkalpinang mendapat perhatian khusus dari sejumlah orang tua. Menu makanan yang disediakan dinilai belum memenuhi standar gizi yang seharusnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak.

    Pengalaman Orang Tua

    Kurniasih (37), warga Pangkalpinang, mengungkapkan keheranannya terhadap isi paket MBG yang dibawa pulang oleh anaknya yang duduk di bangku SD dan SMP. Ia menyebutkan bahwa menu yang diterima sering kali tidak sesuai dengan harapan.

    “Anak saya pernah menerima satu potong bolu pasar, empat butir kurma, serta tiga potong kecil ubi rebus dengan gula aren. Sementara untuk anak SD, pernah juga dapat dua butir kurma, onigiri, dan telur kukus,” jelas Kurniasih.

    Ia menilai bahwa porsi makanan terlalu kecil dan beberapa bahan makanan seperti kurma terkadang dalam kondisi kering dan kurang segar. Bahkan, ada beberapa kali menu yang diterima termasuk makanan olahan atau ultra processed food (UPF), yang menurutnya tidak sejalan dengan tujuan program MBG.

    Masalah Distribusi Makanan

    Selain itu, Kurniasih mengeluhkan waktu distribusi makanan yang dilakukan saat siswa sedang berpuasa. Menurutnya, hal ini membuat anak-anak lebih mudah tergoda untuk buka puasa di sekolah.

    “Kenapa harus dibagikan saat anak-anak puasa? Mereka jadi tergoda untuk buka di sekolah,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti kurangnya penjelasan mengenai kandungan gizi dari makanan tersebut. “Saya tidak tahu takaran gizinya di mana. Protein berapa, karbohidrat berapa. Tidak ada penjelasan,” tambahnya.

    Keluhan Orang Tua Lainnya

    Rahayu (33), warga Semabung Lama, juga menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, menu MBG yang diterima anaknya cukup beragam, tetapi sebagian besar berupa makanan ringan seperti kue kering dan kurma. Ia mengaku sempat heran dengan beberapa menu yang diterima, seperti pempek dan brownies.

    “Biasanya tidak dimakan. Kadang malah lupa dikeluarkan dari tas. Pernah juga dibuang karena anaknya tidak tertarik,” ujar Rahayu.

    Tika (45), orang tua siswa di Pangkalpinang, juga mengatakan bahwa menu yang diterima anaknya tidak jauh berbeda dengan siswa di jenjang SD dan SMP. Ia menilai menu tersebut belum cukup untuk menggantikan makanan utama bagi siswa.

    Aturan Menu MBG

    Program MBG dijalankan berdasarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan Badan Gizi Nasional. Dalam aturan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menggunakan tote bag untuk pengemasan makanan serta menerapkan standar operasional keamanan pangan, termasuk pengecekan masa kedaluwarsa dan izin edar seperti PIRT.

    Menu MBG secara tegas dilarang berupa makanan kemasan pabrikan atau ultra processed food. Penyelenggara juga diminta menyediakan dua tas jinjing berbeda warna bagi setiap penerima manfaat sebagai sistem tukar harian guna menjaga kebersihan distribusi.

    Tuntutan Transparansi

    Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung memberikan perhatian terhadap keluhan masyarakat. Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Ombudsman Babel, Kgs Chris Fither, menekankan pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan layanan publik.

    “Penyelenggara layanan perlu memastikan keterbukaan informasi mengenai standar menu dan gizi, mekanisme pengelolaan anggaran, serta sistem distribusi makanan kepada penerima manfaat,” ujarnya.

    Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian menu MBG, Ombudsman tetap melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program tersebut.

    Penjelasan Mitra SPPG

    Mitra SPPG Air Seruk, Anjas Ansari, menjelaskan bahwa penyusunan menu MBG selama Ramadan telah melalui berbagai pertimbangan, mulai dari biaya makanan (foodcost), waktu konsumsi, hingga kesesuaian menu dengan usia penerima manfaat.

    Menurutnya, terdapat perbedaan porsi antara penerima kategori kecil dan besar. Menu kering dipilih agar tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Selain itu, penyusunan menu juga mempertimbangkan kecocokan bahan makanan, ketersediaan bahan lokal, serta kemungkinan alergi pada penerima manfaat.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kuliner Legendaris Jadi Hits dengan QRIS, Jadah Tempe Mbah Carik 76 Tahun Tetap Eksis

    By adm_imr17 Mei 20260 Views

    Sering Ngantuk dan Haus? Bisa Jadi Terlalu Banyak Gula

    By adm_imr17 Mei 20260 Views

    Sambal Bu Rudy Kini Hadir di The People’s Cafe

    By adm_imr17 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal Final Liga Champions dan Wasit yang Mengawasi Laga PSG vs Arsenal

    17 Mei 2026

    Wisata hemat di Kuningan untuk liburan akhir pekan

    17 Mei 2026

    Dhifla Wiyani: Mekanisme DPA dan Keadilan Restoratif dalam KUHP Baru

    17 Mei 2026

    Debi Sagita Umumkan Kehamilan Pertama dengan Marco Ivanos

    17 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?