Kontes Lele Lamongan: Kemeriahan dan Semangat Masyarakat
Kontes Lele Lamongan yang diadakan pada Minggu (8/3/2026) sore lalu menjadi momen yang sangat istimewa bagi masyarakat setempat. Acara ini digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Dinas Perikanan, Diskoperindag, dan Dekranasda. Acara ini merupakan pertama kalinya diadakan dan akan menjadi agenda tahunan bersama Pemkab Lamongan.
Pemenang Kontes Lele
Dalam kontes tersebut, terdapat tiga pemenang yang masing-masing memiliki berat ikan lele melebihi 10 kilogram, 9 kilogram, dan 7 kilogram. Ikan lele yang menjuarai kontes ini mendapatkan perhatian khusus dari para undangan, pengunjung, serta peserta yang hadir.
Salah satu momen paling menarik dalam acara ini adalah sesi pelelangan ikan lele juara. Para peserta saling bersaing untuk mendapatkan ikan lele yang memiliki kualitas terbaik. Akhirnya, lele juara pertama dengan berat lebih dari 10 kilogram dilelang dengan harga Rp 25 juta kepada salah satu keluarga dari Masjid Namira, yakni Albert.
Pengalaman Albert dan Aditya
Albert mengaku sangat terkesan dengan kualitas lele yang ditampilkan dalam kontes tersebut. Menurutnya, ikan yang dilelang memang memiliki kualitas yang sangat baik. “Hasilnya keren banget tadi, kata kakekku harus menang. Mau tidak mau harus menang dan akhirnya dilelang 25 juta. Tadi juga seperti diajari teknik lelang untuk membuat yang lain tertarik,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain Albert, Pradita Aditya, seorang pengusaha bahan bangunan Duta Merpati juga menghargai lele juara kedua dengan berat 9 kilogram lebih dengan harga Rp 20 juta rupiah. Aditya menyampaikan dukungan terhadap inisiatif PWI dan dinas terkait dalam menggelar Kontes Lele sebagai ikon Lamongan.
Penyaluran Dana Lelang
Nantinya, sebagian hasil total lelang akan disalurkan ke program bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan. Pelelangan ini menjadi salah satu momen paling meriah dalam rangkaian Kontes Lele Lamongan, sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap budidaya lele yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Lele sebagai Simbol Keuletan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengapresiasi ide cerdas para wartawan anggota PWI Lamongan. Ia berharap Kolela ini akan digelar setiap tahun dan tidak berhenti di sini saja. Lele menjadi simbol keuletan masyarakat dan kebangkitan ekonomi Lamongan.
Menurutnya, lele memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Ikan lele dikenal lincah, mampu bertahan dalam berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat. Nilai-nilai tersebut dinilai mencerminkan semangat masyarakat Lamongan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Lele sebagai Sumber Penghidupan
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko menyampaikan bahwa ikan lele memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Lamongan. Tidak hanya sebagai komoditas perikanan, lele juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
Menurut Kadam, dari usaha budidaya hingga kuliner berbahan baku lele, banyak rumah tangga di Lamongan yang menggantungkan perekonomiannya pada komoditas tersebut. Karena itu, keberadaan lele memiliki nilai strategis bagi masyarakat.
Festival Penyet Lele
Kontes Lele Lamongan sendiri ditutup dengan kemeriahan festival penyet lele bersama 100 peserta gabungan TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan DWP Lamongan. Acara ini menjadi bukti bahwa lele tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga membawa identitas daerah.






