Persaingan Ketua KONI Kabupaten Malang Memperlihatkan Partai Politik Terlibat
Bursa pencalonan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang yang akan digelar dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 14 Februari 2026 mendatang, mulai menunjukkan adanya keterlibatan tiga partai besar. Hal ini membuat persaingan semakin ketat dan memicu perhatian publik.
Beberapa nama calon ketua KONI telah muncul, dan mayoritas di antaranya adalah politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Nama-nama tersebut meliputi Darmadi, Ir Kholik MAP, Zia’ul Haq, serta Unggul Nugroho.
Darmadi, anggota dewan empat periode dari PDIP, membutuhkan restu dari partainya sebelum mencalonkan diri. Pasalnya, pencalonannya tidak bisa dilepaskan dari pengaruh partai yang memiliki nama besar. Jika terjadi benturan atau adu kekuatan, maka tiga partai besar yang menjadi koalisi pendukung Bupati HM Sanusi MM di Pilkada 2024 lalu, bisa berubah menjadi pesaing satu sama lain di gedung dewan.
Didik Gatot Subroto, ketua DPC PDIP, menyatakan bahwa pihaknya merestui pencalonan Darmadi. Namun, ia menegaskan bahwa Darmadi harus mampu membawa kondisi KONI lebih baik jika terpilih nanti.
“Kami jamin, nggk sampai seperti itu. Mereka itu para politisi senior, yang sangat tahu batas, ini benturan kekuatan atau benturan kepentingan,” ujar Didik, Jumat (23/1/2026).
Restu Partai untuk Darmadi
Didik mengatakan bahwa Darmadi harus bisa diterima oleh 69 ketua Cabor (Cabang Olahraga), lalu membangun kepercayaan dan bisa memprioritaskan mana olah raga yang disuka masyarakat dan bisa membawa nama harum Kabupaten Malang.
Selain itu, Darmadi juga harus loyal dan royal agar suaranya didengar. “Terlepas dari itu semua, ia harus loyal dan royal, biar suaranya didengar,” tambah Didik, mantan ketua DPRD Kabupaten Malang.
Kholik MAP: Fokus pada Prestasi Atlet
Ir H Kholik MAP, anggota dewan tiga periode dari PKB, mengatakan bahwa ia sudah tidak perlu izin karena dirinya juga ketua DPC PKB. Yang penting dari pencalonannya ini, Gus Kholik ingin membawa atlet KONI bisa juara umum pada Porprov Jatim ke depan.
“Kami punya cara kalau soal itu, nggak usah khawatir,” ujar Gus Kholik, yang juga seorang pengusaha tebu dengan lahan sekitar 35 hektare (Ha), gula tetes, dan peternakan ayam 12 ribu ekor (ayam boiler atau pedaging dan layer (petelor)) ini.
Zia’ul Haq: Siap Berjuang Meski Lawan dari Gedung Dewan
Sementara itu, Zia’ul Haq, anggota dewan tiga periode dari Gerindra, mengaku sudah dapat izin partainya. Saat ini, ia tinggal mengondisikan dukungan dari para ketua Cabor.
“Saya berani maju ini karena disuruh, sehingga kami akan all out meski lawan kami itu teman-teman sendiri di gedung dewan,” ujar Zia’ul Haq, ketua Komisi IV itu.
Tantangan dan Harapan untuk KONI Kabupaten Malang
Persaingan ini tidak hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana KONI Kabupaten Malang bisa meningkatkan prestasi olahraga daerah. Setiap calon ketua memiliki visi dan misi masing-masing, namun yang terpenting adalah kemampuan mereka dalam membangun konsensus dan menjaga stabilitas organisasi.
Dengan adanya keterlibatan partai politik, situasi ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi KONI. Namun, jika semua pihak bisa bekerja sama dengan baik, maka KONI Kabupaten Malang bisa menjadi contoh dalam menjaga harmonisasi antara olahraga dan politik.







