Kronologi Teror yang Diterima Kader PDIP Palti Hutabarat
Palti Hutabarat, seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dilaporkan menerima teror beruntun di Deli Serdang. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan desakan dari kuasa hukumnya agar aparat segera mengusut kasus tersebut.
Awal Teror: Dua Paket COD Mencurigakan
Kronologi teror dimulai dengan dua paket COD yang dikirim ke rumah keluarga Palti. Pertama, pada Jumat (13/3/2026) sore, paket COD pertama tiba. Keluarga Palti menolak paket tersebut karena tidak pernah memesan. Bahkan setelah mengonfirmasi langsung ke Palti, ia menyatakan tidak pernah mengirimkan paket ke rumah orangtuanya.
Keesokan harinya, Sabtu (14/3/2026), datang paket COD kedua. Isi paket tersebut mencurigakan karena dikirim atas nama ayah Palti yang telah meninggal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pengiriman tersebut bukanlah hal biasa. Seperti sebelumnya, paket ini juga tidak dibuka dan langsung dikembalikan.
Pelemparan Bangkai Kepala Anjing
Puncak dari teror ini terjadi pada Rabu (18/3/2026), saat bangkai kepala anjing dilemparkan ke depan rumah Palti. Menurut keterangan dari Wiradarma Harefa, kuasa hukum Palti, kejadian ini terjadi sekitar pukul 10-12 malam. Pagi harinya, pada jam 7, keluarga Palti menemukan benda tersebut di depan rumah.
Selain itu, Palti juga menerima kiriman meme intimidatif melalui WhatsApp. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran terhadap keselamatan dirinya.
Desakan Kuasa Hukum
Wiradarma Harefa dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. Ia mengecam aksi teror yang dianggap biadab dan tidak manusiawi, terutama karena menggunakan binatang sebagai alat teror.
Ia juga menyoroti kasus-kasus serupa sebelumnya, seperti pelemparan bom molotov terhadap mobil Risman Lase di Sibolga, penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus KontraS, serta ancaman terhadap DJ Donny, Virdian, Sherly, Tiyo Ardianto, Bocor Alus Tempo, dan lainnya.
Reaksi Palti Hutabarat
Palti Hutabarat aktif dalam media sosial, khususnya di akun @paltiwest yang memiliki 23,7 ribu pengikut. Ia sering kali menyoroti isu politik dan mengkritisi pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Setelah menerima teror, Palti memposting beberapa foto tentang anjing yang dilemparkan ke rumahnya. Dalam postingannya, ia menyampaikan rasa marah dan kekecewaan terhadap tindakan yang dilakukan oleh pelaku.
“Kami coba rekonstruksi anjing yang kepalanya dipenggal hanya untuk alat teror,” tulis Palti.
Ia juga menulis bahwa rakyat Indonesia tidak perlu takut bersuara dan mengkritik pemerintah yang menggunakan uang pajak kita. Meskipun diteror, ia tetap menegaskan bahwa mereka tidak boleh diam demi anak cucu dan demi INDONESIA RAYA.
Penutup
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan terhadap individu yang aktif dalam dunia politik dan media sosial. Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa tindakan teror harus segera ditangani oleh aparat penegak hukum.






