Permintaan Bunga Ziarah di Jombang Meningkat Drastis
Permintaan bunga untuk keperluan ziarah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Fenomena ini membuat para pedagang bunga merasakan rezeki yang meningkat, terutama karena tingginya minat masyarakat untuk melakukan tradisi nyekar.
Kenaikan Harga Bunga Tabur
Salah satu dampak dari lonjakan permintaan adalah kenaikan harga bunga tabur. Harga bunga yang sebelumnya berkisar Rp 20 ribu per kantong kini melonjak hingga mencapai Rp 100 ribu. Kenaikan ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu naiknya biaya pasokan dari distributor dan tingginya permintaan pasar.
Setiap paket bunga biasanya berisi campuran bunga seperti mawar, kenanga, dan bunga pacar yang umum digunakan dalam ritual ziarah. Meski harganya meningkat tajam, pembeli tetap antusias untuk membeli bunga tersebut.
Aktivitas Jual Beli yang Ramai
Aktivitas jual beli bunga terlihat sangat ramai di kawasan Jalan RE Martadinata, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Lapak-lapak bunga diserbu oleh pembeli sejak pagi hari hingga sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan bunga untuk keperluan ziarah sangat tinggi menjelang Lebaran.
Anton (30), salah satu pedagang bunga, mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli mulai terasa sekitar lima hari terakhir. Ia menyebut bahwa peningkatan permintaan mencapai setengah dari kondisi normal. “Sekarang jauh lebih ramai dibanding hari biasa. Sudah hampir seminggu ini peningkatannya terasa,” ujarnya.
Meskipun harga bunga meningkat, Anton mengaku tidak khawatir dengan jumlah pembeli. Ia mengira dengan harga yang tinggi, pembeli akan berkurang, namun kenyataannya justru sebaliknya. “Yang jelas lebih banyak dari biasanya. Kalau pastinya berapa, wah saya jarang menghitung detail,” katanya.
Pembeli Tetap Antusias
Warga tetap membeli bunga meski harus mengeluarkan biaya lebih besar. Elis (40), warga Kecamatan Megaluh, Jombang, mengaku tetap membeli bunga meski harga naik. Ia mencontohkan harga bunga sedap malam yang mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya Rp 10 ribu bisa mendapatkan tiga tangkai, kini hanya cukup untuk satu tangkai.
“Memang mahal, tapi tetap dibeli karena mau ziarah ke makam orang tua,” ungkapnya.
Ahmad (28), warga Kecamatan Peterongan, Jombang, juga menyebut bahwa ia tidak masalah dengan harga tinggi asalkan bisa membawa bunga untuk ziarah ke makam orang tuanya. “Saya rasa tidak masalah, selagi mampu, toh juga barangnya ada dan jelas, untuk kebutuhan saya juga. Rezekinya pedagang,” ungkapnya.
Tradisi Nyekar Tetap Diutamakan
Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi nyekar menjelang Lebaran tetap menjadi bagian penting bagi masyarakat. Di tengah harga yang melonjak, kebutuhan spiritual tetap diutamakan. Para pedagang pun menikmati peningkatan penjualan musiman akibat tingginya permintaan bunga ziarah.






