Israel Mengklaim Membunuh Komandan Angkatan Laut IRGC
Militer Israel mengklaim telah membunuh komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, yang disebut terlibat dalam operasi penambangan dan blokade Selat Hormuz. Klaim ini dilakukan oleh pihak berwenang Israel, meskipun hingga kini Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait peristiwa tersebut.
Menurut laporan yang diberikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Kamis (26/3/2026), operasi tersebut dilakukan dengan presisi tinggi dan menargetkan komandan angkatan laut IRGC bersama sejumlah pejabat senior lainnya. Ia menyatakan bahwa IDF akan terus beroperasi di wilayah Iran dengan kekuatan penuh untuk mencapai tujuan perang.
Tangsiri disebut bertanggung jawab langsung atas operasi teror yang melibatkan pemasangan ranjau dan pemblokiran Selat Hormuz. Operasi ini juga dianggap sebagai pesan penting bagi mitra Amerika Serikat, yang menunjukkan kontribusi IDF dalam membuka kembali Selat Hormuz.
Peran Tangsiri dalam Konflik
Tangsiri menjadi semakin vokal dan sering muncul di media setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan kampanye militer terhadap Iran. Ia dianggap sebagai tokoh kunci di balik blokade hampir total lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Selama konflik, ia aktif di media sosial dan terakhir kali mengunggah di platform X, menyatakan bahwa setiap kapal yang melintasi selat harus berkoordinasi penuh dengan otoritas maritim Iran.
Ia juga kerap membagikan pembaruan terkait operasi Angkatan Laut IRGC di kawasan Teluk. Pernah Dirumorkan Tewas Januari lalu, beberapa saluran Telegram menyebarkan rumor tentang kematian Laksamana Muda Alireza Tangsiri. Namun, menurut laporan Tasnim News Agency pada 31 Januari 2026, informasi tersebut dianggap sebagai hoaks yang berasal dari operasi psikologis oleh kelompok anti-Iran.
Rumor tersebut muncul setelah laporan tentang ledakan besar di daerah pemukiman Bandar Abbas di Iran selatan. Menurut Pemerintah Provinsi Hormozgan, suara yang terdengar di Bandar Abbas terkait dengan ledakan di sebuah rumah tinggal di lingkungan kota. Ledakan tersebut menghancurkan dua lantai gedung dan menyebabkan kerusakan pada beberapa kendaraan dan satu toko. Ada juga laporan tentang beberapa orang yang terluka, tetapi masih belum ada informasi tentang jumlah korban jiwa.
PM Israel Puji Operasi Tewasnya Tangsiri
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus menyerang Iran dengan kekuatan penuh. Dalam pesan video singkat, ia memuji operasi yang menewaskan Kepala Angkatan Laut IRGC tersebut. Ia menyebut operasi itu sebagai contoh kerja sama erat antara Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, dalam mencapai tujuan perang bersama.
Perkembangan Lainnya
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan bahwa Iran sedang bernegosiasi, meskipun klaim tersebut dibantah oleh Teheran. Ia menulis di Truth Social bahwa mereka sebaiknya segera serius sebelum terlambat. Diplomat senior Pakistan menyatakan bahwa pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran masih berlangsung. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya tidak berencana melakukan negosiasi.
Laporan televisi pemerintah Iran juga menyebut bahwa Teheran telah menolak proposal perdamaian dari Trump dan mengajukan tuntutan sendiri untuk mengakhiri konflik. Di tengah situasi tersebut, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas di seluruh Timur Tengah seiring perang yang memasuki minggu keempat. Di Iran, serangan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, menurut Palang Merah Iran. Setidaknya 1.000 orang tewas di Lebanon, sementara 17 orang dilaporkan tewas di Israel. Sebanyak 13 anggota militer AS tewas, dan dua lainnya meninggal akibat sebab non-tempur.







