Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    21 September 2026
    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    21 September 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    21 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 22 September 2026
    Trending
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah
    • Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Panduan Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir dan Hujan Deras
    • Menjaga Kedaulatan Identitas Digital dan Rahasia Privasi di Tengah Rimba Aplikasi
    • Seni Mengajarkan Kecerdasan Finansial Pada Anak di Tengah Kepungan Era Transaksi Digital
    • Panduan Bijak Mengelola Keuangan bagi Pekerja Muda demi Mewujudkan Kebebasan Finansial
    • Rahasia Energi Stabil Pagi Hari Melalui Pilihan Sarapan Nutrisi Seimbang
    • Merawat Ketenangan Jiwa di Tengah Tuntutan Kerja Profesional Perkotaan yang Tanpa Henti
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara

    Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara

    adm_imradm_imr16 Mei 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pajak Gula pada Minuman Ringan: Kebijakan yang Memicu Perdebatan

    Pemerintah Jerman telah mengumumkan rencana untuk memberlakukan pajak gula pada minuman ringan sebagai bagian dari reformasi layanan kesehatan. Keputusan ini memicu perdebatan terkait sejauh mana pemerintah boleh campur tangan dalam pola makan masyarakat, meskipun banyak negara lain di dunia telah menerapkan kebijakan serupa.

    Rincian Pajak dan Tujuan

    Pajak tersebut akan diberlakukan pada awal tahun 2028 agar produsen memiliki waktu untuk bersiap. Menurut Kementerian Kesehatan Jerman, kebijakan ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sebesar €450 juta per tahun. Dana tersebut tidak akan dimasukkan ke anggaran negara umum, melainkan dialokasikan khusus untuk investasi di sistem layanan kesehatan.

    Meskipun rincian pasti pajak belum tercantum dalam rancangan undang-undang, panel ahli merekomendasikan skema pajak bertingkat berikut:

    • Minuman dengan kandungan gula kurang dari 5 gram per 100 mililiter — bebas pajak.
    • Minuman dengan 5–8 gram gula per 100 ml — dikenakan pajak 26 sen euro per liter.
    • Minuman dengan lebih dari 8 gram gula per 100 ml — dikenakan pajak 32 sen euro per liter.

    Menteri Kesehatan Jerman Nina Warken dari Partai Uni Demokrat Kristen (CDU) mendukung langkah tersebut, meskipun mengakui bahwa pemerintah masih perlu membahas rinciannya. Ia menekankan bahwa kebijakan fiskal tetap menjadi kewenangan kementerian keuangan.

    Dukungan dari Dokter dan Ahli Gizi

    Bagi para dokter dan ahli gizi di Jerman, kebijakan ini dianggap cukup masuk akal. Peter Philipsborn, ketua bidang gizi kesehatan masyarakat di Universitas Bayreuth, menyatakan bahwa lebih dari 100 negara di dunia telah menerapkan pajak gula pada minuman, dan berbagai penelitian menunjukkan hasil yang positif.

    “Secara keseluruhan, bukti ilmiahnya cukup jelas bahwa pajak semacam ini mengurangi konsumsi minuman manis,” katanya kepada DW. “Dan kita tahu dari banyak penelitian lain bahwa konsumsi rutin minuman berpemanis gula menyebabkan kenaikan berat badan serta meningkatkan risiko obesitas dan penyakit terkait seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.”

    Penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat Jerman mengonsumsi gula dari minuman ringan lebih banyak dibanding penduduk di 10 negara berpenduduk terbesar di Eropa Barat. Menurut studi Foodwatch, warga Jerman mengonsumsi hampir 26 gram gula per hari hanya dari minuman — lebih banyak daripada gula yang mereka konsumsi dari cokelat dan permen (20 gram).

    Tantangan dari Industri Minuman

    Namun, industri makanan dan minuman tampaknya tidak terlalu yakin dengan angka-angka tersebut. Beberapa pihak menyoroti bahwa meskipun pajak gula sudah diterapkan, tingkat obesitas anak di Inggris tetap lebih tinggi dibanding Jerman.

    Manon Struck-Pacyna, juru bicara Feferasi Makanan Jerman, mengatakan bahwa pajak gula di negara lain mungkin hanya menyebabkan masyarakat beralih mengonsumsi makanan manis lainnya.

    “Inilah yang disebut efek substitusi,” katanya. “Artinya kita menerapkan sesuatu atas nama pencegahan kesehatan, tetapi belum tentu benar-benar membawa perubahan karena tidak terbukti bahwa masyarakat menjadi lebih langsing dibanding negara lain.”

    Namun, dalam pernyataan bulan April yang mendukung pajak gula, yang ditandatangani puluhan ilmuwan pangan dan organisasi kesehatan masyarakat Jerman termasuk Peter Philipsborn, disebutkan bahwa penelitian tidak menemukan bukti bahwa pajak gula menyebabkan peningkatan konsumsi makanan manis lainnya.

    Beban bagi Pelaku Usaha

    Struck-Pacyna berpendapat bahwa pajak gula pada akhirnya akan meningkatkan biaya bagi konsumen, setidaknya dalam jangka pendek. “Selain pajak itu sendiri, ada juga tambahan biaya birokrasi bagi perusahaan,” katanya. “Mereka harus meninjau semua minuman dalam portofolio mereka, menghitung kandungan gula tiap produk, dan menentukan kategori pajaknya. Itu membutuhkan banyak jam kerja, dan biaya tersebut pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.”

    Menurutnya, hal ini terutama akan merugikan perusahaan kecil dan menengah “yang mungkin hanya memiliki satu produk andalan.” “Kalau rasa produknya tiba-tiba berubah, mereka bisa menghadapi masalah besar — bahkan bisa tersingkir dari pasar,” ujarnya.

    Dampak pada Masyarakat Miskin

    Kritik lain yang muncul minggu ini di Jerman adalah bahwa pajak gula akan berdampak lebih besar pada rumah tangga berpenghasilan rendah, karena mereka mengalokasikan proporsi pendapatan yang lebih besar untuk makanan dan cenderung membeli lebih banyak minuman manis.

    Namun Philipsborn yakin manfaat kesehatannya jauh lebih besar daripada kekhawatiran tersebut. “Secara keseluruhan, beban pajak dari pajak gula sebenarnya cukup kecil: rata-rata hanya beberapa euro per rumah tangga per tahun. Tidak terlalu signifikan,” katanya. “Yang lebih penting ketika menilai dampak sosial dari pajak bukan hanya siapa yang membayar, tetapi siapa yang mendapatkan manfaat dari pendapatan pajak itu.”

    Menurutnya, masyarakat berpenghasilan rendah justru akan paling diuntungkan. Walaupun mereka mungkin membayar sedikit lebih banyak, mereka juga paling mungkin memperoleh manfaat kesehatan karena kelompok inilah yang paling rentan terhadap penyakit akibat konsumsi gula berlebih. Dengan kata lain, menurutnya pajak gula justru dapat meningkatkan kesetaraan sosial.

    Langkah-Langkah Terpadu untuk Kesehatan Masyarakat

    Meski begitu, kedua pihak sepakat bahwa pajak gula saja tidak cukup. Seperti dikatakan Philipsborn, kebijakan kesehatan masyarakat yang efektif memerlukan serangkaian langkah terpadu untuk benar-benar menurunkan angka obesitas dalam jangka panjang. Langkah tersebut termasuk menyediakan makanan yang lebih sehat di sekolah dan taman kanak-kanak, melindungi anak-anak dari iklan junk food, meningkatkan kualitas makanan di kantin tempat kerja, serta menurunkan pajak untuk makanan sehat.

    Saat ini, rancangan pajak gula di Jerman masih harus melewati parlemen — di mana perdebatan politik kemungkinan besar akan terus berlanjut.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    By adm_imr21 September 20261 Views
    Sinergi Piring Pagi: Panduan Memadukan Makanan Sarapan Agar Energi Stabil Lengkap Sehari Penuh

    Sinergi Piring Pagi: Panduan Memadukan Makanan Sarapan Agar Energi Stabil Lengkap Sehari Penuh

    By adm_imr18 September 20260 Views
    Trik Jurnalis Kuliner Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional

    Trik Jurnalis Kuliner Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional

    By adm_imr16 September 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    21 September 2026
    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    21 September 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    21 September 2026
    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    20 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?