Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Libur Sekolah Tiba, Ajak Anak Eksplorasi Tanpa Khawatir dengan Cara Ini

    27 Juni 2026

    Belanja APBD Tojo Una Una 2026 Capai 57 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah

    27 Juni 2026

    Jadwal Padat PSMS Medan: Fokus Promosi ke Liga 1

    27 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 27 Juni 2026
    Trending
    • Libur Sekolah Tiba, Ajak Anak Eksplorasi Tanpa Khawatir dengan Cara Ini
    • Belanja APBD Tojo Una Una 2026 Capai 57 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
    • Jadwal Padat PSMS Medan: Fokus Promosi ke Liga 1
    • Pemkab Empat Lawang Lantik Pejabat, Bupati Joncik Pimpin Sumpah
    • Jatim Terpopuler: Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah Polisi, Isu Kursi SPMB Hilang
    • Dugaan Suap dalam Kasus Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Sebut Ada Paket Kilat, Minta Penyelidikan Dilanjutkan
    • Jadwal Balapan dan Klasemen MotoGP 2026 yang Menggemparkan
    • Apakah Batu Ginjal Bisa Sebabkan Kanker? Ini Penjelasannya!
    • Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Kamis (25/6)
    • Melawan Kekuasaan Narkoba: Perisai Pancasila dan Munculnya Generasi Emas Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Apa Itu Armada Nyamuk Iran yang Membuat AS Waspada di Selat Hormuz?

    Apa Itu Armada Nyamuk Iran yang Membuat AS Waspada di Selat Hormuz?

    adm_imradm_imr16 Mei 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Strategi Perang Laut Asimetris Iran di Selat Hormuz

    Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia, menjadi pusat perhatian global akibat konflik yang terus berlangsung antara Iran dan negara-negara lain. Meskipun kekuatan laut konvensional Iran melemah, Teheran tetap dianggap sebagai ancaman serius bagi jalur ini melalui strategi perang laut asimetris yang mereka terapkan.

    IRGCN Menyembunyikan Ribuan Kapal Cepat

    Pasukan Pengawal Revolusi Islam Angkatan Laut (IRGCN) mengoperasikan ribuan kapal cepat berukuran kecil, bukan armada kapal tempur besar. Kapal-kapal tersebut ditempatkan di bunker pegunungan serta gua laut agar tidak mudah terpantau dari udara sebelum diterjunkan. Persenjataan yang dibawa meliputi rudal, senapan mesin, dan peluncur granat. Selain itu, operasi mereka juga didukung oleh drone serta ranjau laut dengan pola serangan berkelompok dari berbagai arah secara bersamaan menggunakan teknik swarming. Sasaran utamanya adalah kapal dagang berukuran besar yang bergerak lambat dan minim perlindungan mandiri.

    Iran Mengandalkan Perang Laut Asimetris

    Langkah yang dijalankan IRGCN dikenal sebagai strategi perang laut asimetris. Iran tidak memilih bentrok langsung melawan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), melainkan meningkatkan ancaman dan biaya pengiriman di jalur sempit yang tak memiliki banyak alternatif lintasan. Pendekatan ini sudah diterapkan IRGCN sejak dekade 1980-an setelah kekuatan laut tradisional Iran dihancurkan AS pada 1988. Sejak periode itu, angkatan laut reguler Iran lebih sering dipakai untuk kegiatan seremonial, sedangkan IRGCN membangun armada murah yang mudah diganti dan mampu menghindari dampak sanksi internasional.

    Kapal cepat berukuran kecil itu juga sulit dibaca radar karena berada sangat dekat dengan permukaan air. Mereka turut memanfaatkan kapal sipil modifikasi seperti perahu nelayan dhow untuk menyamarkan pergerakan saat menyebarkan ranjau di jalur maritim.

    Kaushal Menyoroti Beban Besar AS

    Peneliti senior kekuatan laut di Royal United Services Institute for Defence (RUSI), Sidharth Kaushal, menyebut penanganan taktik semacam ini membutuhkan sumber daya sangat besar. Kaushal menjelaskan bahwa pengamanan penuh terhadap setiap kapal komersial di kawasan tersebut menjadi tantangan logistik yang berat. Secara strategi, Iran disebut tak perlu memenangkan perang besar untuk memberi tekanan.

    “Mereka hanya perlu mencetak cukup pukulan pada pengiriman untuk meyakinkan perusahaan asuransi dan pemilik kapal agar tidak mempertaruhkan nyawa awak dan kargo,” ujar Kaushal. Situasi itu membuat biaya dan beban operasi AS jauh lebih besar dibanding Iran. Laporan dari Hudson Institute juga menyebut strategi Teheran memang dirancang untuk menciptakan gesekan atau attrition yang terus menguras kekuatan lawan.

    Pakar Mengamati Ancaman Armada Nyamuk

    Sejumlah pakar keamanan menilai armada ini menghadirkan tantangan rumit di lapangan. Peneliti senior keamanan maritim di International Institute for Strategic Studies (IISS), Nick Childs, mengatakan jumlah kapal yang sangat banyak membuat aparat keamanan sulit memastikan seluruh ancaman benar-benar terpantau. Pengalaman langsung menghadapi kapal cepat Iran diungkap oleh pakar keamanan maritim dari Australian National University National Security College, Jennifer Parker.

    Mantan perwira angkatan laut itu menceritakan insiden pada 2008 ketika kapal cepat Iran melaju mendekat dengan kecepatan tinggi sambil mengarahkan senjata dari jarak sangat dekat. Data dari Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO) mencatat ada 26 kapal yang diserang di Selat Hormuz dan Teluk Persia sejak perang pecah. Mayoritas kerusakan dipicu rudal dan drone bunuh diri, sementara kapal cepat serta ranjau laut masih dianggap sebagai ancaman paling dikhawatirkan.

    AS merespons situasi tersebut dengan memperbanyak patroli udara di kawasan. Helikopter Seahawk dilaporkan sudah menghancurkan sedikitnya enam kapal kecil Iran, sementara teknologi bawah air tanpa awak mulai digunakan untuk menghadapi ranjau dan kapal selam mini atau midget submarines, meski pengamanan total jalur pelayaran tetap membutuhkan waktu panjang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Perdamaian AS-Iran goncang pasar minyak global, harga turun dari rekor tinggi

    By adm_imr25 Juni 20261 Views

    3 Perbandingan Kebijakan Iran Era Trump dan Obama

    By adm_imr25 Juni 20260 Views

    Mojtaba Khamenei: Iran Tak Terdesak, Sindir Trump dengan Perdamaian

    By adm_imr25 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Libur Sekolah Tiba, Ajak Anak Eksplorasi Tanpa Khawatir dengan Cara Ini

    27 Juni 2026

    Belanja APBD Tojo Una Una 2026 Capai 57 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah

    27 Juni 2026

    Jadwal Padat PSMS Medan: Fokus Promosi ke Liga 1

    27 Juni 2026

    Pemkab Empat Lawang Lantik Pejabat, Bupati Joncik Pimpin Sumpah

    27 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?