Film Keluarga yang Menggambarkan Kehidupan Masyarakat Indonesia
Setiap libur lebaran, masyarakat Indonesia khususnya para pecinta film akan selalu disuguhkan dengan berbagai tontonan bertema keluarga. Selain bertepatan dengan momen kumpul keluarga, film-film ini sering kali mengangkat isu-isu penting dalam kehidupan berkeluarga. Salah satu contohnya adalah film Tunggu Aku Sukses Nanti yang berhasil menyedot perhatian penonton dan menjadi salah satu film terbaik di tahun ini. Film yang disutradarai oleh Naya Anindita ini mampu membuat suasana hati penonton menjadi tidak menentu. Penonton akan diajak tertawa, merasakan emosi, hingga menangis sejadi-jadinya.
Berikut ini adalah 5 rekomendasi film bertema keluarga yang tayang beberapa tahun belakangan ini:
1. Sabtu Bersama Bapak (2016)
Film yang diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Adhitya Mulya ini berhasil mengumpulkan 639 ribuan penonton. Dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Deva Mahenra, dan Arifin Putra, Sabtu Bersama Bapak mengikuti perjalanan dua orang anak laki-laki, yaitu Satya dan Cakra, yang harus ditinggal mati oleh sang ayah saat usia mereka masih sangat kecil. Untuk mengobati rasa rindu, mereka kerap melihat video nasihat dari sang ayah yang menjadi motivasi bagi mereka.
Di besarkan oleh seorang ibu hebat, mereka berdua seolah-olah tidak kekurangan figur ayah. Lewat tontonan yang rutin dilihat seminggu sekali, mereka berhasil menuju puncak kesuksesan. Perjalanan mereka penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.
2. Sweet 20 (2017)
Film Sweet 20 (2017) adalah adaptasi dari Korea Selatan yang digarap langsung oleh Ody C. Harahap. Film ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta penonton. Dibintangi oleh Tatjana Saphira, Niniek L Karim, Cut Mini, Morgan Oey, dan Lukman Sardi, Sweet 20 menceritakan tentang Fatmawati, seorang wanita tua yang dikenal sebagai ibu, mertua, hingga nenek yang cukup cerewet. Dia sering mencampuri urusan rumah tangga sang anak, hingga sering menimbulkan masalah.
Secara tiba-tiba, Fatmawati berubah menjadi gadis muda berusia 20-an. Kesempatan ajaib ini dimanfaatkannya untuk membantu mewujudkan mimpi sang cucu, serta memperbaiki hubungan dengan keluarganya, khususnya menantu.

3. Gara-Gara Warisan (2022)
Film Gara-Gara Warisan (2022) merupakan film spesial lebaran bertema keluarga. Meskipun memiliki potensi box office, film ini hanya mampu mengumpulkan 574 ribuan penonton. Dibintangi oleh Oka Antara, Indah Permatasari, Ge Pamungkas, serta banyak komika ternama, Gara-Gara Warisan bercerita tentang sebuah keluarga yang memiliki hubungan kurang baik setelah sang ibu meninggal dunia dan sang ayah menikah lagi. Mereka jarang berkumpul dan hidup secara terpisah.
Kejadian berubah ketika sang ayah meminta mereka untuk berkumpul dan berkompetisi untuk mendapatkan warisan berupa wisma bernilai fantastis. Kompetisi ini tidak mudah karena masing-masing dari tiga bersaudara memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda-beda.

4. Senin Harga Naik (2026)
Film Senin Harga Naik (2026) menghadirkan cerita yang cukup unik. Sampai artikel ini dibuat, film ini berhasil mengumpulkan 371 ribuan penonton. Dibintangi oleh Nadya Arina, Meriam Belina, Nayla Denny, dan Andri Mashadi, Senin Harga Naik mengikuti kisah Mutia, seorang anak muda ambisius yang memutuskan untuk keluar rumah dan menjauh dari sang ibu karena masalah keluarga.
Mutia berjuang untuk sukses demi membuktikan bahwa dia hebat. Bekerja di sebuah perusahaan properti ternama, Mutia dihadapkan pada masalah besar: menggusur toko roti tua yang merupakan milik sang ibu, yang menjadi saksi bisu membesarkan anak sendirian.

5. Tunggu Aku Sukses Nanti (2026)
Film Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) ikut memotret momen lebaran dan kumpul keluarga yang sering dialami banyak orang. Film ini menjadi film lebaran kedua yang berhasil mengumpulkan 1 juta penonton. Dibintangi oleh Ardit Erwanda, film ini menceritakan tentang Arga yang sering diremehkan oleh keluarga besar setiap kumpul keluarga atau libur lebaran. Arga juga sering melihat anggota keluarganya diperlakukan seperti pembantu oleh keluarga besar lainnya.
Kejadian-kejadian tragis ini membuat Arga berambisi besar untuk menjadi sukses. Dia berjuang mengirimkan banyak lamaran kerja meskipun pengalamannya minim. Arga adalah karakter yang sangat relate dengan kehidupan banyak orang di Indonesia, yang dituntut untuk sukses di tengah kekurangan, sering dibanding-bandingkan, dan harus berjuang sendirian.

Film-film bertema keluarga yang tayang di hari lebaran memiliki kedekatan yang dalam dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dukung terus karya anak bangsa dengan menonton film dalam negeri.







