Peningkatan Arus Balik di Kota Malang Selama Lebaran 2026
Arus balik Lebaran 2026 di Kota Malang mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh peran Kota Malang sebagai jalur perlintasan utama, baik di jalur provinsi maupun nasional. Hal ini berbanding terbalik dengan prediksi awal yang menyebutkan bahwa arus mudik dan balik akan mengalami penurunan pada tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, sebelumnya memprediksi bahwa volume kendaraan yang keluar-masuk Kota Malang selama masa mudik Lebaran 2026 akan turun sekitar 1,75 % dibandingkan tahun lalu. Namun, realitas yang terjadi menunjukkan peningkatan yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan.
Lonjakan kendaraan masuk tercatat sebesar 22,7 persen, sementara arus keluar meningkat sebesar 17,4 persen. Data yang dirilis oleh Dinas Perhubungan Kota Malang menunjukkan bahwa jumlah kendaraan masuk mencapai 290.592 unit pada 18 Maret 2026, naik dari 236.774 kendaraan pada tahun sebelumnya. Sementara itu, kendaraan keluar mencapai 305.478 unit pada 17 Maret 2026, meningkat 17,4 persen dari 260.146 kendaraan pada periode pembanding tahun 2025.
Puncak arus balik terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, dan saat ini mulai melandai. Prediksi normalisasi lalu lintas kembali terjadi pada 30 Maret 2026, seiring masih adanya masa libur dan kebijakan kerja dari rumah.
Titik Tertinggi dan Distribusi Lalu Lintas
Jalan Ahmad Yani masih menjadi jalur tersibuk di Kota Malang, khususnya untuk arus masuk. Volume kendaraan yang melewati jalan ini mencapai lebih dari 125 ribu kendaraan dalam satu hari. Meski begitu, terjadi perubahan pola distribusi lalu lintas. Jika pada 2025 pergerakan kendaraan masih terpusat di Jalan Ahmad Yani, pada 2026 beban lalu lintas mulai tersebar ke sejumlah ruas strategis lain seperti Jalan Kolonel Sugiono, Jalan LA Sucipto, dan Jalan Mayjen Sungkono.
Beberapa titik dengan volume tertinggi antara lain:
- Jalan Kolonel Sugiono (98.879 kendaraan) pada 17 Maret 2026 untuk arus masuk.
- Jalan LA Sucipto (49.280 kendaraan) untuk arus keluar 17 Maret 2026.
- Jalan Ahmad Yani (125.386 kendaraan) pada 18 Maret 2026 sebagai titik tertinggi secara keseluruhan.
- Jalan Mayjen Sungkono (75.271 kendaraan) untuk arus keluar 18 Maret 2026.
- Jalan Sudanco Supriyadi (16.611) untuk arus keluar pada 24 Maret 2026.
Menurut Widjaja, distribusi lalu lintas tahun ini mulai menyebar, tidak lagi terpusat di satu ruas seperti sebelumnya, meskipun Jalan Ahmad Yani masih menjadi koridor utama.
Persiapan untuk Tahun Mendatang
Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas di tahun mendatang, Dishub Kota Malang berencana mengoptimalkan Terminal Madyopuro sebagai tempat peristirahatan atau rest area bagi pengguna jalan. Rencana ini masih perlu dikaji dan disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia.
“Kami melihat kebutuhan fasilitas pendukung. Harapannya tahun depan Terminal Madyopuro bisa menjadi tempat peristirahatan atau rest area, karena lokasinya dekat tol dan strategis,” ujar Widjaja.
Ia menegaskan, pengembangan tersebut tidak menghilangkan fungsi utama terminal, melainkan sebagai penguatan konsep terminal wisata.
Pengalaman Pemudik
Joko Fingky, pemudik yang tengah melakukan perjalanan ke Blitar, mengatakan bahwa arus lalu lintas di kawasan Kota Malang pada Rabu siang tidak begitu padat. Ia melakukan perjalanan dari Probolinggo menuju Blitar dengan menempuh waktu perjalanan sekitar 3,5 jam.
“Setiap tahun kalau mudik selalu melewati Kota Malang, tahun ini memang terasa lancar, tidak begitu macet. Mungkin karena sudah masuk kerja sehingga sudah melewati puncak arus balik,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan melalui Kota Malang menjadi alternatif. Ia selalu masuk ke Kota Malang setelah melewati Kabupaten Malang.
“Tujuannya tak lain ya untuk bisa masuk tol. Saya masuk tol di Madyopuro itu,” ujarnya.
Sebagai pemudik, Joko merasa fasilitas mudik saat ini sudah cukup baik. Menurutnya, hal yang perlu dikembangkan adalah akses jalan tol dari Malang hingga ke Blitar.
“Saya berharap rencana pembangunan tol ke Blitar itu segera bisa terealisasi,” harapnya.







