Penerapan Sistem Pembayaran Non-Tunai di Portal Karangkates Memicu Keluhan Pengguna Jalan
Penerapan sistem pembayaran non-tunai atau e-money di portal masuk kawasan Karangkates, tepatnya di jalur Bendungan Ngreco, memicu berbagai keluhan dari para pengguna jalan. Kebijakan yang seharusnya mempercepat proses transaksi justru dinilai sebagai hambatan bagi mobilitas warga, terutama para pemudik yang hanya sekali melewati jalur tersebut.
Kondisi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan yang cukup panjang di titik pembayaran. Masalah utamanya adalah adanya para pengendara roda dua yang belum memiliki kartu elektronik. Hal ini menyebabkan mereka harus melakukan aktivasi atau pembelian kartu di tempat, sehingga mengakibatkan penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk.
Salah satu pemudik asal Kepanjen, Kabupaten Malang, Rudianto, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem yang dianggap tidak fleksibel. Menurutnya, kewajiban menggunakan uang elektronik bagi warga yang hanya sesekali melintas sangat tidak efisien dan memberatkan dari segi biaya pengadaan kartu perdana.
“Saya merasa sistem ini sangat memberatkan. Saya hanya lewat sekali untuk mudik, tapi dipaksa harus beli kartu e-money. Setelah ini kartunya tidak akan terpakai lagi, jadi mubazir,” keluh Rudianto saat ditemui di sebuah rest area tak jauh dari lokasi portal pada Kamis (26/3) pagi.
Rudianto menambahkan bahwa proses transaksi non-tunai untuk sepeda motor jauh lebih lambat dibandingkan pembayaran tunai secara manual. Pengendara harus membuka jaket atau merogoh tas untuk mengambil kartu, yang mana jika saldo tidak mencukupi, proses pengisian ulang memakan waktu lebih lama dan memperparah kemacetan di belakangnya.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh pengendara motor, namun juga dialami oleh sejumlah pengemudi mobil. Beberapa pengendara roda empat yang jarang melewati jalur tol atau kawasan non-tunai lainnya mengaku kaget dengan penerapan sistem ini di jalur Bendungan Ngreco yang biasanya masih bisa menggunakan uang kertas.
Para pengguna jalan berharap pihak pengelola Bendungan Ngreco atau instansi terkait dapat mengevaluasi kebijakan tersebut. Warga menyarankan agar disediakan opsi pembayaran hybrid, yakni tetap melayani uang tunai bagi pengendara insidental atau warga lokal yang tidak memiliki akses rutin ke perbankan digital.
Hingga berita ini diturunkan, kepadatan di sekitar portal Karangkates terpantau masih fluktuatif. Belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola bendungan terkait langkah mitigasi untuk mengurai antrean panjang yang disebabkan oleh kendala teknis maupun adaptasi sistem pembayaran elektronik tersebut.
Sementara itu, saat tim PR JATIM hendak mengkonfirmasi terlihat petugas masih sibuk dengan pelayanan yang dilakukan dan memberikan penyataan tidak berani memberikan jawaban resmi.







