Penanganan Darurat Banjir di Mojoanyar dan Mojosari
Banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Mojoanyar dan Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mulai surut secara total. Sejumlah titik tanggul yang jebol menjadi penyebab utama luapan air yang menggenangi pemukiman warga selama beberapa hari terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto kini fokus pada penanganan pasca-banjir. Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah tiga titik tanggul sungai yang jebol. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan merendam ratusan rumah warga sejak beberapa hari lalu.
Empat desa yang terdampak banjir antara lain Desa Jumeneng dan Desa Tinggarbuntut di Kecamatan Mojoanyar, serta Desa Jotangan dan Desa Kedunggempol di Kecamatan Mojosari. Pada hari ini, Kamis (26/3/2026), kondisi genangan air dilaporkan telah surut di sebagian besar lokasi tersebut.
Kondisi Terkini di Mojoanyar dan Mojosari
Di Desa Jumeneng, air telah surut sepenuhnya, terutama di Dusun Balongcangkring dan Kuripan. Sementara itu, di Desa Tinggarbuntut, masih ada genangan air yang tersisa di jalan poros desa, meskipun rumah-rumah warga sudah kering.
Rinaldi menjelaskan bahwa efektivitas penanganan banjir sangat bergantung pada dua faktor penting:
- Kecepatan dalam menangani tanggul darurat di titik-titik yang jebol.
- Optimalisasi pintu DAM Tinggarbuntut, termasuk pembersihan sampah yang menyumbat aliran air.
Tanggul yang jebol sebagai penyebab banjir saat ini sedang dalam proses penanganan darurat oleh Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dan BBWS Brantas.
Penyebab Banjir di Wilayah Mojosari
Untuk wilayah Mojosari, banjir di Desa Jotangan dan Desa Kedunggempol telah surut sepenuhnya. Berdasarkan identifikasi lapangan, terdapat dua titik tanggul yang jebol, yaitu di Desa Modopuro dan Desa Kebondalem.
Pemerintah daerah telah menyiagakan personel di lokasi-lokasi rawan untuk memantau perkembangan debit air. Selain perbaikan infrastruktur, bantuan logistik juga terus disalurkan kepada warga yang terdampak.
“BPBD fokus pada penanganan warga terdampak bencana banjir, termasuk bantuan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian mereka,” tambah Rinaldi.
Konteks Geografis Mojokerto
Secara geografis, wilayah Mojoanyar dan Mojosari merupakan daerah cekungan yang dialiri oleh beberapa sungai besar, termasuk Kali Sadar yang bermuara ke Sungai Brantas. Berdasarkan data historis, jebolnya tanggul di area ini sering kali dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu seperti Pacet dan Trawas, serta adanya sedimentasi yang mengurangi kapasitas tampung sungai.
Imbauan untuk Warga
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Mereka diminta segera membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing dan menghindari membuang sampah ke sungai guna mencegah penyumbatan pada pintu air atau DAM.






