Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Intip bakat pengganti Andhika jika hengkang! Persebaya tak kehabisan akal

    26 Mei 2026

    50 Soal HOTS PAI dan Budi Pekerti Kelas 8 SMP: Iman kepada Kitab-Kitab Allah

    26 Mei 2026

    5 Fakta Menarik Tentang Hospice Comtesse, Rumah Sakit yang Kini Jadi Museum

    26 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 26 Mei 2026
    Trending
    • Intip bakat pengganti Andhika jika hengkang! Persebaya tak kehabisan akal
    • 50 Soal HOTS PAI dan Budi Pekerti Kelas 8 SMP: Iman kepada Kitab-Kitab Allah
    • 5 Fakta Menarik Tentang Hospice Comtesse, Rumah Sakit yang Kini Jadi Museum
    • Lansia Jepang Rekor Dunia, Ini 5 Makanan Harian untuk Umur Panjang
    • Penginapan Murah dekat Pura Mangkunegaran Solo, Mulai Rp100 Ribu, Termasuk Griyo Kulo
    • Info bioskop Bali Sabtu (23/5): Film Box Office di Level 21 XXI – TSM XXI
    • Dampak Perang Iran, Jerman Dekati Negara Teluk
    • Mengapa Fitur Pemantau Titik Buta Jarang Ada di Motor?
    • Isu Larangan Beli Mobil di Atas 1.400 cc Pada 1 Juni 2026, Pertamina Tunggu Arahan
    • DPRD Balikpapan Soroti Begal, Samarinda Raih Nilai A Layanan Publik
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Dampak Perang Iran, Jerman Dekati Negara Teluk

    Dampak Perang Iran, Jerman Dekati Negara Teluk

    adm_imradm_imr26 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Konsentrasi Diplomasi Jerman dalam Pekan yang Padat

    Dalam sepekan terakhir, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan berbagai negara. Kementerian Luar Negeri Jerman menggambarkan pekan ini sebagai “padat” dan “luar biasa”. Dalam perjalanan diplomasi ini, Wadephul aktif melakukan lobi dengan berbagai pemangku kepentingan penting.

    Pada hari Senin (18/05), Wadephul menerima kunjungan dari Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan. Setelahnya, ia menghadiri konferensi keamanan energi Ukraina di kantornya bersama perwakilan Kementerian Ekonomi Jerman. Selama lebih dari empat tahun perang melawan Rusia, Ukraina telah belajar cara melindungi infrastruktur energinya dari serangan luar—pengalaman yang kini dianggap relevan bagi Jerman.

    Wadephul juga menerima kunjungan dari Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Sheikh Abdullah bin Zayed, serta Putra Mahkota Yordania Hussein bin Abdallah. Kunjungan-kunjungan ini dipandang sebagai agenda diplomatik paling penting sepanjang pekan.

    Kanselir Merz Mengungkap Kekecewaan

    Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya memberi sinyal perubahan arah diplomasi Berlin. Pada akhir April, hampir dua bulan setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Merz menyatakan dirinya “kecewa” terhadap pendekatan Washington dan Tel Aviv. Usai rapat internal partainya di Berlin, Merz mengatakan harapan awal Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencapai solusi cepat ternyata tidak terwujud.

    “Karena itu kami, sebagai bagian dari Eropa, ingin terus mendorong solusi diplomatik. Kami tetap berkoordinasi erat dengan pihak Amerika, tetapi juga memiliki gagasan Eropa sendiri mengenai bagaimana konflik ini harus diselesaikan,” kata Merz. Pernyataan ini menegaskan bahwa Jerman kini bertaruh pada diplomasi. Fokus utama diarahkan pada negara-negara Teluk yang selama ini juga menjadi sasaran ancaman dan serangan. Negara-negara itu semakin gelisah menghadapi konflik berkepanjangan serta dukungan Rusia terhadap Iran.

    Jerman Berusaha Menjadi Mitra Andalan

    Menurut kepala biro DW di Berlin, Max Hofmann, pendekatan Wadephul bertumpu pada satu hal utama: kepercayaan. “Tidak semua negara Teluk bisa dipukul rata, tetapi inti persoalannya adalah soal keandalan,” ujarnya. Menurut Hofmann, Amerika Serikat kini dipandang gagal menjalankan peran tradisionalnya sebagai pelindung kawasan. Perang dan dampaknya justru dianggap mengancam keamanan sekaligus model ekonomi negara-negara Teluk.

    “Strategi mereka untuk menjadi mediator antara Iran dan Barat telah gagal. Dalam situasi seperti ini, Jerman kembali terlihat menarik karena tetap berpegang pada tatanan internasional berbasis aturan,” katanya. Pandangan serupa disampaikan Philipp Dienstbier, kepala program regional Konrad-Adenauer-Stiftung di Amman, Yordania. Menurut dia, pendekatan Jerman terhadap negara-negara Teluk bukan sesuatu yang mengejutkan.

    “Bahkan sebelum perang Iran pecah, Kanselir Merz dan Menteri Ekonomi Katherina Reiche sudah mengunjungi kawasan Teluk untuk menunjukkan minat terhadap kerja sama strategis jangka panjang,” ujar Dienstbier kepada DW. “Ini menunjukkan bahwa kawasan Teluk memang sudah berada di posisi penting dalam agenda Berlin.”

    Strategi yang Tampak dari Brunei hingga Selat Hormuz

    Strategi itu juga terlihat dari pertemuan Wadephul dengan Sultan Brunei, Haji Hassanal Bolkiah, pekan ini. Brunei saat ini memegang presidensi ASEAN, kelompok negara Asia Tenggara yang sangat terdampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu menjadi perhatian utama Jerman.

    “Cepat atau lambat selat itu akan dibuka kembali. Negara-negara Teluk juga sedang mengembangkan rute transportasi alternatif,” kata Hofmann. “Dalam jangka panjang, kawasan ini bahkan bisa memainkan peran penting sebagai pemasok hidrogen hijau bagi Jerman.”

    Meski mendukung pendekatan diplomatik Berlin, Dienstbier menilai dukungan politik kepada negara-negara Teluk perlu diikuti langkah konkret. “Jerman harus menawarkan kerja sama yang lebih erat di bidang pertahanan udara dan penanggulangan drone,” ujarnya.

    Diplomasi demi Kursi DK PBB

    Peran aktif Wadephul sebagai tuan rumah diplomatik juga berkaitan dengan ambisi Jerman memperoleh kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB. Majelis Umum PBB akan melakukan pemungutan suara pada 3 Juni mendatang. Untuk kelompok Eropa, Jerman bersaing dengan Austria dan Portugal. Hasilnya masih sulit diprediksi.

    Dalam situasi itu, setiap pertemuan dengan perwakilan negara anggota PBB dinilai dapat menjadi modal diplomatik yang penting bagi Berlin.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dampak Iran vs Amerika, Gangguan Navigasi Teluk Arab Usai Reaksi Trump

    By adm_imr25 Mei 20260 Views

    Ditahan Militer Israel, Menteri Luar Negeri Perkirakan 9 Relawan WNI Tiba di Indonesia Minggu Sore

    By adm_imr25 Mei 20261 Views

    Putin dan Xi: Kekuatan Bersama Menghadapi AS dan Ukraina

    By adm_imr25 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Intip bakat pengganti Andhika jika hengkang! Persebaya tak kehabisan akal

    26 Mei 2026

    50 Soal HOTS PAI dan Budi Pekerti Kelas 8 SMP: Iman kepada Kitab-Kitab Allah

    26 Mei 2026

    5 Fakta Menarik Tentang Hospice Comtesse, Rumah Sakit yang Kini Jadi Museum

    26 Mei 2026

    Lansia Jepang Rekor Dunia, Ini 5 Makanan Harian untuk Umur Panjang

    26 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?