Mobil Otonom Menyulitkan Petugas Kepolisian
Kehadiran mobil otonom atau kendaraan tanpa pengemudi kini menjadi tantangan baru bagi petugas kepolisian. Teknologi ini memunculkan berbagai pertanyaan terkait tindakan hukum yang bisa diambil ketika terjadi pelanggaran lalu lintas, karena tidak ada pengemudi manusia yang dapat ditilang.
Peristiwa menarik terjadi di San Bruno, California, Amerika Serikat, saat sebuah mobil otonom melakukan putar balik ilegal di persimpangan lalu lintas. Kejadian tersebut terjadi pada September 2025, saat petugas sedang menggelar operasi penindakan pengemudi mabuk (DUI). Saat mobil tersebut dihentikan, tidak ada seorang pun di balik kemudi.
Mobil tersebut merupakan kendaraan tanpa pengemudi milik Waymo, perusahaan layanan transportasi otonom yang beroperasi di wilayah Teluk San Francisco. Dalam unggahan resmi kepolisian San Bruno, terlihat seorang petugas memeriksa mobil putih khas Waymo yang telah dihentikan. Namun, tilang tidak dapat diterbitkan karena tidak ada pengemudi manusia.
“Karena tidak ada pengemudi manusia, surat tilang tidak bisa dikeluarkan. Buku tilang kami tidak memiliki kolom untuk ‘robot’,” tulis kepolisian dalam pernyataannya. Pihak kepolisian menyatakan telah memberi tahu Waymo mengenai kesalahan sistem tersebut dan berharap pemrograman ulang dapat mencegah kendaraan melakukan pelanggaran serupa di masa depan.

Waymo, dalam pernyataannya kepada media, menyebut sistem mengemudi otonomnya dirancang untuk mematuhi aturan lalu lintas. “Kami sedang meninjau situasi ini dan berkomitmen meningkatkan keselamatan jalan melalui pembelajaran dan pengalaman berkelanjutan,” demikian pernyataan perusahaan.
Kasus ini terjadi di tengah perubahan regulasi di California terkait kendaraan otonom. Tahun lalu, Gubernur California Gavin Newsom menandatangani undang-undang yang memungkinkan polisi menerbitkan ‘pemberitahuan ketidakpatuhan’ kepada perusahaan jika mobil tanpa pengemudi melanggar aturan lalu lintas. Aturan tersebut akan mulai berlaku pada Juli 2026.
Undang-undang itu juga mewajibkan perusahaan menyediakan saluran telepon darurat bagi petugas pertama di lokasi kejadian. Kebijakan tersebut diajukan oleh anggota parlemen negara bagian Phil Ting dari San Francisco setelah sejumlah insiden melibatkan mobil otonom, termasuk menghalangi lalu lintas, menyeret pejalan kaki, mengganggu mobil pemadam kebakaran, hingga memasuki lokasi kejahatan aktif.
Dengan regulasi baru tersebut, petugas dapat memerintahkan perusahaan untuk memindahkan kendaraan otonom dari suatu area, dan perusahaan wajib mengarahkan mobilnya keluar atau menjauhi lokasi dalam waktu dua menit.
Sebagai info, Waymo memulai proyek kendaraan otonomnya di bawah laboratorium riset Google X pada 2009. Meski menjadi salah satu pelopor di bidang ini, perusahaan tersebut tidak lepas dari berbagai persoalan. Awal tahun ini, Waymo menarik kembali lebih dari 1.200 kendaraannya akibat masalah perangkat lunak yang menyebabkan tabrakan dengan rantai, gerbang, dan penghalang jalan lainnya.
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat juga sempat membuka penyelidikan setelah menerima 22 laporan kendaraan Waymo berperilaku tidak wajar atau diduga melanggar aturan keselamatan lalu lintas.
Insiden di San Bruno pun menyoroti tantangan baru dalam penegakan hukum di era kendaraan tanpa pengemudi, yakni ketika pelanggaran terjadi, tetapi tidak ada manusia yang bisa dimintai pertanggungjawaban langsung di tempat kejadian.







