Arus Balik Lebaran 2026 Masih Mengalami Kemacetan Parah
Kemacetan yang terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih berlangsung hingga Senin (30/3/2026). Puncak arus balik Lebaran 2026 seharusnya telah terlewati pada Minggu (29/3/2026), namun kondisi lalu lintas tetap memprihatinkan. Dari pantauan langsung di lapangan, kemacetan mengekor hingga sekitar 6 kilometer. Pada pagi hari sebelumnya, panjang kemacetan bahkan mencapai hampir 8 km, yang lebih parah dibandingkan sehari sebelumnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, kemacetan ini lebih buruk dibandingkan kondisi sebelumnya, di mana panjang kemacetan tercatat sekitar 5 km. Hal ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas masih mengalami peningkatan yang signifikan.
Pengalaman Pengendara yang Terjebak Macet
Anang Teguh, seorang pengendara mobil yang ingin melintasi Banyuwangi dari Surabaya, mengaku sempat terjebak dalam kemacetan selama tiga jam. Perjalanan dimulai sejak Sabtu (29/3/2026) pukul 23.30 WIB. Kendaraannya terjebak macet mulai dari wilayah Watudodol. Ia bersama dua anggota keluarganya harus menghadapi kemacetan yang sangat parah.
“Macetnya parah. Sekitar sejam, kendaraan saya hanya bergerak beberapa ratus meter saja,” ujar Anang kepada Infomalangraya.com. Karena keparahan kemacetan, ibu mertuanya akhirnya dialihkan untuk naik sepeda motor agar tidak kelelahan terjebak dalam kemacetan.
Menurut Anang, perjalanan dari Surabaya relatif lancar dan tidak ada kemacetan. Namun, ketika sampai di Banyuwangi, kondisi jalan menjadi sangat padat.
Data Penyeberangan di Pelabuhan Ketapang
Data dari ASDP Indonesia Ferry menunjukkan lonjakan jumlah penumpang saat puncak arus mudik, Minggu. Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+7 mencapai 56.365 orang atau naik 12,9 persen dibandingkan realisasi periode sebelumnya.
Jumlah kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada hari yang sama mencapai 12.458 unit atau naik 57 persen. Sementara kendaraan roda empat mencapai 4.995 unit atau turun 0,6 persen. Total truk yang menyeberang mencapai 1.192 unit atau turun 27,8 persen. Sedangkan total bus yang menyeberang mencapai 412 unit atau turun 16,1 persen.
Total seluruh kendaraan tercatat 19.057 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+7 atau turun 26,2 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu.
Penyeberangan Tujuan Jawa
Sebaliknya, penyebrangan tujuan Jawa pada hari yang sama tercatat 23.537 orang atau turun 0,2 persen. Jumlah kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+7 mencapai 1.828 unit atau naik 45,5 persen. Lalu, kendaraan roda empat mencapai 2.187 unit atau turun 1,2 persen.
Total truk yang menyeberang mencapai 1.173 unit atau turun 9,1 persen. Total bus yang menyeberang mencapai 394 unit atau turun 9,8 persen. Total seluruh kendaraan tercatat 5.582 unit yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk pada H+7 atau naik 7,4 persen.
Penjelasan dari Corporate Secretary ASDP
Corporate Secretary PT ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa jumlah trip di Pelabuhan Ketapang sebanyak 212 trip. Meski ada penurunan jumlah penumpang dan kendaraan, ketersediaan trip tetap memadai untuk mengangkut para penumpang yang ingin melakukan perjalanan.







