Persiapan Keberangkatan Jemaah Haji Asal Palangka Raya
Sebanyak 296 calon jemaah haji asal Palangka Raya dijadwalkan mulai berangkat pada akhir April 2026 menuju Tanah Suci. Keberangkatan tersebut terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 5, 7, dan 8.
Jadwal Keberangkatan Kloter 5, 7, dan 8
Untuk kloter 5, sebanyak 192 jemaah akan diberangkatkan menggunakan lima unit bus menuju asrama haji embarkasi Banjarmasin pada 29 April 2026, sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci pada 30 April 2026. Sementara itu, kloter 7 yang terdiri dari 102 jemaah akan diberangkatkan menggunakan tiga unit bus, dengan jadwal masuk asrama pada 2 Mei 2026 dan berangkat pada 3 Mei 2026. Adapun dua jemaah pada kloter 8 akan digabung dengan kloter 7 saat keberangkatan.
“Kloter 5 dan 7 berangkat sesuai jadwal, sedangkan kloter 8 hanya dua orang dan akan digabung,” ujar Asisten II Setda Kota Palangka Raya, Samsul Rizal.
Jadwal Kepulangan Jemaah
Untuk kepulangan, jemaah kloter 5 dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 10 Juni 2026, sedangkan kloter 7 direncanakan pulang pada 13 Juni 2026.
Perjalanan Darat Menuju Embarkasi
Sebelum terbang ke Tanah Suci, seluruh jemaah akan lebih dulu menempuh perjalanan darat dari Palangka Raya menuju asrama haji embarkasi di Banjarmasin menggunakan bus. Perjalanan yang memakan waktu lima hingga enam jam ini menjadi perhatian khusus pemerintah, terutama karena sebagian jemaah merupakan lanjut usia.
Pada kloter 5, tercatat 33 jemaah lansia, sementara di kloter 7 terdapat 7 jemaah lansia. “Perjalanan ini cukup jauh. Apalagi banyak jemaah lansia, jadi kalau ada kendala di jalan tentu akan berpengaruh ke kondisi mereka sebelum melanjutkan penerbangan,” katanya.
Persiapan dalam Rapat Koordinasi
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (6/4/2026), yang dihadiri sejumlah instansi terkait. Dalam rapat itu, evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya turut menjadi sorotan, khususnya terkait armada bus yang sempat mengalami kendala teknis.
“Tahun lalu ada bus yang mengalami gangguan saat menuju embarkasi. Ini yang tidak ingin terulang,” tegas Samsul.
Persyaratan Kesiapan Armada Bus
Karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya meminta pihak penyedia transportasi memastikan seluruh armada dalam kondisi prima, mulai dari kelayakan kendaraan, kebersihan, hingga kesiapan pengemudi. Bus juga diminta sudah berada di Palangka Raya sehari sebelum keberangkatan untuk menjalani ramp check atau pemeriksaan kelayakan.
Selain kesiapan armada, potensi penumpukan pengantar jemaah saat hari keberangkatan juga menjadi perhatian. “Biasanya pengantar membludak. Ini harus diatur supaya tetap tertib,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi pergantian armada secara mendadak setelah dilakukan pemeriksaan. “Bus yang sudah dicek jangan sampai diganti. Kalau tidak sesuai, lebih baik cari yang lain,” tegasnya.
Penanganan Arus Lalu Lintas
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Ferry Soni, menyebut pihaknya akan memastikan kesiapan teknis di lapangan, termasuk pelaksanaan ramp check terhadap armada bus serta pengaturan arus lalu lintas saat proses keberangkatan. Menurutnya, pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan jemaah menuju embarkasi dapat berjalan aman dan lancar.
Ferry juga menyampaikan imbauan kepada para pendamping untuk menyampaikan terkait pembawaan barang selama perjalanan, termasuk agar jemaah tidak membawa jenis makanan tertentu. Ia menyebut, hal tersebut kerap dikaitkan dengan kearifan lokal dalam perjalanan jarak jauh, yang oleh sebagian masyarakat dipercaya berkaitan dengan kelancaran perjalanan.
“Bukan soal mistik, tapi lebih kepada bagaimana perjalanan bisa berjalan lancar dan nyaman bagi semua jemaah,” ujarnya.
Harapan Masa Depan
Dengan berbagai persiapan tersebut, perjalanan darat menuju embarkasi diharapkan tidak lagi menjadi titik kendala, melainkan awal yang aman bagi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.







