Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!

    3 Mei 2026

    Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik

    3 Mei 2026

    Haji 2026, Jemaah Pasuruan Meninggal Dunia Saat Tiba di Madinah

    3 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 3 Mei 2026
    Trending
    • Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!
    • Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik
    • Haji 2026, Jemaah Pasuruan Meninggal Dunia Saat Tiba di Madinah
    • KB untuk Menunda Kehamilan, Ini Tips Dokter!
    • Harga BBM Pertamina Terkini 28 April 2026, Pertamax hingga Pertalite Seluruh Indonesia
    • Cuaca Surabaya 28 April 2026: Waspadai Hujan Sore Hari
    • Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Semakin Jelas
    • Rekaman Mengerikan di Gerbong KA Argo Bromo Saat Tabrak KRL, Penumpang Syok Alami Mukjizat
    • Jadwal Idul Adha 2026 Muhammadiyah Berdasarkan Kalender Hijriah Global
    • Manfaat Bit Merah untuk Kesuburan Pria dan Wanita
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»KB untuk Menunda Kehamilan, Ini Tips Dokter!

    KB untuk Menunda Kehamilan, Ini Tips Dokter!

    adm_imradm_imr3 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Memahami Pemilihan Kontrasepsi untuk Menunda Kehamilan dalam Jangka Pendek

    Bagi pasangan yang baru saja menikah, memutuskan kapan waktu yang tepat untuk memiliki buah hati adalah diskusi yang sangat personal. Sebagian dari mereka mungkin ingin segera memulai, sedangkan yang lain lebih memilih untuk menikmati momen “pacaran” pasca pernikahan atau mempersiapkan diri secara mental dan finansial lebih dahulu. Umumnya, keputusan untuk menunda ini tidak memakan waktu lama, biasanya sekitar empat hingga enam bulan. Dalam waktu yang cukup singkat itu, banyak pasangan mulai memperhatikan beragam metode kontrasepsi guna memastikan rencana mereka berjalan lancar dan terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan pada waktu yang tidak tepat.

    Namun, pemilihan metode kontrasepsi harus dilakukan dengan hati-hati, terutama jika waktu penundaan tersebut tergolong singkat. Tidak semua metode kontrasepsi disarankan oleh para ahli medis untuk penggunaan dalam jangka waktu pendek, karena nantinya dapat memengaruhi ritme kesuburan di masa depan ketika Mama sudah siap untuk hamil.

    Berikut beberapa hal penting yang perlu dipahami oleh pasangan suami istri yang rencana menunda kehamilan dalam jangka waktu singkat:

    1. Risiko Gangguan Siklus pada KB Suntik

    Banyak orang beranggapan bahwa kontrasepsi suntik jangka satu bulan adalah pilihan yang aman karena durasinya yang dianggap pendek. Mereka berpikir jika hanya digunakan sekali atau dua kali, kesuburan akan cepat kembali normal pada bulan selanjutnya. Namun, dokter Erfenes Ho, Sp. OG memperingatkan mengenai hal tersebut.

    “Jadi buat teman-teman kalau misalnya yang udah nikah lalu nggak mau punya anak dulu, misalnya dalam waktu ya sebenarnya nggak lama ya, mungkin 6 bulan begitu, ini sebaiknya kalian jangan pakai KB hormonal ya, KB suntik. Meskipun kadang-kadang disebut KB suntik cuma satu bulan… itu bisa mengganggu siklus kamu selanjutnya,” ungkapnya.

    Ini berarti, meskipun Mama merasa hanya menggunakannya selama satu atau dua bulan, hormon yang masuk ke tubuh memerlukan waktu untuk sepenuhnya hilang dari sistem metabolisme. Seringkali setelah menghentikan penggunaan, menstruasi tidak langsung kembali di bulan yang sama, sehingga rencana untuk hamil tepat waktu bisa terhambat karena siklus yang belum pulih.

    2. Memahami Sifat “Haid Artificial” pada Pil KB

    Selain kontrasepsi suntik, pil KB sering dipilih karena dianggap praktis dan membantu menjaga siklus menstruasi tetap teratur setiap bulan. Namun, Mama perlu memahami bahwa perdarahan yang terjadi saat mengonsumsi pil KB bukanlah haid alami yang menunjukkan adanya sel telur yang telah matang.

    Dokter Erfenes secara implisit menyarankan agar kita tidak tertipu oleh label durasi singkat pada pil KB. Hal ini karena penggunaan hormonal seperti pil sebenarnya menekan proses ovulasi alami dalam tubuh untuk mencegah kehamilan.

    “Jangan terkecoh dengan KB yang bilangnya cuma sebulan atau dua bulan, termasuk di sini pil KB, meskipun kamu dapat haid tiap bulan. Tapi itu haid artificial, tidak ada sel telur yang betulan matang sebenarnya,” jelas dr. Erfenes.

    3. Pentingnya Menjaga Ovulasi Alami Tetap Berjalan

    Tujuan utama pasangan yang ingin menunda kehamilan untuk jangka pendek adalah memastikan bahwa tubuh sepenuhnya siap ketika saat “lampu hijau” tiba. Apabila hormon dipengaruhi oleh alat kontrasepsi, maka proses alami tubuh perlu bekerja lebih keras untuk kembali ke keadaan stabil setelah berhenti menggunakan KB.

    Maka dari itu, Dr. Erfenes merekomendasikan agar pasangan memilih metode tanpa mengganggu hormon. Fokusnya adalah membiarkan menstruasi berlangsung secara alami dan membiarkan ovulasi terjadi setiap bulan tanpa intervensi bahan kimia.

    4. Alternatif Metode Non-Hormonal: Kondom

    Lalu, apa yang sebaiknya dipilih jika ingin aman menunda selama enam bulan? Pilihan terbaik adalah metode penghalang seperti kondom. Metode ini sangat disarankan oleh Dr. Erfenes karena kesuburan akan tetap terjaga tanpa adanya gangguan bahan kimia dalam tubuh Mama.

    “Jadi kalau cuma empat bulan sampai enam bulan, lebih baik ya tidak mengganggu hormon… itu yang terbaik, karena haid itu tetap muncul tapi kita tidak mengganggu ovulasinya,” tambahnya lagi.

    5. Metode Senggama Terputus (Pull Out)

    Selain alat kontras, Dr. Erfenes juga menyebutkan metode senggama terputus sebagai alternatif. Meskipun metode ini memerlukan kontrol diri yang tinggi dari Papa, cara ini jauh lebih aman bagi kesehatan reproduksi Mama yang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat karena tidak ada intervensi bahan kimia.

    6. Menghindari Masa Subur dengan Kalender

    Metode terakhir yang dapat diterapkan adalah dengan teliti menghindari masa subur. Pendekatan alami ini mensyaratkan Mama untuk benar-benar memahami siklus tubuhnya sendiri, mulai dari hari pertama menstruasi hingga mengenali gejala fisik saat ovulasi terjadi setiap bulannya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Cara mengenali suku cadang palsu pada motor bekas

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Tren motor listrik Bandung Raya meroket: hemat biaya hingga 90 persen

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    5 situasi menegangkan memasuki paruh kedua drakor Perfect Crown

    By adm_imr3 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!

    3 Mei 2026

    Menolak Pudar: Strategi Cerdas Muslim Thailand Melawan Diskriminasi Sistemik

    3 Mei 2026

    Haji 2026, Jemaah Pasuruan Meninggal Dunia Saat Tiba di Madinah

    3 Mei 2026

    KB untuk Menunda Kehamilan, Ini Tips Dokter!

    3 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?