Persiapan Matang Arema FC Jelang Derby Jatim
Arema FC sedang mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi laga Derby Jatim melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, yang akan digelar pada 28 April 2026. Laga ini dinantikan oleh para penggemar sepak bola di Jawa Timur karena memiliki nuansa persaingan yang sangat tinggi.
Penguatan Infrastruktur dan Pengamanan
Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC fokus pada penguatan infrastruktur keamanan stadion yang kini lebih representatif. Stadion Kanjuruhan telah direnovasi sehingga menawarkan standar keselamatan yang lebih baik. Beberapa perubahan signifikan termasuk penambahan pintu masuk, perbaikan kelandaian tangga, serta jalur evakuasi darurat yang kini lebih memadai.
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyatakan bahwa pengalaman menggelar 13 laga kandang sebelumnya menjadi modal penting dalam mempersiapkan laga besar ini. Ia menegaskan bahwa setiap laga kandang dijadikan sebagai simulasi untuk melihat kekurangan yang perlu diperbaiki.
Simulasi Pengamanan dan Konsolidasi Suporter
Selain infrastruktur, Panpel juga terus mengasah skema pengamanan. Setiap pertandingan menjadi ajang uji coba untuk meningkatkan kesiapan. Misalnya, laga melawan Malut United dan Persis Solo menjadi bagian dari proses tersebut sebelum menghadapi Persebaya.
Dalam setiap pertandingan, Panpel Arema FC melibatkan ratusan personel gabungan, seperti kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan unsur suporter. Jumlah tersebut dipastikan akan meningkat saat menghadapi Persebaya, mengingat tingginya tensi pertandingan.
Konsolidasi “Arema One Blood”
Untuk memastikan laga berjalan aman, Presidium Aremania bersama Forkopimda Malang Raya menggelar konsolidasi bertajuk “Arema One Blood” di Pendopo Panji Kabupaten Malang. Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan.
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak agar sepak bola bisa hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah.
Penandatanganan Nota Kesepahaman
Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki. Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto.
Inti dari nota kesepahaman tersebut menekankan pada:
* Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion
Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit
Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan
Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban
Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama
* Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter
Harapan untuk Laga Berikutnya
Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung. Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim. Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali.
Menurut Ovan, pertandingan besar Arema FC vs Persebaya Surabaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya. Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab.







