Pengungkapan Rismon Sianipar tentang Aktor Tersembunyi dalam Kasus Ijazah Jokowi
Rismon Sianipar, yang terlibat dalam kasus ijazah Joko Widodo, akhirnya membuka tabir mengenai sosok yang disebut berada di balik polemik tersebut. Dalam wawancaranya dengan Andi Azwan, ia menegaskan bahwa sosok tersebut bukanlah Jusuf Kalla, meskipun sebelumnya banyak pihak yang mengaitkan Jusuf Kalla dengan isu ini.
Menurut Rismon, ia mulai menyadari adanya pihak tertentu yang memengaruhi narasi publik setelah berbincang dengan beberapa orang yang pernah menjadi narasumber dalam sebuah acara televisi. Hal ini membuatnya merasa bahwa kasus ini tidak hanya sekadar masalah pribadi, melainkan sudah berkembang menjadi agenda politik.
Ia juga mengungkap bahwa dua orang yang tampil dalam tayangan televisi pernah ia tegur karena pernyataan mereka dinilai terlalu keras. Setelah itu, kedua orang tersebut memberikan permintaan maaf dan mengakui bahwa mereka diperintahkan oleh “AS”, atau aktor sembunyi. Ini membuat Rismon semakin yakin bahwa ada kepentingan politik yang tersembunyi di balik semua ini.
“Terus saya iya iya kan aja lah seolah saya mau masuk lagi, tapi saya berpikir masa saya bodoh kali. Berarti ini ada political agenda,” ujarnya. Rismon merasa bahwa dirinya hanya dijadikan alat dalam agenda tersebut dan bisa sewaktu-waktu ditinggalkan jika tidak lagi dibutuhkan.
Ia juga menyoroti adanya kuasa hukum yang menurutnya justru bergerak atas arahan pihak lain. “Bayangkan ada advokat disuruh-suruh orang lain, dan dia tidak advokat kami. Dan di luar seolah-olah im nothing to do with this, padahal dia gas terus hantam hantam,” katanya.
Rismon kemudian meminta dua pihak yang disebut dengan inisial AK dan AG untuk berbicara jujur mengenai siapa yang sebenarnya mengarahkan mereka. “Yang kelihatan hebat itu AK dan AG itu ayo ngaku kalian disuruh kan kalian sama AS, aktor sembunyi itu, jujur kalian, jangan sering membawa nama tuhan dan kali ini kalian bohong. Apa lagi AK ini sering kali bawa-bawa nama Tuhan,” ujarnya.
Ia bahkan mengungkap adanya pertemuan empat orang di sebuah rumah makan di kawasan Menteng yang menurutnya menjadi salah satu momen penting dalam memahami arah persoalan ini. “Jujur bahwa pada suatu waktu kita bertemu 4 orang di rumah makan Menteng, kalian berdua minta maaf sama saya dan kalian mengatakan di tv itu keras karena disuruh AS. Itulah yang membuat saya kecewa, ini pergerakan apa,” katanya.
Di sisi lain, Rismon menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan dekat dengan Roy Suryo maupun Tifa Tasyi. “Kami kan bertemu 2 sampai 4 jam seminggu. Dan konpersnya (konferensi pers) dipotong-potong seolah bertemu setiap hari,” katanya.
Ia mengaku sudah menyampaikan kepada penyidik agar penyelidikan difokuskan pada pihak pendana dan aktor intelektual yang berada di balik persoalan tersebut. “Saya sudah jelaskan ke penyidk kalau mau menyelesaikan kasus ini selesaikan pendananya, selesaikan aktor otak di belakangnya,” kata Rismon Sianipar.
Sementara itu, Jusuf Kalla membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya ikut mendanai gerakan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah bertemu maupun mengenal Rismon secara pribadi. “Saya katakan yakin itu tidak benar. Saya tidak pernah, kenalpun Rismon itu apapun ketemu tidak pernah,” katanya.
Jusuf Kalla menjelaskan bahwa dirinya hanya mengenal Roy Suryo karena latar belakang Roy sebagai mantan pejabat negara. “Roy karena dia bekas menteri ya saya kenal. Tapi lainnya tidak,” katanya. Ia pun meminta agar tuduhan tersebut dibuktikan secara jelas jika memang pernah ada pertemuan yang dimaksud. “Kalau memang begitu dimana dan kapan, karena ini sudah tersebar,” katanya.







