Perseteruan Sarwendah dan Ruben Onsu yang Kembali Memanas
Perseteruan antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah pihak kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan video yang menunjukkan pertengkaran hebat. Video tersebut diunggah sebagai bantahan terhadap pernyataan Sarwendah yang menyebut bahwa ia selalu berusaha menghindari pertengkaran di depan anak-anak.
Sarwendah akhirnya memberikan penjelasan terkait konteks dari video rekaman CCTV yang kini beredar luas di media sosial. Menurutnya, video tersebut tidak muncul dari masalah sepele, melainkan dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai rencana kepindahan rumah setelah masa sewa hunian mereka di kawasan Pondok Indah akan berakhir.
Menurut Sarwendah, kemarahannya dalam video bukanlah hasil dari satu kejadian tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai masalah yang telah lama dipendam selama masa pernikahan. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menjelaskan bahwa dirinya mengusulkan agar keluarganya kembali menempati rumah lama karena kondisi keuangan yang sedang tidak baik pada saat itu.
Namun, usulan tersebut ditolak karena Ruben Onsu disebut telah menyewa apartemen atau hotel selama satu bulan dengan biaya sekitar Rp 120 juta. Sarwendah merasa dana sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan anak-anak atau rumah.
Ia juga mengaku sempat meminta agar jadwal kepindahan diundur dari tanggal 8 Maret menjadi 12 Maret karena anak-anak masih menjalani masa liburan. Sarwendah kemudian meminta nomor kontak pihak marketing agar bisa membantu mengurus perubahan jadwal kepindahan. Namun, permintaan ini tidak dikabulkan oleh Ruben, sehingga perbedaan pendapat semakin memanas.
Menurut Sarwendah, perbedaan tentang jadwal kepindahan dan permintaan untuk menghubungi pihak marketing akhirnya memicu perdebatan. Situasi semakin memanas ketika menurut pengakuannya, Ruben Onsu membanting pintu hingga percakapan suami-istri ini berubah menjadi pertengkaran.
“Perbedaan soal jadwal pindah dari tanggal 8 ke 12 dan permintaan saya untuk menghubungi pihak marketing akhirnya memicu perdebatan. Di tengah pembicaraan tersebut, suasana memanas. Beliau membanting pintu dan percakapan berubah menjadi pertengkaran,” ujarnya.
Sarwendah menegaskan bahwa kemarahan yang terlihat dalam video bukan hanya karena persoalan pindah rumah. Emosinya memuncak karena merupakan luapan berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun dipendam. Salah satunya terkait dugaan perselingkuhan berulang dilakukan Ruben Onsu sejak 2017.
“Di situlah emosi saya akhirnya meledak. Kemarahan yang terlihat di video bukan muncul karena persoalan tanggal pindah semata, melainkan akumulasi dari banyak hal yang selama 11 tahun tidak pernah benar-benar bisa saya sampaikan,” katanya.
Sejak kejadian itu, Ruben Onsu meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali. Akhirnya, pasangan ini memilih bercerai.
“Sejak kejadian itu, beliau meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali. Itu adalah konteks masalah di video tersebut. Video yang saya bagikan hari ini bukan untuk membuka luka lama, tetapi untuk memberikan konteks atas satu-satunya momen ketika, setelah 11 tahun memendam semuanya sendirian, saya akhirnya tidak sanggup lagi,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang sama, Sarwendah memohon agar konflik yang terjadi antara dirinya dengan Ruben Onsu tidak menyeret anak-anak. Ia meminta publik tidak melibatkan ketiga buah hatinya dalam polemik yang kini menjadi perhatian publik luas.
“Satu permohonan saya, apa pun yang terjadi di antara kami, jangan libatkan anak-anak. Ini semua kesalahan saya. Saya pernah mencintai, saya pernah percaya, saya pernah memperjuangkan keluarga ini dengan segenap hati dan ternyata saya salah,” pintanya.







