Kota Malang — Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meminta percepatan program imunisasi campak setelah capaian vaksinasi di Kota Malang baru menyentuh sekitar 50 persen.
Data Dinas Kesehatan mencatat, dari total sekitar 1.400 anak sasaran, baru sekitar 700 anak yang telah menerima imunisasi campak, baik dosis MR 1 maupun MR 2 hingga awal April 2026.
Padahal, pemerintah menargetkan cakupan minimal 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dan mencegah potensi lonjakan kasus campak.
Wahyu menegaskan percepatan harus dilakukan secara masif, termasuk dengan strategi jemput bola langsung ke masyarakat.
“Sudah dilakukan door to door, tapi masih ada yang belum paham pentingnya imunisasi. Ini yang terus kami kejar,” ujarnya.
Program imunisasi kejar atau catch up campaign (CUC) menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan, khususnya mereka yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Di lapangan, sejumlah kendala masih ditemukan, mulai dari keterbatasan akses hingga masih adanya penolakan atau keraguan orang tua terhadap vaksinasi.
Pemerintah Kota Malang pun mengintensifkan pendekatan langsung ke rumah warga untuk memastikan seluruh anak masuk dalam cakupan program.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti tingginya risiko penularan campak yang tergolong cepat, sehingga diperlukan intervensi serius agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).
Dengan sisa waktu yang terbatas, Pemkot Malang menargetkan percepatan signifikan agar capaian imunisasi mendekati angka ideal 95 persen.







