Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar selebrasi Hari Bumi pada Jumat (17/4) di halaman Graha Rektorat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian sivitas akademika terhadap kelestarian lingkungan.
Mengusung tema “UM Peduli Bumi: Lestarikan Alam, Hijaukan Kampus”, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan dan dilaksanakan secara serentak di seluruh fakultas.
Sejumlah aksi nyata dilakukan dalam peringatan ini, mulai dari pembibitan pohon, pembersihan lingkungan kampus, hingga pengelolaan sampah. Selain itu, dilakukan pula penebaran ikan di Danau UM serta pengolahan sampah organik menjadi pupuk di Tempat Pengolahan Sampah (TPS). Program ini dinilai mampu menekan limbah sekaligus mendorong praktik ekonomi sirkular di lingkungan kampus.
Ketua Green Campus UM, Sumarmi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kolektif dalam membangun kesadaran lingkungan.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh fakultas dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga lingkungan kampus,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UM, Hariyono, menekankan bahwa peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada seremoni semata.
“Kita tidak hanya memperingati Hari Bumi, tetapi juga perlu merawat pikiran dan pengetahuan. Pemilahan sampah harus dilakukan, dan saya berharap ‘sampah sosial’ seperti perundungan dan pelecehan tidak terjadi di kampus. Menghormati bumi harus dimulai dari pikiran yang sehat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, UM memperkuat posisinya sebagai kampus ramah lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 (Climate Action) dan ke-15 (Life on Land).
Partisipasi aktif mahasiswa dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan kampus, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kelestarian bumi (red)






