Aksi seorang netizen yang mengunggah video tentang kondisi jalan di Jawa Barat (Jabar) mendadak menjadi perbincangan hangat. Video tersebut memperlihatkan jalanan yang tampak rusak dan penuh genangan air, yang kemudian menimbulkan kritik terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut, sang perekam mengambil rekaman dari dalam mobil yang sedang melaju. Jalanan yang terlihat sangat tidak layak digunakan, dengan genangan air yang cukup dalam dan tanaman liar yang tumbuh subur. Netizen yang merekam video itu kemudian menyampaikan kritiknya kepada Gubernur Jabar dengan mengatakan bahwa jalan tersebut masih dalam keadaan jelek dan penuh genangan air.

Tidak hanya itu, sang perekam juga menyampaikan kritiknya sambil tertawa, mencoba menggoda Dedi Mulyadi. Ia berkata, “Ini daerah kamu nih, Kang Dedi. Masih banyak yang menggenang. Masih ada yang mau pinjam?” Ucapan ini diikuti oleh sindiran lebih lanjut terkait banyaknya orang di Lampung yang ingin meminjam Gubernur Dedi Mulyadi.
“Kan kalau di TikTok banyak tuh di Lampung apa di mana gitu, ‘Pinjem dong Gubernur Dedi Mulyadi-nya, lah orang di sini aja (jalan) masih jelek-jelek’,” ujar sang netizen. Hal ini membuat netizen lain semakin merasa tertantang untuk memberikan respons.
Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung merespons unggahan video tersebut di Instagram. Ia awalnya mengucapkan terima kasih kepada sang perekam atas atensinya dan pengingatannya tentang jalan-jalan yang masih jelek di Jawa Barat. Ia mengatakan, “Teteh dan Akang, saya mengucapkan terima kasih ya sudah memberikan atensi, mengingatkan saya tentang adanya jalan yang masih jelek di Jawa Barat.”
Namun, setelah itu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa jalan yang terekam dalam video itu adalah jalan inspeksi. Jalan khusus yang dibangun di sepanjang sempadan sungai, saluran irigasi, atau bangunan air lainnya. Ia juga memastikan bahwa jalan tersebut bukanlah jalan umum yang bisa digunakan oleh masyarakat luas.
Ia menjelaskan bahwa lokasi jalan dalam video itu berada di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. “Saya sudah cek, Teh. Itu statusnya jalan inspeksi BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai),” kata Dedi Mulyadi. Menurutnya, jalan tersebut biasanya digunakan untuk alat-alat berat melakukan pengerukan. Hasil pengerukannya disimpan di pinggir jalan tersebut.
Dengan penjelasan ini, Dedi Mulyadi skakmat sang netizen dengan mempertanyakan alasan keberadaan pembuat video tersebut. Ia menulis, “Bukan jalan provinsi, bukan pula jalan kabupaten, tapi jalan inspeksi BBWS untuk alat berat. Kalian teh mau kemana atuh itu teh? Bukan jalan umum itu mah.”
Ia bahkan meminta pendapat dari netizen lain di kolom komentar. “Menurut teman-teman, beliau berdua mau kemana?” tegas Dedi Mulyadi.







