Kota Malang-Wahyu Hidayat menghadiri acara Halal Bihalal Paguyuban Pasundan Wilayah Jawa Timur yang digelar di Aula Kudam V Brawijaya, Sabtu (11/4). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya kontribusi warga perantau dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kerukunan sosial di Kota Malang.
Acara yang dihadiri sekitar 400 keluarga besar Paguyuban Pasundan dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jombang, Probolinggo, dan Jember itu turut dihadiri sejumlah pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan komunitas Pasundan. Ia mengaku memiliki ikatan keluarga dengan budaya Sunda dari garis ayahnya yang berasal dari Tasikmalaya.
“Paling tidak saya mewakili ayah saya yang sudah almarhum untuk bisa hadir di tengah-tengah Bapak sekalian. Tentu beliau akan senang karena saya bisa berkumpul dengan keluarga besar Sunda di Kota Malang ini,” ujar Wahyu.
Ia juga mengajak warga perantau untuk menjadikan Kota Malang sebagai rumah sendiri. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan ruang yang inklusif dan harmonis bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Walaupun pendatang atau perantau, jadikanlah Kota Malang ini seperti berada di Jawa Barat. Jangan merasa orang asing, karena kita saling berinteraksi dengan baik dan menjunjung tinggi toleransi,” katanya.
Lebih lanjut, Wahyu menyoroti kontribusi ekonomi komunitas Pasundan di Kota Malang. Ia menyebut sekitar 300 kepala keluarga asal Jawa Barat memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah melalui berbagai sektor usaha.
“Kami yakin kontribusi masyarakat perantau ini sangat nyata dalam meningkatkan perekonomian Kota Malang. Terima kasih karena telah ikut memperkaya dinamika ekonomi kota,” tegasnya.
Sementara itu, penasihat Paguyuban Pasundan Jawa Timur, Sholeh Kawimintorogo, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung visi Malang sebagai kota metropolitan yang inklusif. Ia menekankan pentingnya nilai “Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh” sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, Paguyuban Pasundan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat jembatan sosial antarwarga dengan latar belakang berbeda.
Selain itu, Sholeh juga mendorong Pemerintah Kota Malang untuk terus mempermudah akses bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, di tengah tantangan ekonomi global.
“Mengingat Malang sebagai barometer nasional, menjaga toleransi dan hubungan harmonis antarwarga menjadi kunci utama untuk mempertahankan kenyamanan hidup di kota ini,” ujarnya.(Man)






