Kehadiran Arek Suroboyo Asli (ARSAS) dalam Apel Akbar Jogo Suroboyo
Ribuan pemuda dan berbagai elemen masyarakat di Surabaya hadir dalam Apel Akbar Jogo Suroboyo yang digelar di Tugu Pahlawan. Acara ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, dan menjadi momen penting bagi pembentukan Arek Suroboyo Asli (ARSAS). Dengan semangat “Wani Tertib”, gerakan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan dan ketertiban kota.
ARSAS lahir dari kepedulian terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan keamanan Surabaya. Gerakan ini ingin merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang atau kelompok tertentu. Tujuannya adalah menjaga keharmonisan dan keamanan kota melalui kerja sama yang kuat antara warga dan pihak terkait.
Acara yang diikuti oleh sekitar 4.000 peserta ini dimulai dengan senam, lari pagi, dan berbagai aktivitas kebugaran lainnya. Peserta berasal dari beragam unsur, termasuk pengemudi ojek online, buruh, pelaku UMKM, komunitas suporter sepak bola, hingga perguruan silat. Semua elemen ini turut melebur dalam satu kegiatan yang penuh semangat.
Ketua ARSAS, Heri Bimantara, menjelaskan bahwa gerakan ini dibentuk karena kekhawatiran terhadap kondisi saat ini. Ia menegaskan bahwa ARSAS ingin membangkitkan kembali semangat persatuan dan gotong royong yang dulu menjadi ciri khas warga Surabaya. Menurutnya, masyarakat asli Surabaya perlu kembali menunjukkan peran aktif dalam menjaga marwah kota.
Ia juga menyebutkan bahwa selama ini sebagian warga cenderung diam terhadap berbagai persoalan sosial. Melalui momentum ini, jargon “Wani” dihidupkan kembali dengan makna positif. “Kita ingin menunjukkan Arek Suroboyo itu wani (berani). Jangan sampai semangat ini hilang. Wani yang kita dorong adalah wani tertib,” tegasnya.
Gerakan Jogo Suroboyo tidak hanya bersifat seremonial. ARSAS bersama elemen masyarakat berkomitmen mendorong aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan warga. Beberapa langkah yang akan dikawal antara lain penertiban fasilitas umum hingga penanganan persoalan sosial anak. ARSAS juga menegaskan akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Surabaya.
Heri berharap gerakan ini dapat memperkuat persatuan warga untuk bersama-sama membangun kota. “Kami berharap kegiatan ini membuat seluruh elemen masyarakat tetap solid, satu komando, dan satu hati menjalankan deklarasi yang sudah dibacakan,” ujarnya.
Acara yang berlangsung tertib kemudian dirangkai dengan pembacaan pernyataan sikap (deklarasi) bersama oleh seluruh peserta. Pernyataan itu menjadi simbol komitmen warga untuk bersatu menjaga Kota Surabaya.
Salah satu peserta, Rahmana Putra, menegaskan komitmen dalam menjaga kota. Sebagai arek asli Surabaya, pihaknya menegaskan untuk menjaga kondusifitas di dalam kota. “Gerakan ini diharapkan menjadi energi baru bagi warga Surabaya untuk tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rahmana.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan Kota
ARSAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan kota. Dalam acara tersebut, peserta diajak untuk lebih aktif dalam berbagai isu sosial dan ekonomi. Ini mencerminkan komitmen ARSAS untuk menjadi wadah yang inklusif dan partisipatif.
Dalam rangkaian acara, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka tentang pentingnya kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun kota. Hal ini menjadi bentuk partisipasi langsung dari masyarakat dalam upaya memperkuat ikatan sosial.
Sejumlah inisiatif telah disiapkan oleh ARSAS untuk mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga. Misalnya, dalam bidang pendidikan, ARSAS berkomitmen untuk membantu memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Di bidang kesehatan, gerakan ini juga akan berupaya memperkuat sistem layanan kesehatan yang ramah dan efisien.
Selain itu, ARSAS akan fokus pada pemberdayaan warga melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan. Ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan adanya ARSAS, diharapkan Surabaya dapat menjadi contoh kota yang maju, harmonis, dan penuh semangat gotong royong. Semangat “Wani Tertib” yang diusung dalam acara ini menjadi fondasi utama dalam upaya membangun kota yang lebih baik.







