Spekulasi dan Klarifikasi Terkait Pengamanan Kantor PT Yasa Artha Trimanunggal
Pada Jumat lalu (10/4/2026), keberadaan puluhan polisi berjaga di kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, yang terletak di kawasan Grogol, Jakarta Barat, memicu spekulasi di kalangan publik. Perusahaan ini merupakan induk dari PT Adlas Sarana Elektrik, yang disebut sebagai pemenang tender penyedia sepeda motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).
Tender tersebut masuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski ada kabar mengenai nilai tender sebesar Rp 1,2 triliun, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa angka tersebut tidak sepenuhnya akurat. Ia menyebutkan bahwa nilai tender sekitar Rp 897 miliar.
Pengadaan motor listrik ini menuai kritik dari masyarakat, yang menilai penggunaan uang negara terkesan tidak efisien. Banyak yang merasa bahwa dana yang digunakan berasal dari pajak rakyat, sehingga perlu dipertanggungjawabkan dengan baik.
Di tengah gelombang kritik tersebut, kantor PT Yasa Artha Trimanunggal mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, menjelaskan bahwa kehadiran polisi murni untuk melakukan pengamanan terkait rencana aksi unjuk rasa dari kelompok Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara.
Ia menampik anggapan bahwa kepolisian melakukan penjagaan eksklusif terhadap perusahaan tersebut. “Pada waktu itu, hari Jumat tanggal 10, ada rencana aksi di PT Yasa Artha. Rencana aksi ini dari Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara. Nah, kita dari Polsek ada kegiatan pengamanan di sana untuk rencana aksi tersebut karena sudah ada pemberitahuan sebelumnya,” ujar Reza saat dihubungi.
Reza juga mengklarifikasi mengenai visual yang beredar luas di media sosial, termasuk unggahan yang menampilkan personel kepolisian berjaga dengan senjata lengkap di depan kantor tersebut. Ia menduga visual itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Saya juga sempat lihat itu di Instagram. Ada yang mengunggah foto, tapi saya rasa itu foto AI. Jadi, ada polisi yang berjaga sambil membawa senjata di sana. Padahal, kita berjaga di sana hanya pada saat hari itu saja karena ada rencana aksi,” ujarnya.
Meskipun personel telah bersiaga sejak pukul 13.00 WIB, massa unjuk rasa tidak kunjung hadir hingga sore hari. “Massanya tidak hadir. Kita tunggu sampai jam setengah 6 sore (17.30), kita konsolidasi, massanya tetap tidak hadir,” tambah Reza.
Seputar Perusahaan dan Sorotan Publik
PT Yasa Artha Trimanunggal, yang merupakan induk perusahaan dari PT Adlas Sarana Elektrik, berdiri sejak tahun 2016. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa logistik, pengadaan, serta ekspor-impor.
Nama perusahaan mencuat setelah viral video puluhan ribu unit motor listrik merek Emmo berlogo BGN di media sosial. Berdasarkan data pengadaan nasional, motor listrik yang disediakan adalah tipe Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp 49,95 juta per unit. Harga tersebut sudah termasuk pajak, namun statusnya masih off the road (belum termasuk biaya pengurusan surat kendaraan).
Namun, Dadan Hindayana mengklaim harga motor listrik untuk BGN di bawah harga pasaran, yakni trail Rp43,2 juta dan motor listrik biasa Rp41,7 juta.
Di tengah sorotan publik tentang manfaat motor listrik ini dalam program MBG, Dadan awalnya menyebut untuk kepala SPPG. Belakangan Dadan dan pejabat BGN lainnya menyampaikan untuk operasional SPPG di daerah pelosok.
Diler Belum Rampung, Layanan Purnajual Dipertanyakan
Sementara itu, keberadaan diler Emmo juga menjadi sorotan. Sebagai pemenang tender motor listrik sebanyak 21.801 unit, diler Emmo di kawasan Grogol ternyata belum rampung. Tak heran, publik juga menyoroti layanan purnajual motor listrik Emmo.
Untuk pengadaan puluhan ribu unit motor listrik di seluruh Indonesia, faktor reliabilitas jangka panjang, ketersediaan suku cadang, dan layanan purnajual tentu menjadi krusial.
Fakta Menarik Tentang Gedung Kantor PT Yasa Artha Trimanunggal
Dilansir Kompas.com, Senin (13/4/2026), suasana depan kantor PT Yasa Artha Trimanunggal tampak lengang. Bangunan kantor perusahaan tersebut berwarna putih dengan pagar tinggi berwarna cokelat yang menutupi pandangan ke dalam halaman. Tidak terlihat adanya papan identitas yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan kantor suatu perusahaan. Satu-satunya penanda yang tampak hanyalah nomor bangunan, yakni 1850.
Di lantai dua bangunan tersebut terdapat tiga jendela kaca berbingkai hitam yang menghadap ke arah jalan. Beberapa kali terlihat pengendara ojek online berhenti di depan bangunan tersebut dan menurunkan penumpang yang kemudian masuk ke dalam. Sejumlah orang juga tampak hilir mudik menuju bangunan putih berlantai tiga yang berada tepat di seberangnya.
Di depan bangunan tiga lantai tersebut, terlihat dua unit motor listrik terparkir di dekat pintu masuk. Seorang warga sekitar mengatakan bahwa kedua bangunan tersebut dimiliki oleh orang yang sama.
“Sama ini, yang di pager itu kantor kalau enggak salah. Saya sendiri tapi kurang ngerti juga kantor apa tapi memang di sini banyak kantor sama konveksi,” katanya.
Fakta menarik terungkap mengenai sejarah gedung kantor PT Yasa Artha Trimanunggal di wilayah RT 08. Bangunan itu sebelumnya merupakan aset sederhana bagi warga sekitar. “Dulunya itu cuma kos-kosan dan warung atau kafe milik Pak Haji. Baru direnovasi sekitar tahun 2025,” jelas Catur, Ketua RT setempat.
Transformasi bangunan fisik ini sejalan dengan profil perusahaan yang kini memegang kendali atas 21.801 unit motor listrik di BGN.
Sosok Yenna Yuniana
Seiring viralnya pengadaan motor listrik BGN ini, mencuat pula nama Yenna Yuniana, Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal. Berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU), Yenna Yuniana merupakan Beneficial Owner (pemilik manfaat akhir) yang memegang kendali penuh atas perusahaan tersebut.
Terungkap pula, bahwa nama Yenna Yuniana bukan sosok asing dalam pusaran kasus hukum. Pada November 2025, ia tercatat pernah dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) beras tahun 2020. Keterangannya diambil untuk tersangka Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, yang merupakan kakak kandung dari pengusaha sekaligus tokoh politik Hary Tanoesoedibjo.







