PLN Menjaga Kestabilan Sistem Kelistrikan Sulawesi Selama Masa Siaga
PT PLN (Persero) berhasil menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi selama masa siaga Ramadan, Idulfitri 1447 H, serta Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026. Periode ini berlangsung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026. Selama masa tersebut, sistem kelistrikan Sulawesi tercatat beroperasi dalam kondisi aman, stabil, dan terkendali, sehingga kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kesiapan operasi sistem yang terencana, dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, serta koordinasi lintas unit PLN di seluruh wilayah Sulawesi. Ia menegaskan bahwa seluruh sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi mampu beroperasi secara stabil sepanjang periode Ramadan, Hari Raya Nyepi, hingga Idulfitri. Hal ini menunjukkan kesiapan personel, keandalan infrastruktur, serta strategi operasi sistem yang dijalankan secara disiplin oleh seluruh jajaran PLN.
Selama masa siaga, PLN berhasil menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik masyarakat di seluruh sistem kelistrikan Sulawesi. Pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), sebagai sistem terbesar di wilayah Sulawesi, selama masa siaga sistem kelistrikan berhasil mencatatkan beban tertinggi sebesar 1.934 MW. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan sistem kelistrikan Sulawesi dalam mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat yang meningkat selama periode Ramadan hingga Idulfitri dengan tetap menjaga stabilitas operasi sistem.
Jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, beban puncak pada periode siaga tahun 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil. Pada masa siaga Ramadan dan Idulfitri 1446 H tahun 2025, Sistem Sulbagsel mencatat beban puncak tertinggi sebesar 2.135 MW. Perbedaan nilai beban puncak tersebut dipengaruhi oleh variasi pola konsumsi listrik masyarakat selama Ramadan serta dinamika operasi sistem kelistrikan.
Selain Sulbagsel, sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi lainnya juga berada dalam kondisi stabil selama masa siaga. Pada Sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), selama periode siaga sistem kelistrikan berhasil mencatatkan beban tertinggi sebesar 505 MW. Hal ini menunjukkan kesiapan sistem dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Pada Sistem Baubau, selama masa siaga sistem kelistrikan berhasil mencatatkan beban tertinggi sebesar 59 MW. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kelistrikan di wilayah Baubau tetap mampu beroperasi secara stabil dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat selama periode siaga. Sementara itu, pada Sistem Luwuk selama masa siaga sistem kelistrikan berhasil mencatatkan beban tertinggi sebesar 39 MW, yang mencerminkan kesiapan sistem dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah tersebut selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Keandalan sistem ini tidak terlepas dari strategi operasi yang komprehensif yang diterapkan PLN selama masa siaga. Berbagai langkah dilakukan antara lain optimalisasi transfer daya antar subsistem, pengaturan operasi pembangkit sesuai Technical Minimum Load (TML), serta pengaktifan Automatic Generation Control (AGC) dan Free Governor Mode guna menjaga kestabilan frekuensi sistem kelistrikan.
Dalam hal kesiapsiagaan operasional, PLN juga mengoperasikan 29 Posko Siaga yang tersebar di seluruh wilayah operasi UIP3B Sulawesi sebagai pusat koordinasi pemantauan sistem, pengendalian operasi, serta percepatan penanganan gangguan apabila terjadi potensi gangguan kelistrikan. Kesiapsiagaan ini juga didukung oleh 2.657 personel yang terdiri dari pegawai PLN, tenaga alih daya, serta personel pendukung lainnya yang bertugas menjaga kesiapan operasional pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga pusat pengaturan beban yang beroperasi selama 24 jam.
“PLN tetap berada dalam mode siaga penuh hingga akhir periode pengamanan. Seluruh lini sistem kelistrikan, mulai dari pembangkitan, transmisi hingga pengaturan beban, terus kami kawal secara ketat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan, merayakan Hari Raya Nyepi, serta menyambut Idulfitri dengan nyaman dan tanpa gangguan kelistrikan,” tutup Fermi Trafianto.







