Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    3 Berita Terpopuler Padang: Korban Hanyut Dicari, BBM Aman, Suporter Boyong Semen Padang FC

    23 April 2026

    Keluarga Sungai Puji Kebersihan Sungai di Lamongan, River Run 1.200 KM

    23 April 2026

    Respons Pakar Ekonomi Terhadap Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: Wajar di Tengah Krisis Global, Risiko Minimal

    23 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 24 April 2026
    Trending
    • 3 Berita Terpopuler Padang: Korban Hanyut Dicari, BBM Aman, Suporter Boyong Semen Padang FC
    • Keluarga Sungai Puji Kebersihan Sungai di Lamongan, River Run 1.200 KM
    • Respons Pakar Ekonomi Terhadap Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: Wajar di Tengah Krisis Global, Risiko Minimal
    • Ahli mengajukan pemantauan ulang batas limbah sawit oleh Kementerian LH
    • Harga sembako naik di Kota Malang, termasuk air mineral
    • Kisah Muhammad Nur Jabir: Dari Atheis ke Sufi dan Kembali pada Tuhan
    • Berapa Lama Bayi Boleh Terkena Sinar Matahari?
    • 5 Ikan Endemik yang Aman Dikonsumsi Harian
    • Tips memilih sepatu haji untuk hindari lecet dan bengkak
    • 5.426 Jemaah Haji Aceh Siap Berangkat, Kloter Pertama Berangkat 6 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Tips memilih sepatu haji untuk hindari lecet dan bengkak

    Tips memilih sepatu haji untuk hindari lecet dan bengkak

    adm_imradm_imr23 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pentingnya Alas Kaki dalam Ibadah Haji

    Langkah kaki saat ibadah haji bisa terasa berat. Dalam satu hari, jemaah bisa berjalan beberapa kilometer, berdiri lama, berpindah lokasi, hingga berdesakan di tengah cuaca panas. Di tengah semua itu, alas kaki sering dianggap hal sepele, padahal justru bisa menjadi penentu ibadah akan terasa lancar atau diwarnai rasa sakit.

    Tidak sedikit jemaah yang baru sadar sepatu atau sandalnya bermasalah saat kaki mulai lecet, bengkak, atau nyeri di hari-hari awal. Ketika telapak kaki sudah terluka, aktivitas harian seperti berjalan dari hotel ke masjid bisa terasa menyakitkan. Karena itu, memilih alas kaki yang akan memengaruhi kesehatan dan kemampuan tubuh bertahan selama ibadah haji.

    Mengapa Alas Kaki Haji Sangat Penting?

    Ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang tinggi. Jemaah bisa berjalan jauh di permukaan keras, panas, dan licin, sering kali sambil membawa tas atau perlengkapan lain. Kondisi ini meningkatkan tekanan berulang pada telapak kaki, tumit, pergelangan kaki, dan lutut.

    Masalah kaki merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami jemaah haji dan umrah. Lecet, kram, keseleo, nyeri telapak kaki, hingga luka terbuka banyak terjadi akibat berjalan terlalu jauh dan memakai alas kaki yang tidak sesuai. Studi pada jemaah umrah tahun 2024 menemukan bahwa 46 persen peserta mengalami masalah pada kaki, dengan cedera seperti sprain (keseleo), strain (robekan atau peregangan berlebih pada otot atau tendon), dan nyeri otot paling sering terjadi.

    Penelitian lain pada jemaah haji menunjukkan bahwa sekitar 31 persen mengalami lepuh atau lecet pada kaki. Risiko ini lebih tinggi pada perempuan, lansia, orang dengan obesitas, dan orang dengan diabetes.

    Tips Memilih Sepatu atau Sandal Haji yang Lebih Aman

    Pilih Ukuran yang Benar-Benar Pas

    Sepatu yang terlalu sempit dapat menekan jari dan memicu lecet. Sebaliknya, sepatu yang terlalu longgar bikin kaki mudah bergeser sehingga gesekan meningkat. Idealnya, ada sedikit ruang sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter (cm) di depan jari kaki. Ukuran kaki juga cenderung membesar saat cuaca panas atau setelah berjalan lama, jadi jangan memilih alas kaki yang terlalu presisi.

    Utamakan Bantalan yang Empuk, Tetapi Tetap Stabil

    Banyak orang tergoda memilih sandal tipis karena terasa ringan. Padahal, sol yang terlalu tipis membuat telapak kaki menerima tekanan lebih besar dari permukaan keras dan panas. Pilih alas kaki dengan bantalan yang cukup empuk pada tumit dan telapak depan, tetapi tidak terlalu lembek hingga kaki terasa goyah. Dukungan pada lengkung kaki juga penting, terutama bagi orang yang memiliki telapak kaki datar atau mudah nyeri.

    Cari Bahan yang Ringan dan Mudah Menyerap Keringat

    Kaki yang lembap lebih mudah lecet dan lebih rentan terkena infeksi jamur. Karena itu, pilih bahan yang breathable atau memiliki sirkulasi udara baik. Untuk sepatu tertutup, bahan mesh atau kain yang ringan biasanya lebih nyaman dibanding bahan sintetis tebal. Untuk sandal, pilih bahan yang tidak membuat kulit mudah berkeringat berlebihan dan tidak kasar di bagian tali.

    Hindari Alas Kaki Baru Saat Berangkat

    Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membeli sepatu atau sandal baru lalu langsung dipakai saat haji. Alas kaki baru biasanya masih kaku dan belum mengikuti bentuk kaki. Gunakan sepatu atau sandal tersebut setidaknya beberapa minggu sebelum keberangkatan. Pakai untuk berjalan jauh, naik turun tangga, atau latihan fisik ringan agar kaki terbiasa dan kamu bisa mengetahui apakah ada bagian yang menekan atau memicu lecet.

    Banyak pelari dan pejalan jarak jauh menyebut proses ini sebagai “break-in period”, yaitu masa adaptasi antara kaki dan alas kaki. Komunitas jemaah haji juga sering menekankan pentingnya memakai sandal yang sudah dicoba berkali-kali sebelum keberangkatan.

    Bawa Lebih dari Satu Jenis Alas Kaki

    Satu alas kaki saja sering kali tidak cukup. Banyak jemaah merasa lebih nyaman memiliki satu sandal terbuka untuk area tertentu dan satu sepatu atau sandal yang lebih suportif untuk jalan jauh. Sandal jepit tipis mungkin praktis, tetapi kurang ideal jika dipakai berjalan berjam-jam. Sebaliknya, sepatu tertutup bisa terasa terlalu panas jika digunakan terus-menerus. Karena itu, memiliki cadangan alas kaki juga penting jika alas kaki utama basah, rusak, atau mulai terasa tidak nyaman.

    Perhatikan Aturan Alas Kaki Saat Ihram

    Untuk laki-laki yang sedang ihram, ada aturan tertentu terkait alas kaki. Umumnya, sandal tidak boleh menutupi mata kaki dan bagian atas kaki secara penuh. Karena itu, model sandal terbuka sering menjadi pilihan yang lebih praktis. Untuk perempuan, pilihan alas kaki cenderung lebih fleksibel. Namun, prinsip kenyamanan dan keamanan tetap sama: hindari alas kaki yang licin, terlalu keras, atau membuat kaki cepat lelah.

    Siapa yang Perlu Ekstra Hatihati?

    Jemaah dengan diabetes perlu lebih waspada karena luka kecil di kaki bisa berkembang menjadi infeksi yang serius. Pada jemaah dengan diabetes, sensasi nyeri kadang berkurang sehingga lecet atau luka tidak langsung terasa. Penelitian menunjukkan, jemaah yang memiliki diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kapalan, lecet, dan luka pada kaki selama haji. Karena itu, mereka sebaiknya memeriksa kaki setiap hari, memakai alas kaki yang benar-benar pas, dan tidak berjalan tanpa alas kaki terlalu lama.

    Selain diabetes, lansia, orang dengan obesitas, gangguan sirkulasi, atau riwayat nyeri sendi juga sebaiknya mempertimbangkan alas kaki dengan bantalan lebih baik dan dukungan tambahan pada lengkung kaki.

    Pada akhirnya, sepatu atau sandal haji yang tepat tidak harus mahal atau bermerek terkenal. Yang paling penting adalah nyaman, pas di kaki, tidak licin, dan mampu menopang tubuh saat berjalan jauh. Kaki yang sehat akan sangat membantu jemaah menjalani rangkaian ibadah dengan lebih nyaman. Karena itu, persiapan alas kaki sebaiknya dilakukan sejak jauh-jauh hari, sama pentingnya dengan latihan fisik, vaksinasi, dan perlengkapan lainnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Alasan Polisi Jaga Kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, Pemenang Tender Motor Listrik BGN

    By adm_imr23 April 20262 Views

    5 tips mengoptimalkan bunga majemuk untuk kekayaan jangka panjang

    By adm_imr23 April 20261 Views

    Tips makan di Nikudon Blok M tanpa antre lama

    By adm_imr23 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    3 Berita Terpopuler Padang: Korban Hanyut Dicari, BBM Aman, Suporter Boyong Semen Padang FC

    23 April 2026

    Keluarga Sungai Puji Kebersihan Sungai di Lamongan, River Run 1.200 KM

    23 April 2026

    Respons Pakar Ekonomi Terhadap Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: Wajar di Tengah Krisis Global, Risiko Minimal

    23 April 2026

    Ahli mengajukan pemantauan ulang batas limbah sawit oleh Kementerian LH

    23 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?