Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur

    13 Juni 2026

    Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium

    13 Juni 2026

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 13 Juni 2026
    Trending
    • Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur
    • Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium
    • Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?
    • Intuisi Ibu Bilqis Saat Putrinya Ditemukan Tewas Di Rumah
    • 50 Soal Ujian Aswaja dengan Kunci Jawaban
    • Gigi berlubang memengaruhi kesehatan anak? Cari tahu fakta pentingnya!
    • Harga cabai anjlok, Bapanas siapkan penyerapan telur dan ayam
    • Tujuh destinasi liburan hemat untuk keluarga di Kota Meksiko
    • Gempa M7,7 Guncang Manado, Warga Panik Saat Bencana Melanda
    • Rupiah turun ke Rp 18.000, industri waspadai risiko inflasi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Tips memilih sepatu haji untuk hindari lecet dan bengkak

    Tips memilih sepatu haji untuk hindari lecet dan bengkak

    adm_imradm_imr23 April 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pentingnya Alas Kaki dalam Ibadah Haji

    Langkah kaki saat ibadah haji bisa terasa berat. Dalam satu hari, jemaah bisa berjalan beberapa kilometer, berdiri lama, berpindah lokasi, hingga berdesakan di tengah cuaca panas. Di tengah semua itu, alas kaki sering dianggap hal sepele, padahal justru bisa menjadi penentu ibadah akan terasa lancar atau diwarnai rasa sakit.

    Tidak sedikit jemaah yang baru sadar sepatu atau sandalnya bermasalah saat kaki mulai lecet, bengkak, atau nyeri di hari-hari awal. Ketika telapak kaki sudah terluka, aktivitas harian seperti berjalan dari hotel ke masjid bisa terasa menyakitkan. Karena itu, memilih alas kaki yang akan memengaruhi kesehatan dan kemampuan tubuh bertahan selama ibadah haji.

    Mengapa Alas Kaki Haji Sangat Penting?

    Ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang tinggi. Jemaah bisa berjalan jauh di permukaan keras, panas, dan licin, sering kali sambil membawa tas atau perlengkapan lain. Kondisi ini meningkatkan tekanan berulang pada telapak kaki, tumit, pergelangan kaki, dan lutut.

    Masalah kaki merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami jemaah haji dan umrah. Lecet, kram, keseleo, nyeri telapak kaki, hingga luka terbuka banyak terjadi akibat berjalan terlalu jauh dan memakai alas kaki yang tidak sesuai. Studi pada jemaah umrah tahun 2024 menemukan bahwa 46 persen peserta mengalami masalah pada kaki, dengan cedera seperti sprain (keseleo), strain (robekan atau peregangan berlebih pada otot atau tendon), dan nyeri otot paling sering terjadi.

    Penelitian lain pada jemaah haji menunjukkan bahwa sekitar 31 persen mengalami lepuh atau lecet pada kaki. Risiko ini lebih tinggi pada perempuan, lansia, orang dengan obesitas, dan orang dengan diabetes.

    Tips Memilih Sepatu atau Sandal Haji yang Lebih Aman

    Pilih Ukuran yang Benar-Benar Pas

    Sepatu yang terlalu sempit dapat menekan jari dan memicu lecet. Sebaliknya, sepatu yang terlalu longgar bikin kaki mudah bergeser sehingga gesekan meningkat. Idealnya, ada sedikit ruang sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter (cm) di depan jari kaki. Ukuran kaki juga cenderung membesar saat cuaca panas atau setelah berjalan lama, jadi jangan memilih alas kaki yang terlalu presisi.

    Utamakan Bantalan yang Empuk, Tetapi Tetap Stabil

    Banyak orang tergoda memilih sandal tipis karena terasa ringan. Padahal, sol yang terlalu tipis membuat telapak kaki menerima tekanan lebih besar dari permukaan keras dan panas. Pilih alas kaki dengan bantalan yang cukup empuk pada tumit dan telapak depan, tetapi tidak terlalu lembek hingga kaki terasa goyah. Dukungan pada lengkung kaki juga penting, terutama bagi orang yang memiliki telapak kaki datar atau mudah nyeri.

    Cari Bahan yang Ringan dan Mudah Menyerap Keringat

    Kaki yang lembap lebih mudah lecet dan lebih rentan terkena infeksi jamur. Karena itu, pilih bahan yang breathable atau memiliki sirkulasi udara baik. Untuk sepatu tertutup, bahan mesh atau kain yang ringan biasanya lebih nyaman dibanding bahan sintetis tebal. Untuk sandal, pilih bahan yang tidak membuat kulit mudah berkeringat berlebihan dan tidak kasar di bagian tali.

    Hindari Alas Kaki Baru Saat Berangkat

    Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membeli sepatu atau sandal baru lalu langsung dipakai saat haji. Alas kaki baru biasanya masih kaku dan belum mengikuti bentuk kaki. Gunakan sepatu atau sandal tersebut setidaknya beberapa minggu sebelum keberangkatan. Pakai untuk berjalan jauh, naik turun tangga, atau latihan fisik ringan agar kaki terbiasa dan kamu bisa mengetahui apakah ada bagian yang menekan atau memicu lecet.

    Banyak pelari dan pejalan jarak jauh menyebut proses ini sebagai “break-in period”, yaitu masa adaptasi antara kaki dan alas kaki. Komunitas jemaah haji juga sering menekankan pentingnya memakai sandal yang sudah dicoba berkali-kali sebelum keberangkatan.

    Bawa Lebih dari Satu Jenis Alas Kaki

    Satu alas kaki saja sering kali tidak cukup. Banyak jemaah merasa lebih nyaman memiliki satu sandal terbuka untuk area tertentu dan satu sepatu atau sandal yang lebih suportif untuk jalan jauh. Sandal jepit tipis mungkin praktis, tetapi kurang ideal jika dipakai berjalan berjam-jam. Sebaliknya, sepatu tertutup bisa terasa terlalu panas jika digunakan terus-menerus. Karena itu, memiliki cadangan alas kaki juga penting jika alas kaki utama basah, rusak, atau mulai terasa tidak nyaman.

    Perhatikan Aturan Alas Kaki Saat Ihram

    Untuk laki-laki yang sedang ihram, ada aturan tertentu terkait alas kaki. Umumnya, sandal tidak boleh menutupi mata kaki dan bagian atas kaki secara penuh. Karena itu, model sandal terbuka sering menjadi pilihan yang lebih praktis. Untuk perempuan, pilihan alas kaki cenderung lebih fleksibel. Namun, prinsip kenyamanan dan keamanan tetap sama: hindari alas kaki yang licin, terlalu keras, atau membuat kaki cepat lelah.

    Siapa yang Perlu Ekstra Hatihati?

    Jemaah dengan diabetes perlu lebih waspada karena luka kecil di kaki bisa berkembang menjadi infeksi yang serius. Pada jemaah dengan diabetes, sensasi nyeri kadang berkurang sehingga lecet atau luka tidak langsung terasa. Penelitian menunjukkan, jemaah yang memiliki diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kapalan, lecet, dan luka pada kaki selama haji. Karena itu, mereka sebaiknya memeriksa kaki setiap hari, memakai alas kaki yang benar-benar pas, dan tidak berjalan tanpa alas kaki terlalu lama.

    Selain diabetes, lansia, orang dengan obesitas, gangguan sirkulasi, atau riwayat nyeri sendi juga sebaiknya mempertimbangkan alas kaki dengan bantalan lebih baik dan dukungan tambahan pada lengkung kaki.

    Pada akhirnya, sepatu atau sandal haji yang tepat tidak harus mahal atau bermerek terkenal. Yang paling penting adalah nyaman, pas di kaki, tidak licin, dan mampu menopang tubuh saat berjalan jauh. Kaki yang sehat akan sangat membantu jemaah menjalani rangkaian ibadah dengan lebih nyaman. Karena itu, persiapan alas kaki sebaiknya dilakukan sejak jauh-jauh hari, sama pentingnya dengan latihan fisik, vaksinasi, dan perlengkapan lainnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Nasib 21 Ribu Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Tertunda di Gudang Akibat Kasus Korupsi

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    Nasib Perusahaan Pemenang Tender Motor Listrik Usai Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    Kilas Balik Pernyataan Dadan: Motor Listrik MBG untuk Wilayah Terpencil, Anggaran Rp 1 Triliun

    By adm_imr12 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur

    13 Juni 2026

    Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium

    13 Juni 2026

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    13 Juni 2026

    Intuisi Ibu Bilqis Saat Putrinya Ditemukan Tewas Di Rumah

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?