Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Respons PDIP soal Kader Lantik Anak Jadi Kadis, Hasto Soroti Prinsip Keadilan

    24 April 2026

    Prediksi Pertamax Ludes Usai Harga Tembus Rp19.400, Anggaran Dinas Dikunci

    24 April 2026

    Bantahan Jatmiko Dwijo Saat Dibawa KPK ke Jakarta, Kejadian Saat OTT

    24 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 24 April 2026
    Trending
    • Respons PDIP soal Kader Lantik Anak Jadi Kadis, Hasto Soroti Prinsip Keadilan
    • Prediksi Pertamax Ludes Usai Harga Tembus Rp19.400, Anggaran Dinas Dikunci
    • Bantahan Jatmiko Dwijo Saat Dibawa KPK ke Jakarta, Kejadian Saat OTT
    • Sinopsis dan Pemain Shin On Me, Song Wei Long Berperan sebagai Drachin
    • Ibu korban penyiraman air keras di Johar Baru marah pelaku tak ditahan, polisi buka suara
    • Haul ke-4 Kiai Minan di Mempawah Penuh Jamaah, Wakil Bupati: Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah
    • Janin Tidak Berkembang, Apakah Perut Tetap Membesar?
    • Perayaan Rasa Daging Sapi Berkualitas di Aussie Beef Fair
    • PLN jaga pasokan listrik Sulawesi selama Ramadan hingga Nyepi
    • Perjalanan KM Binaiya 10 Hari, Jadwal Pelni 20-30 April, Rute Benoa-Bontang dan Makassar-Labuan Bajo
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Bantahan Jatmiko Dwijo Saat Dibawa KPK ke Jakarta, Kejadian Saat OTT

    Bantahan Jatmiko Dwijo Saat Dibawa KPK ke Jakarta, Kejadian Saat OTT

    adm_imradm_imr24 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran dan Pernyataan Jatmiko Dwijo Saputro dalam Kasus Korupsi Bupati Tulungagung

    Jatmiko Dwijo Saputro, adik kandung Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, sempat menjadi perhatian publik setelah dibawa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Jakarta. Kejadian ini terjadi setelah OTT yang dilakukan KPK terhadap kakaknya pada Jumat (10/4/2026). Meski awalnya menjadi sorotan, Jatmiko akhirnya dilepaskan oleh KPK setelah diperiksa.

    Penyangkalan Terkait Dugaan Korupsi

    Jatmiko membantah terlibat dalam dugaan korupsi yang menjerat kakaknya. Ia mengaku tidak berada di Pendopo Kabupaten Tulungagung saat OTT berlangsung. Menurutnya, ia sedang berada di rumahnya di Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, sekitar 17 kilometer dari lokasi OTT.

    Pada malam hari, saat hendak keluar dari area rumah Gatut Sunu, Jatmiko bertemu dengan tim penyidik KPK yang diduga ingin melakukan penggeledahan. Setelah mengetahui bahwa Jatmiko adalah adik kandung Gatut Sunu, penyidik KPK menggeledah mobil dan menyita ponsel miliknya. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk diperiksa hingga pagi hari.

    Setelah itu, Jatmiko bersama belasan pejabat Pemkab Tulungagung dibawa ke Bandara Juanda, Surabaya, untuk diterbangkan ke Gedung KPK, Jakarta. Di sana, ia kembali dimintai keterangan mulai Sabtu (11/4/2026) malam hingga Minggu (12/4/2026) pagi, lalu diperbolehkan pulang.

    “Saya tidak terjaring OTT di Pendopo, tapi saya diperiksa KPK sebagai saksi mungkin karena kebetulan bertemu petugas KPK di rumah kakak saya,” ujarnya.

    Menjaga Jarak dengan Kakaknya

    Jatmiko juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus yang menjerat Gatut Sunu Wibowo. Hal ini disampaikan kepada para penyidik KPK saat pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki CV yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah Tulungagung.

    Selama ini, Jatmiko menjaga jarak dengan Gatut Sunu setelah sang kakak terpilih sebagai Bupati Tulungagung dalam Pilkada 2024. Ia merupakan anggota DPRD dari Fraksi PDIP yang mengusung pasangan calon kepala daerah yang berlawanan dengan Gatut Sunu.

    “Saya bercermin dari kasus-kasus kepala daerah di tempat lain. Banyak yang terlibat dalam perkara korupsi adalah anggota keluarga terdekat. Jadi saya memang jaga jarak agar tidak tergoda memanfaatkan kakak saya yang menjadi bupati,” tambahnya.

    Status Ponsel dan Proses Hukum

    Meski demikian, Jatmiko menyatakan akan tetap menghormati proses pengembangan perkara oleh KPK dan bersikap kooperatif jika kembali dimintai keterangan. Saat ini, ponsel miliknya masih dalam penguasaan KPK dan belum dikembalikan.

    Profil Jatmiko Dwijo Saputro

    Jatmiko Dwijo Saputro, S.H., adalah seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung untuk periode 2024–2029. Ia terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Bandung, Besuki, dan Pakel, dan resmi dilantik pada 26 Agustus 2024.

    Dalam kiprahnya sebagai wakil rakyat, Jatmiko dikenal aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial pemeriksaan mata hingga operasi katarak gratis, sebagai bentuk pengabdian langsung kepada warga.

    Secara latar belakang, Jatmiko juga dikenal sebagai adik dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang turut membuat namanya mendapat sorotan publik dalam dinamika politik daerah.

    Perkembangan terbaru pada April 2026, Jatmiko ikut terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Tulungagung. Ia diamankan dan dibawa ke Jakarta bersama sejumlah pihak lain untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam kasus tersebut, Jatmiko masih berstatus sebagai saksi, sementara aparat penegak hukum terus mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus yang disinyalir berkaitan dengan praktik pemerasan.

    Dugaan Korupsi yang Menjerat Bupati Tulungagung

    KPK mengungkap adanya dugaan permintaan setoran uang kepada 16 OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung. Modus yang digunakan antara lain dengan mengatur atau menggeser anggaran, lalu meminta bagian hingga 50 persen bahkan sebelum anggaran dicairkan.

    Pengumpulan uang tersebut disebut dilakukan oleh ajudan bupati, yang memperlakukan OPD seolah memiliki utang. Target pengumpulan dana disebut mencapai Rp5 miliar. Hingga OTT dilakukan, jumlah uang yang terkumpul mencapai Rp2,7 miliar, dengan nominal setoran bervariasi mulai dari Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar.

    Selain uang tunai Rp335,4 juta, KPK juga menyita sejumlah barang bukti lain, termasuk dokumen, barang bukti elektronik, dan empat pasang sepatu mewah merek Louis Vuitton. Uang ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi seperti untuk pembelian sepatu, berobat, jamuan makan, dan keperluan pribadi lainnya yang juga dimintakan atau dibebankan pada anggaran di OPD.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    PGI Surabaya gelar turnamen golf, tema From Hero to Champion

    By adm_imr24 April 20261 Views

    Daftar harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, BP di Surabaya dan sekitarnya, stabil!

    By adm_imr24 April 202627 Views

    Keluarga Sungai Puji Kebersihan Sungai di Lamongan, River Run 1.200 KM

    By adm_imr23 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Respons PDIP soal Kader Lantik Anak Jadi Kadis, Hasto Soroti Prinsip Keadilan

    24 April 2026

    Prediksi Pertamax Ludes Usai Harga Tembus Rp19.400, Anggaran Dinas Dikunci

    24 April 2026

    Bantahan Jatmiko Dwijo Saat Dibawa KPK ke Jakarta, Kejadian Saat OTT

    24 April 2026

    Sinopsis dan Pemain Shin On Me, Song Wei Long Berperan sebagai Drachin

    24 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?