Ramalan Cuaca Jawa Timur pada Minggu 26 April 2026
Pada hari Minggu, 26 April 2026, sebagian besar wilayah di Jawa Timur mengalami cuaca cerah. Namun, beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan di siang hari. Dari pantauan BMKG, terdapat beberapa kota dan kabupaten yang diprediksi akan diguyur hujan ringan.
Daerah yang Diprediksi Diguyur Hujan Ringan
Berdasarkan laporan resmi dari BMKG, daerah-daerah berikut ini diperkirakan akan mengalami hujan ringan:
- Banyuwangi
- Bojonegoro
- Bondowoso
- Gresik
- Jombang
- Kediri
- Kota Kediri
- Kota Madiun
- Kota Mojokerto
- Kota Probolinggo
- Lamongan
- Madiun
- Magetan
- Mojokerto
- Nganjuk
- Ngawi
- Pasuruan
- Probolinggo
- Sampang
- Situbondo
- Tuban
Meskipun begitu, mayoritas wilayah Jawa Timur tetap dalam kondisi cerah. Berikut adalah rincian suhu udara yang tercatat:
Suhu Udara di Jawa Timur
- Sidoarjo dan Pasuruan: 25–32°C, menjadi daerah paling panas.
- Kota Batu: 17–24°C, tercatat sebagai daerah terdingin.
- Rata-rata suhu udara di Jawa Timur hari ini: 24–32°C.
Dengan suhu yang cukup tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Awal Musim Kemarau di Jawa Timur Diprediksi Mundur
Musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur diperkirakan akan lebih panjang dan cenderung lebih kering dibandingkan biasanya. Hal ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Timur.
Kondisi tersebut berkaitan dengan potensi munculnya fenomena El Niño pada pertengahan tahun. Fenomena ini dapat memperkuat dampak kekeringan di berbagai wilayah, sehingga perlu adanya langkah antisipasi sejak dini.
Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 75,5 persen wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. Artinya, sebagian besar daerah akan menghadapi musim kemarau yang lebih kering, dengan risiko yang meningkat terhadap kekurangan air dan kebakaran lahan.
Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, saat puluhan Zona Musim mencapai kondisi paling kering. Selain itu, awal musim kemarau di beberapa wilayah juga diperkirakan mengalami keterlambatan atau mundur dibandingkan pola biasanya.
Durasi Musim Kemarau Lebih Panjang
Durasi musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang, terjadi di sekitar 39 ZOM di Jawa Timur. Kondisi ini semakin diperkuat dengan peluang terjadinya El Nino sebesar 50 hingga 60 persen yang diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan tahun 2026, sehingga meningkatkan potensi kekeringan berkepanjangan.
BMKG memberikan sejumlah rekomendasi aksi dini yang dapat dilakukan, antara lain:
- Pada sektor pertanian, petani disarankan menggunakan varietas padi berumur pendek dan tahan kekeringan, atau beralih ke tanaman palawija sebagai langkah adaptasi.
- Dalam pengelolaan sumber daya air, masyarakat diimbau memaksimalkan penampungan air hujan pada akhir musim hujan untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
- Kesiapsiagaan terhadap potensi bencana juga perlu ditingkatkan, terutama dalam mengantisipasi krisis air bersih dan kebakaran lahan.
- Di sisi lain, kondisi kemarau panjang juga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi garam rakyat, sebagai peluang ekonomi di tengah tantangan musim kering.
Dengan memahami prediksi ini sejak awal, diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengambil langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi dampak negatif musim kemarau 2026 di Jawa Timur.






