Pemkot Malang Tangani Lonjakan Harga Pangan
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) bergerak cepat dalam merespons lonjakan harga pangan di masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi warga serta menghindari kenaikan inflasi yang tidak terkendali.
Kepala Diskoperindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga sejumlah komoditas bahan pokok (sembako). Berdasarkan hasil pantauan tim di lapangan, tren kenaikan harga memang terjadi hampir di seluruh pasar tradisional. Namun, Pemkot Malang memastikan akan langsung turun tangan jika komoditas strategis mulai merangkak naik secara tidak wajar.
“Apabila ada kenaikan yang cukup signifikan, misalnya seperti cabai kemudian bawang merah, Pemerintah Kota pasti akan segera intervensi,” ujar Eko saat ditemui awak media, Senin 8 Juni 2026.
Strategi melalui ‘Warung Tekan Inflasi’ yang telah berjalan sepekan terakhir ini dinilai mulai membuahkan hasil nyata dalam menstabilkan harga cabai rawit yang sempat menjadi pemicu utama fluktuasi inflasi daerah.
“Konsentrasinya kemarin ke cabai, dan sudah kita lihat bahwa sampai hari ini harga cabai sudah menurun. Cabai rawit itu sekarang sudah menyentuh angka Rp50.000 per kilogram, padahal kemarin sempat di atas Rp100.000,” tambahnya.
Langkah Preventif untuk Mengantisipasi Kenaikan Harga
Guna mengantisipasi kenaikan komoditas pangan lainnya, Diskoperindag Kota Malang telah merancang sejumlah skema terukur yang diadopsi dari keberhasilan penanganan tahun-tahun sebelumnya. Langkah awal dimulai dengan verifikasi lapangan secara berkala untuk menakar kelayakan harga. Hasil evaluasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan daerah untuk menentukan eksekusi kebijakan.
Terdapat tiga opsi simulasi yang siap dijalankan jika harga kembali bergejolak yakni dengan menyelenggarakan Pasar Murah di titik-titik strategis. Selain itu, juga dilakukan Operasi Pasar secara berkala, dan optimalisasi dan perluasan jangkauan Warung Tekan Inflasi.
Imbauan kepada Masyarakat
Untuk itu, Eko mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Malang agar tetap tenang dan bijak dalam berbelanja. Warga diminta untuk membeli kebutuhan pokok sesuai dengan volume keperluan sehari-hari dan menghindari perilaku memborong (panic buying).
“Kami mengimbau masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembakonya silakan dipenuhi sesuai kebutuhan saja. Jangan sampai ada yang menimbun atau menyimpan lebih, sehingga akan menambah permintaan yang cukup banyak. Karena salah satu faktor harga naik itu apabila demand (permintaan) lebih tinggi daripada supply (ketersediaan) bahan bakunya,” pungkas Eko.
Strategi Jangka Panjang
Selain langkah-langkah darurat, Pemkot Malang juga berkomitmen untuk membangun sistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Hal ini melibatkan kolaborasi dengan pelaku usaha, petani, dan lembaga pemerintah terkait. Dengan pendekatan yang terencana dan terukur, diharapkan inflasi dapat terkendali dan kesejahteraan masyarakat tercapai.
Beberapa inisiatif yang sedang dikembangkan antara lain:
- Pengembangan sistem distribusi pangan yang efisien dan transparan
- Penguatan kapasitas para pelaku usaha mikro dan kecil dalam menghadapi fluktuasi harga
- Penyuluhan dan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan kebutuhan pangan secara bijak
Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kota Malang dapat menjadi contoh dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.







