Kunjungan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kampung Nelayan Merah Putih
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP), Laksamana TNI Pur Didit Herdiawan Ashaf, melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (25/4/2026) siang, dengan tujuan untuk mengecek progres pembangunan proyek yang dibiayai APBN sebesar Rp 22 miliar.
Selain meninjau proyek tersebut, Didit juga ingin memastikan akses jalan menuju bibir pantai KNMP dalam kondisi baik. Hal ini dilakukan karena Presiden Prabowo Subianto rencananya akan berkunjung ke lokasi tersebut. Oleh karena itu, ia ingin memastikan bahwa jalur menuju KNMP sudah layak dan siap digunakan.
Proyek KNMP yang Siap Diresmikan
Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan mengunjungi KNMP di Pantai Sipelot setelah melakukan kunjungan ke Jawa Timur. Rencana kunjungan ini akan dilakukan usai perayaan Hari Buruh (May Day) pada 1 Mei 2026. Salah satu acara yang akan dihadiri oleh Presiden adalah peresmian Museum Marsinah, tokoh buruh, di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk.
Menurut Sekda Kabupaten Malang, Budiar, ada tiga KNMP yang harus disiapkan. Jika tidak ke Tuban atau NTT, maka KNMP di Pantai Sipelot harus siap sepenuhnya.
Di lokasi KNMP seluas 1 hektare, Didit berkeliling untuk mengecek semua pembangunan yang telah selesai. Beberapa fasilitas yang telah rampung antara lain:
- Cold storage (gudang pengawet ikan)
- SPBU
- Pabrik es
- Deck kapal (tambatan atau terminal untuk 500 perahu nelayan)
- Bengkel kapal
- Perkantoran
Semua fasilitas ini telah selesai dibangun dalam waktu 8 bulan. Didit terlihat senang dengan progres yang telah dicapai. Selain itu, ia juga meninjau helipad yang akan digunakan sebagai tempat pendaratan helikopter presiden.
Persiapan Infrastruktur untuk Kunjungan Presiden
Budiar menjelaskan bahwa meskipun semua fasilitas telah selesai, masih ada beberapa infrastruktur yang perlu diperbaiki. Di antaranya adalah jalan menuju KNMP yang masih berjarak sekitar 1,5 km dan dalam kondisi belum layak akibat penggunaan truk material proyek. Ia meminta Bina Marga Kabupaten Malang untuk memperbaiki jalan dan gorong-gorong. Selain itu, pengadaan air bersih oleh Perumda Tirta Kanjuruhan atau PDAM juga menjadi prioritas.
“Kami pastikan sebelum jadwal kunjungan Pak Presiden, semua infrastruktur di lokasi sudah siap,” ujar Budiar, yang membuat Wamen KKP tersenyum bangga.
Keistimewaan Pantai Sipelot
Hendik Arso, Kepala Desa Pujiharjo, menjelaskan bahwa desa ini dipilih menjadi KNMP karena memenuhi persyaratan. Pantai Sipelot memiliki kondisi yang cukup bagus sehingga mudah dikembangkan sebagai destinasi wisata. Selain itu, warga desa sebanyak 900 jiwa adalah nelayan dari total penduduk 6.987 jiwa.
Di bibir pantai, terdapat perkampungan nelayan yang sudah terbentuk belasan tahun lalu. Berderet menghadap ke laut, kampung ini memiliki daya tarik tersendiri. Selain itu, Pantai Sipelot juga memiliki pasir putih yang membentang sepanjang 3 km.
Yang membedakan Pantai Sipelot dengan pantai lainnya adalah hasil tangkapan ikan layur berkualitas ekspor ke China. Saat musim tertentu, nelayan di sini seperti sedang “pesta” ikan layur. Setiap perahu ukuran 12×1,5 meter bisa mendapatkan tangkapan antara 4 sampai 6 kuintal sekali melaut.
“Bahkan, sehari bisa dapat uang Rp 15 juta per perahu,” kata Hendik. Harga ikan layur mencapai Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kg. Jenis ikan ini disebut sebagai layur ekspor karena berkualitas super, di mana 1 kg hanya berisi dua ekor.





