Eduwisata di Gudang Bulog: Pengalaman Nyata Siswa MAN 1 Kota Malang
Siswa MAN 1 Kota Malang kembali mendapatkan pengalaman berbeda saat mengikuti kegiatan eduwisata di Gudang Kebonagung, Bulog Cabang Malang, pada Jumat (24/4/2026). Kali ini, mereka tidak hanya menerima materi dari dalam kelas, tetapi juga diajak melihat langsung proses pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperluas wawasan siswa tentang sistem distribusi dan pengelolaan beras.
Selama kunjungan, para siswa diberikan kesempatan untuk berkeliling gudang dan memahami alur distribusi beras yang terjadi di sana. Mulai dari penerimaan gabah dari petani, proses pengeringan, penyortiran kualitas, hingga penggilingan menjadi beras siap konsumsi. Proses-proses ini dijelaskan secara rinci oleh petugas, sehingga siswa bisa memahami bagaimana beras yang tersedia di pasar sebenarnya melalui proses yang panjang dan terstruktur.
Selain itu, siswa juga diberikan penjelasan mengenai peran strategis Perum Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Dari proses penyimpanan, perawatan kualitas beras, hingga penyaluran ke masyarakat, semuanya dijelaskan secara detail. Hal ini memberikan gambaran jelas tentang tanggung jawab Bulog dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan stabil bagi masyarakat.
Pemimpin Cabang Bulog Malang, M Nurjuliansyah Rachman, menyampaikan bahwa stok beras di wilayahnya mencapai 79.000 ton per Kamis (23/4/2026). Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan. “Stok ini kami pastikan aman dan cukup untuk kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang,” ujarnya.
Kunjungan ini pun menjadi momen yang sangat berharga bagi para siswa. Mereka tampak antusias saat melihat langsung tumpukan karung beras yang tersusun rapi dalam gudang dengan sistem penyimpanan yang terjaga. Salah satu siswa, Laila, mengaku kagum setelah melihat langsung kondisi stok beras di Bulog. Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya lebih memahami ketahanan pangan nasional.
“Stok berasnya ternyata banyak dari petani. Senang rasanya bisa ke sini,” katanya. Selain melihat proses distribusi, siswa juga diperkenalkan dengan sistem pengawasan stok, pengendalian hama, serta pengaturan kelembapan gudang untuk menjaga kualitas beras dalam jangka waktu tertentu.
Anung menegaskan bahwa kegiatan eduwisata ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari edukasi literasi pangan bagi generasi muda. Dengan melihat langsung prosesnya, siswa diharapkan memahami bahwa pangan yang dikonsumsi sehari-hari melalui proses panjang.
“Kegiatan ini penting untuk memberikan edukasi dan literasi pangan. Jadi siswa tahu bahwa pangan yang beredar di pasar itu melalui proses panjang sebelum akhirnya bisa dikonsumsi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga menyadari bahwa gudang Bulog memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Melalui eduwisata ini pun menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan bagi masa depan bangsa,” tandasnya.
Proses Pengelolaan Pangan di Gudang Bulog
- Siswa MAN 1 Kota Malang diberikan kesempatan untuk melihat proses penerimaan gabah dari petani.
- Setelah diterima, gabah mengalami proses pengeringan dan penyortiran kualitas.
- Proses penggilingan dilakukan untuk menghasilkan beras siap konsumsi.
- Petugas menjelaskan proses penyimpanan dan perawatan kualitas beras.
- Sistem pengawasan stok dan pengendalian hama juga dipertunjukkan kepada siswa.
- Pengaturan kelembapan gudang dilakukan untuk menjaga kualitas beras dalam jangka waktu tertentu.







