Masalah Tidur yang Sering Diderita Orang Dewasa
Kesulitan tidur menjadi masalah umum yang dialami oleh banyak orang dewasa. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk paparan teknologi, tekanan pikiran, dan kondisi tubuh seperti kegerahan. Dengan bertambahnya usia, pola tidur seseorang cenderung berubah drastis. Berbeda dengan masa remaja yang mudah tidur dalam waktu lama tanpa gangguan, orang dewasa sering kali kesulitan untuk tertidur, rentan terbangun di malam hari, atau langsung terjaga pada pagi buta tanpa bisa kembali tertidur.
Salah satu alasan utama mengapa orang dewasa sulit tidur adalah karena penggunaan gawai dan perangkat elektronik sebelum tidur. Cahaya layar dari ponsel, tablet, atau komputer dapat mengganggu proses tertidur dan membuat otak tetap aktif. Psikolog Klinis di NYC Sleep Doctor, AS, Janet Kennedy, Ph.D., menyebutkan bahwa manusia saat ini sangat terikat pada gawai, yang bisa mengganggu percobaan tidur pada malam hari. Untuk menghindari hal ini, ia menyarankan agar perangkat elektronik disimpan di ruangan lain sebelum tidur.
Selain itu, tekanan pikiran juga menjadi faktor penting yang menghambat kualitas tidur. Dengan jadwal yang sibuk, tuntutan karier, dan tanggung jawab merawat keluarga, otak seringkali tidak bisa berhenti bekerja bahkan ketika sudah waktunya istirahat. Survei dari The Philips pada 2019 dan riset Well+Good menemukan bahwa stres akibat keuangan, beban kerja, dan konflik keluarga adalah faktor utama yang mengganggu kemampuan seseorang untuk terlelap nyenyak.
Selain itu, kegerahan juga menjadi hambatan besar bagi orang dewasa, terutama perempuan. Survei merek pakaian Soma menunjukkan bahwa 36 persen responden mengeluhkan istirahat terganggu karena terlalu kepanasan. Faktor-faktor seperti fluktuasi hormon, lonjakan gula darah, dan efek pengobatan dapat menyebabkan keringat berlebih. Keluhan kegerahan ini lebih umum terjadi dibandingkan mendengkur, yang hanya dialami oleh 24 persen responden.
Cara Meningkatkan Kualitas Tidur
Untuk meningkatkan kualitas tidur, langkah awal yang penting adalah memastikan kamar tidur terasa nyaman, damai, dan menenangkan. Kamar tidur harus menjadi tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menyendiri setelah hari yang melelahkan. Jika kamarmu berantakan atau kacau, hal ini bisa memengaruhi cara kamu tidur.
Kennedy menyarankan untuk menciptakan ritual sebelum tidur, seperti membaca buku, membuat jurnal, atau meditasi. Selain itu, mandi air hangat satu jam sebelum tidur atau melakukan peregangan ringan juga bisa membantu. Jika kamu sering terbangun karena kepanasan, gunakan pakaian tidur berbahan sejuk dan atur pendingin ruangan di angka ideal, yaitu 19 derajat Celsius, demi memancing kantuk.
Pentingnya Cukup Tidur
Cukup tidur sangat penting bagi kesehatan fisik maupun mental. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat berdampak buruk, termasuk penurunan kekebalan tubuh, memori, fokus, dan usia harapan hidup. Dokter Edward Fisher, Ph.D., MPH., dari Center for the Prevention of Cardiovascular Disease di NYU School of Medicine, menyatakan bahwa orang dengan gangguan tidur kronis memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan depresi.
Fisher menyarankan agar kamu berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kesulitan tidur yang sudah sangat mengganggu. Dengan menjaga kualitas tidur dan mengidentifikasi penyebabnya, kamu dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.







