Kembalinya Eberechi Eze ke Arsenal dan Masalah Kreativitas yang Menghantui
Eberechi Eze kembali bergabung dengan Arsenal setelah sebelumnya bermain untuk Crystal Palace. Namun, kembalinya pemain ini tidak selalu berjalan mulus di Liga Inggris. Pada musim panas lalu, ia tiba di Emirates dengan biaya transfer sekitar £67 juta dan langsung diterima dengan antusiasme oleh para penggemar. Ia bahkan muncul di lapangan dengan seragam Arsenal dan celana jins biru sambil disambut sorak-sorai yang riuh.
Namun, sejak saat itu, desas-desus mengenai performanya tidak selalu positif. Meskipun biaya transfer tersebut bisa dibilang sepadan karena lima gol yang ia cetak melawan Tottenham, yang terancam degradasi musim ini, Eze belum menunjukkan penampilan yang konsisten. Gol-gol dalam pertandingan derbi adalah pencapaian terbaiknya hingga akhir-akhir ini. Namun, ia kini mulai menunjukkan performa yang lebih baik bersama Arsenal.
Pada pertandingan terbaru melawan Manchester City, Eze gagal mencetak gol meski tendangannya membentur tiang gawang. Meski demikian, tim Mikel Arteta masih membutuhkan kreativitas yang lebih besar dalam permainan mereka. Sebab, mereka sedang menghadapi masalah kreativitas yang cukup serius.
Masalah Kreativitas yang Menghantui Arsenal
Salah satu masalah utama Arsenal belakangan ini adalah kurangnya kreativitas dari pemain tengah. Kapten klub, Martin Odegaard, juga mengalami kesulitan. Ia telah berjuang melawan cedera selama dua musim terakhir dan hanya mencetak tiga gol di Premier League musim lalu serta satu gol di musim ini. Selain itu, ia hanya memberikan tujuh assist dalam 30 pertandingan di semua kompetisi.
Kurangnya kreativitas ini terlihat jelas dalam beberapa pertandingan. Misalnya, saat melawan Bournemouth, Arsenal hanya menghasilkan angka expected goals dari permainan terbuka sebesar 0,18. Angka tersebut jelas tidak cukup untuk mendapatkan kemenangan.
Akibatnya, Arsenal sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah ini di musim panas. Beberapa penyerang sayap telah dikaitkan dengan klub, tetapi posisi tengah menjadi fokus utama. Salah satu target yang menarik perhatian adalah Morgan Rogers dari Aston Villa. Namun, dengan nilai transfer mencapai £100 juta, kemungkinan besar transfer tersebut tidak akan terwujud.
Alternatif yang Lebih Murah: Ibrahim Maza dari Bayer Leverkusen
Sebagai alternatif, Arsenal tampaknya sedang mempertimbangkan rekrutmen pemain muda dari Bayer Leverkusen, yaitu Ibrahim Maza. Setelah kepergian Florian Wirtz ke Liverpool, musim ini menjadi musim terobosan bagi Maza, yang kini menarik minat Manchester City dan Arsenal.
Menurut laporan dari Fussballdaten, kedua klub rival perebutan gelar Premier League telah mengajukan tawaran awal senilai sekitar £35 juta. Tawaran tersebut ditolak oleh Leverkusen. Namun, ada dugaan bahwa jika salah satu dari kedua klub mengajukan tawaran sebesar £52 juta atau Rp1,2 Triliun, maka Leverkusen mungkin akan mempertimbangkan tawaran tersebut.
Siapa Ibrahim Maza dan Bagaimana Dia Dibandingkan dengan Eberechi Eze?
Arsenal sebenarnya belum pernah benar-benar menggantikan kejeniusan kreatif Mesut Ozil. Eze hampir mencapai level itu, dan Odegaard pernah mencetak 15 gol di musim 2022/23. Namun, sejak saat itu, ia belum mampu mencapai level yang sama.
Dalam diri Maza, Arsenal mungkin bisa mendapatkan versi baru dari Ozil. Fussballdaten mengklaim bahwa para pemandu bakat melihat gelandang serang muda itu sebagai seseorang yang “menggabungkan visi Mesut Ozil dengan kecepatan sepak bola modern.” Itu tentu terdengar menarik.
Maza memiliki statistik yang menjanjikan. Di musim ini, ia telah mencetak lima gol dan enam assist dalam 39 pertandingan. Ia juga berhasil melakukan tiga umpan kunci, lima tembakan, dan empat dribel dalam pertandingan melawan Augsburg pekan lalu.
Dibandingkan dengan Eze, yang berada di peringkat 20 persen teratas dalam menciptakan peluang, Maza berada di peringkat 3 % teratas. Ini menunjukkan bahwa Maza memiliki potensi yang lebih besar dalam hal kreativitas.
Meskipun Eze lebih berpengalaman, Maza mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat untuk mengisi kekosongan kreativitas di Arsenal. Jika ia mampu menyelesaikan masalah dalam menghadapi pertahanan rapat dan menciptakan peluang, maka ia bisa menjadi solusi yang sangat berharga bagi The Gunners.







