Ringkasan Berita
Rinjani 100 tahun 2026 menjadi ajang lari internasional yang menarik perhatian banyak pelari dari berbagai negara. Acara ini menghadirkan peserta yang terbagi ke dalam enam kategori lomba, yaitu 12 kilometer, 27 kilometer, 36 kilometer, 60 kilometer, 100 kilometer, dan 162 kilometer. Setiap kategori memiliki jumlah peserta yang berbeda, dengan total peserta mencapai 4.874 orang dari 42 negara.
Khusus untuk kategori 162 kilometer, sebanyak 187 pelari yang berasal dari 34 negara turut serta dalam perlombaan paling bergengsi. Acara pelepasan peserta lomba jarak terjauh ini berlangsung semarak di Pantai Pekandangan, Desa Belanting, Kecamatan Sambalia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (1/5/2026).
Lokasi Sembalun sebagai Tujuan Utama
Sembalun dipilih sebagai tuan rumah karena lokasinya berada di kawasan Gunung Rinjani, gunung api aktif sekaligus puncak tertinggi kedua di Indonesia. Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, menjelaskan bahwa Sembalun menjadi pilihan utama karena daya tarik alam dan budaya yang luar biasa. Ia menyebutkan bahwa event Rinjani 100 merupakan bagian dari kalender lari internasional, dan Lombok Timur dipilih karena lokasi Sembalun yang strategis.
Menurut Widayat, kategori 162 km adalah perlombaan utama dari keenam kelas yang disediakan. Selain itu, ia juga menilai bahwa kehadiran Gendang Beleq di ajang internasional seperti ini menjadi kesempatan penting untuk mempromosikan budaya lokal ke dunia. Ia berharap ke depannya makin banyak seni daerah yang terlibat dalam acara ini.
Antusiasme Warga dan Budaya Lokal
Warga setempat tampak sangat antusias memeriahkan acara keberangkatan para peserta. Mereka memberi dukungan penuh sementara iringan Gendang Beleq, kesenian tradisional Suku Sasak, membuat suasana kian hidup ketika para pelari memulai perjalanan. Widayat menyebutkan bahwa bukan hanya Gendang Beleq, masih banyak kesenian lokal lain yang bisa ditampilkan.
Ia mengamati tingginya minat peserta asing saat menyaksikan pertunjukan budaya tersebut. Bahkan, beberapa pelari dan wisatawan terlihat ikut bergembira dengan menari bersama. Meski ada sejumlah pro dan kontra seputar penyelenggaraan Rinjani 100, pemerintah daerah lebih memilih fokus pada manfaat positif yang dihasilkan. Ia menegaskan bahwa Sembalun makin dikenal sebagai ikon, dan Gunung Rinjani menjadi magnet wisatawan asing yang diharapkan membawa dampak baik bagi kesejahteraan masyarakat.
Detail Rute Kategori Terjauh
Race Director FoneSport, Dian Sukmara, mengungkapkan detail rute kategori terjauh dalam ajang lari bertajuk Rinjani 100. Perlombaan yang menguji mental dan fisik para pelari elit ini menempuh jalur spektakuler melewati pantai, desa adat, hingga puncak Gunung Rinjani.
Start kategori terjauh 162 kilometer dimulai dari Pantai Pekandangan, Desa Belanting, Kecamatan Sembelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada jam 8:00 WITA. Peserta kemudian masuk ke arah Sembalun, tepatnya ke Desa Adat Sembalun, lalu naik ke Anak Darah. Selanjutnya mereka naik ke Sempana, Nanggi, Pusuk, Propok, dan Daun-Daun.
Rute berlanjut menuju Tengengean, Plawangan Sembalun, lalu menyusuri puncak-puncak Rinjani sebelum kembali ke Plawangan Sembalun. Peserta juga akan masuk ke kawasan Segara Anak, naik ke Pelawang Senaru, Torean, danau lagi, kemudian balik lagi ke Plawangan. Dari sana, pelari turun ke arah Tengengean menuju Bawaq nao, kemudian turun ke Pergangsingan, dilanjutkan naik ke Telaga Hill, dan finis di Hotel Nusantara.
Dian Sukmara menegaskan bahwa panitia menerapkan batas waktu atau cut off time selama 55 jam. Ia menyebutkan bahwa seperti Sange Sherpa, yang memiliki rekor sekitar 40 jam, tahun ini dia berupaya memecahkan rekornya sendiri.







