Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Seni Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Menghilangkan Kenyamanan Hidup

    Seni Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Menghilangkan Kenyamanan Hidup

    16 September 2026
    Trik Jurnalis Kuliner Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional

    Trik Jurnalis Kuliner Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional

    16 September 2026
    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    15 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 16 September 2026
    Trending
    • Seni Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Menghilangkan Kenyamanan Hidup
    • Trik Jurnalis Kuliner Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional
    • Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik
    • Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia
    • Rangkaian Amalan Ringan Berpahala Melimpah untuk Pekerja Bermobilitas Tinggi di Perkotaan
    • Seni Memilah Barang Koleksi: Antara Investasi Menguntungkan dan Tumpukan Barang Terdevaluasi
    • Menyingkap Tabir Kecurangan Odometer Putaran Saat Berburu Mobil Bekas Impian Anda
    • Menepi Sejenak dari Layar Gawai Demi Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa yang Hilang
    • Strategi Merawat Keseimbangan Hidup dan Karir Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental Serta Kebahagiaan Pribadi
    • Panduan Lengkap Merawat Kesehatan Rambut Agar Tetap Indah Berkilau di Iklim Tropis
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Uncategorized»Rektor Untidar sentil Prof Mimi lewat pantun, ini pesan di pengukuhan guru besar

    Rektor Untidar sentil Prof Mimi lewat pantun, ini pesan di pengukuhan guru besar

    adm_imradm_imr5 Mei 20269 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    PR JATENG – Momen pengukuhan Prof. Dr. Mimi Mulyani, M.Hum sebagai guru besar di Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Senin, 4 Mei 2026, tak hanya berlangsung khidmat. Ada sentuhan santai yang langsung mencuri perhatian: pantun dari Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

    Di hadapan hadirin dan tamu undangan di GKU dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, ia membuka sambutan dengan pantun yang spontan dibuatnya.

    “Mini market di tengah area pertokohan,

    Jual kompor harganya obralan,

    Mimi muda katanya kepoan,

    Setelah profesor, semoga menjadi sabaran.”

    Pantun tersebut langsung disambut tawa hadirin. Namun di balik candaan itu, terselip pesan serius: menjadi profesor bukan sekadar capaian akademik, tapi juga tentang kedewasaan sikap.

    Pesan Rektor: Profesor Harus Jadi Teladan

    Rektor menegaskan, gelar profesor membawa tanggung jawab moral yang besar. Ia berharap Prof. Dr. Mimi Mulyani bisa menjadi contoh dan penggerak di lingkungan akademik.

    “Dengan posisi sebagai profesor, saya harap semakin menunduk dan memberikan yang terbaik bagi diri, keluarga, dan institusi,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali filosofi pendidikan nasional:

    • Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan)
    • Ing madyo mangun karso (di tengah membangun semangat)
    • Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan)

    Menurutnya, profesor tidak hanya mengajar, tapi juga harus memotivasi dosen lain agar berkembang hingga mencapai jenjang serupa.

    Target: 4 Profesor dalam Setahun

    Selain pesan personal, Rektor juga menyampaikan target besar untuk kampus.

    Ia mengungkapkan bahwa dalam periode sebelumnya, Untidar hanya mampu melahirkan satu profesor dalam empat tahun. Saat ini, jumlahnya baru bertambah dengan dikukuhkannya Prof Mimi. Namun ke depan, targetnya jauh lebih agresif.

    “Mulai tahun depan harus empat profesor dalam satu tahun,” tegasnya, yang langsung diamini seluruh hadirin.

    Target ini menjadi bagian dari dorongan untuk mempercepat peningkatan kualitas akademik kampus.

    Fokus Prof Mimi: Literasi Berbasis Budaya dan Spiritualitas

    Dalam pidato ilmiahnya, Prof Mimi mengangkat tema revitalisasi budaya literasi melalui pembelajaran menulis berbasis kearifan lokal dan nilai spiritualitas.

    Rektor menilai gagasan tersebut sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Ia bahkan mengaitkan konsep tersebut dengan nilai religius dan budaya lokal, termasuk filosofi membaca (iqra), menulis, serta pentingnya integritas spiritual.

    “Jangan merasa paling baik, jangan kebablasan meniru yang tidak sesuai budaya kita,” pesannya.

    4 Pesan Kunci Rektor untuk Prof Mimi

    Dalam sambutannya, ada empat poin penting yang ditekankan Rektor:

    1. Tetap rendah hati setelah meraih gelar profesor
    2. Menjadi teladan bagi lingkungan akademik
    3. Mendorong kolega untuk ikut berkembang
    4. Menguatkan budaya lokal dalam pendidikan

    Ia juga menyoroti pentingnya nilai-nilai Jawa seperti tata krama, unggah-ungguh, hingga etika sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter.

    Guru Besar ke-10 Untidar

    Secara institusi, pengukuhan ini juga menambah deretan profesor di Untidar.

    Prof Mimi tercatat sebagai:

    • Guru besar ke-5 dari kalangan internal asli Untidar
    • Guru besar ke-10 secara keseluruhan di kampus tersebut

    Momentum ini sekaligus menandai dorongan baru bagi Untidar untuk mempercepat lahirnya profesor-profesor berikutnya.

    Pantun Rektor yang sempat mengundang tawa itu justru menjadi pesan yang mengena: sederhana, tapi penuh makna. Bahwa di balik gelar tinggi, ada tuntutan untuk tetap sabar, rendah hati, dan memberi dampak nyata.***

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Berita Malang Raya Populer: Rute angkutan pelajar butuh sosialisasi, trase tol Kepanjen dikaji

    By adm_imr5 September 20261 Views

    Nasib Timbul tukang becak mendadak masuk desil 9, merasa sakit anaknya terancam putus sekolah

    By adm_imr5 September 20261 Views

    Menjadi Stamp yang dulu – Stamp Fairtex janjikan versi yang lebih baik di ONE Fight Night 47

    By adm_imr5 September 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Seni Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Menghilangkan Kenyamanan Hidup

    Seni Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Menghilangkan Kenyamanan Hidup

    16 September 2026
    Trik Jurnalis Kuliner Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional

    Trik Jurnalis Kuliner Memilih Bahan Makanan Segar Berkualitas di Pasar Tradisional

    16 September 2026
    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    15 September 2026
    Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

    Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Tekanan Ekspektasi Kejuaraan Dunia

    15 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?