Stabilitas Harga Bahan Pokok di Surabaya Jelang Idul Adha 2026
Harga daging sapi, ayam, dan bahan pokok lainnya di Surabaya tercatat stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, berdasarkan hasil pantauan di pasar. Hal ini menjadi perhatian khusus dari Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), yang menyerukan penguatan pengawasan untuk mencegah lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok.
Pantauan yang dilakukan oleh BHS di Pasar Pucang Anom, Surabaya, pada Sabtu (2/5/2026) bertujuan untuk memastikan rantai pasok tetap aman dari tindakan spekulasi. Ia menilai bahwa kondisi saat ini cukup terkendali, meskipun masih ada tantangan ekonomi global yang harus diwaspadai.
Harga Daging Sapi di Surabaya
Berdasarkan data yang dikumpulkan, harga daging sapi di Surabaya terbagi dalam beberapa kualitas:
- Daging Sapi Grade Atas: Rp 125.000 – Rp 135.000 per kilogram (Rata-rata Rp 130.714).
- Daging Sapi Grade Sedang: Rp 106.000 – Rp 125.000 per kilogram (Rata-rata Rp 119.429).
- Daging Sapi Grade Bawah: Rp 105.000 – Rp 120.000 per kilogram (Rata-rata Rp 112.143).
Bambang Haryo menyebutkan bahwa harga daging saat ini berada di kisaran Rp 125.000 per kilogram. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya, harga sempat mencapai Rp 180.000, sehingga situasi saat ini dinilai lebih baik dan bisa dikendalikan.
Stabilitas Harga Ayam dan Minyak Goreng
Selain daging sapi, harga ayam broiler juga terpantau stabil, dengan rentang harga antara Rp 35.000 hingga Rp 37.000 per kilogram. Meski ada kenaikan tipis, BHS menilai fluktuasi tersebut masih dalam batas wajar.
Sementara itu, harga minyak goreng di Pasar Pucang Anom dibanderol seharga Rp 17.000. Bambang Haryo menekankan pentingnya respons cepat Satgas Pangan, seperti yang terjadi di Sidoarjo. Sebelumnya, harga minyak di sana sempat mencapai Rp 22.000, namun setelah koordinasi intensif, harga berhasil turun ke angka Rp 15.700 melalui operasi pasar.
Penegakan UU Perdagangan dan Infrastruktur Pasar
Bambang Haryo menegaskan bahwa pengawasan terhadap 11 komoditas pokok bukan sekadar rutinitas, melainkan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ia mendorong Pemkot Surabaya untuk memberikan perhatian lebih pada infrastruktur pasar tradisional.
Sebagai bentuk aksi nyata, BHS memberikan bantuan digitalisasi berupa fasilitas Wi-Fi bagi pedagang, perbaikan talang air yang bocor, serta pengisian ulang Alat Pemadam Kebakaran (APAR) yang telah kedaluwarsa demi aspek keselamatan kerja di pasar.
Tantangan Ekonomi Global dan Idul Adha 2026
Di sisi lain, Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya memberikan catatan kritis mengenai tekanan ekonomi global. Direktur Jasa Niaga RPH Surabaya, Megawati, menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM dan mahalnya harga sapi hidup menjadi tantangan berat bagi mitra jagal.
Berdasarkan SKB 3 Menteri, libur nasional Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, diikuti cuti bersama pada 28 Mei 2026. Tingginya permintaan menjelang akhir Mei diprediksi akan menjadi ujian nyata bagi ketahanan pangan Jawa Timur.
“Ekonomi global sedang tidak menentu, ini memengaruhi daya beli. Kami di RPH melakukan efisiensi ketat agar harga daging tetap terjangkau masyarakat meski biaya operasional naik,” pungkas Megawati.







