Kehilangan Mendalam: Perjalanan Duka Siti, Istri Sopir Bus ALS yang Tewas dalam Tragedi Muratara
Siti (40), istri dari Zulpan Effendi, seorang sopir serep bus ALS asal Medan, sempat tidak percaya ketika mendengar kabar suaminya menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut bus ALS di Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan. Perasaan kaget dan duka meliputi hatinya saat ia menerima kabar tersebut.
Siti mengaku langsung menjerit setelah mendengar berita tentang kecelakaan yang menimpa suaminya. Hal ini terjadi saat ia sedang mencuci piring di rumahnya pada malam hari. Sekitar pukul 19.00 WIB, seorang temannya memberi tahu bahwa bus ALS yang mengalami kecelakaan adalah bus yang dikemudikan oleh suaminya. Saat itu, Siti masih mempercayai bahwa suaminya pulang ke rumah malam itu juga.
Namun, beberapa saat kemudian, ia menyalakan ponselnya dan pesan dukacita mulai berdatangan dari keluarga, kerabat, dan rekan. Dari situ, Siti akhirnya yakin bahwa suaminya telah meninggal dunia. “Menjeritlah aku di situ. Enggak nyangka aku. Enggak rela aku dia pergi,” ujarnya dengan suara terisak.
Zulpan Effendi, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras, telah bekerja lebih dari dua puluh tahun sebagai sopir bus ALS. Ia biasa membawa penumpang dari Medan menuju Jawa Tengah. Kini, ia meninggalkan dua anak, seorang laki-laki dan perempuan, yang harus hidup tanpa ayah mereka.
Siti memilih untuk tidak pergi ke Palembang, tetapi lebih memilih menunggu jenazah suaminya di kampung halaman, Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, datang ke loket bus PT ALS di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, pada Kamis (7/5/2026). Ia bertemu dengan pihak PT ALS dan berdiskusi singkat mengenai kejadian tragis ini.
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Maut
Kecelakaan antara bus ALS dan truk tangki BBM di perlintasan Muratara menyebabkan 16 korban jiwa. Tim DVI Polri bersama tim medis RS Bhayangkara Palembang telah berhasil mengidentifikasi beberapa korban. Berikut adalah daftar identitas korban yang telah teridentifikasi:
- Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
- Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
- Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
- Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
- Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
- Relodo – Penumpang Bus ALS.
- Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
- Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
- Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
- Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
- Celinton – Penumpang Bus ALS
- Hisyamsiah Bachri – Penumpang Bus ALS
- Sukardi – Penumpang Bus ALS
- Salim – Penumpang Bus ALS
- Budiyanto – Penumpang Bus ALS
- Barhul Ulum – Penumpang Bus ALS
Empat Korban Selamat
Hingga saat ini, tercatat ada empat orang yang berhasil lolos dari maut. Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit:
- Jumiatun (35)
- Ngadiono (44)
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31)
Satu korban lainnya, M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau, hanya mengalami luka lecet ringan dan sudah diperbolehkan pulang.
Posko DVI dan Proses Identifikasi Jenazah
Polda Sumatera Selatan resmi membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026). Langkah ini diambil guna mempercepat identifikasi 16 jenazah korban kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara yang tiba di Palembang sekitar pukul 05.10 WIB hingga pukul 05.32 WIB.
Proses identifikasi menjadi tantangan berat bagi tim medis karena mayoritas korban ditemukan dalam kondisi luka bakar serius yang menyulitkan pengenalan secara fisik. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh keluarga yang merasa memiliki anggota keluarga di dalam bus ALS tersebut untuk segera mendatangi Posko DVI.
Persyaratan untuk Identifikasi
Keluarga diminta membawa data-data pendukung untuk proses identifikasi primer maupun sekunder, antara lain:
- Identitas resmi (KTP/Kartu Keluarga/ijazah).
- Data medis (hasil rontgen gigi, catatan medis, atau ciri fisik khusus).
- Data profil DNA jika diperlukan.
Tim DVI akan melakukan pemeriksaan jenazah pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk. Proses identifikasi jenazah akan memakan waktu selama beberapa hari dikarenakan kondisi jenazah yang mengalami luka bakar.






